Materi Penyuluhan

RUMPUT STENO, PAKAN TERNAK BERKUALITAS

Rabu, 09 Jun 2021
Sumber Gambar : www.google.com

Pakan merupakan komponen penting dalam manajemen usaha ternak termasuk ruminansia. Ketersediaan pakan yang cukup, baik kuantitas maupun kualitas akan menentukan tingkat keberhasilan pengembangan ternak itu sendiri. Pakan utama ternak ruminansia adalah rumput. Salah satu rumput yang saat ini sudah menjadi model dan disukai ternak ruminansia adalah Rumput Steno atau lengkapnya Rumput Steno Agrinak.

Rumput Steno Agrinak (Stenotaphrum secundatum var.Steno Agrinak) adalah rumput varietas unggul untuk pakan ternak. Rumput ajaib yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi ini memiliki banyak keunggulan dibanding rumput-rumput yang lain. Salah satu diantaranya, memiliki adaptasi yang tinggi terhadap kondisi naungan. Selain itu, rumput Steno juga dinilai cocok untuk dataran rendah maupun dataran tinggi. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan apabila diterapkan secara terintegrasi di lahan perkebunan sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan lahan. sekaligus menghasilkan jenis tanaman yang toleran terhadap naungan untuk dapat tumbuh dengan baik. Keunggulan rumput steno lainnya, memiliki palabilitas yang tinggi dengan kecernaan antara 60,7% hingga 72,8% dan konsumsi bahan kering mencapai 3,25% dari bobot hidup pada percobaan kambing Boerka.

Rataan produksi segar rumput Stenotaphrum secundatum var Steno Agrinak hasil pemuliaan juga meningkat dibanding varietas asal. Produksi rumput ini dapat mencapai hingga 152,7 ton/ha per tahun di lahan dataran rendah dan 98,3 ton/ha/thn di lahan dataran tinggi atau meningkat dibanding varietas asal yang hanya sebesar 60,4 ton dan 44,9 ton/ha/thn. Selain peningkatan produksi, diperoleh juga peningkatan nilai nutrisi (kandungan protein kasar) varietas hasil pemuliaan dibanding varietas asal (14,19 vs 9,15 persen).

Padang Pengembalaan

Nilai nutrisi tanaman akan selalu turun seiring pertambahan umurnya. Oleh karena itu, frekuensi pengembalaan maupun pemotongan tanaman harus dilakukan secara teratur. Satu kelebihan rumput steno tahan naungan sehingga manjadi pilihan jitu dalam pengembangan integrasi ternak dengan tanaman perkebunan. Pembangunan padang pengembalaan dapat dilakukan dengan menanam rumput steno di lahan perkebunan kelapa, kelapa sawit, karet maupun jeruk.

Apabila lahan perkebunan digunakan untuk pengembalaan sebaiknya penanaman dilakukan secara bergiliran. Caranya dengan membagi lahan menjadi beberapa petak yang dilengkapi dengan pagar pembatas. Lama pengembalaan paling optimal 7 hari untuk setiap petak. Peternak akan kembali mengembalakan ternaknya ke petak yang pertama setelah 45-60 hari. Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi tanaman rumput untuk tumbuh kembali.

Kendatipun berada di bawah naungan pelepah kelapa sawit, namun rumput steno tetap tumbuh subur. Warna daunnya hijau menyegarkan mata. Tajuk sawit yang rimbun tak membuat rerumputan itu mengering. Tanaman anggota keluarga Poaceae itu justru tumbuh lebat.

Dikarenakan tahan terhadap naungan itu pulalah, rumput steno menjadi pilihan terbaik bagi pekebun karet, kelapa, atau jeruk. Mereka bisa membudidayakan rumput di lahan bawah tanpa khawatir rumput tersebut merana.

Hal ini berbanding terbalik jika rumput steno ditanam di lahan terbuka karena zat hujau daunnya menjadi rusak. Klorofil mengalami reaksi fotooksidasi sehingga daun berwarna kemerahan. Akibatnya, tanaman tumbuh kurang sempurna sehingga produktivitas menurun drastis. Rumput steno kurang menyukai sinar matahari. Lingkungan hidup dengan sinar matahari melimpah justru membuat tanaman merana. Rumput steno lebih nyaman hudup di lokasi dengan sinar matahari rendah.

Produktivitas steno di lahan terbuka tanpa naungan justru rendah, hanya 32,4 ton per hektare setiap tahun. Sehingga tidaklah berlebihan kalau peternak di berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Nangroe Aceh Darussalam, dan Jambi membudidayakan rumput steno ini. Selain itu, dari hasil penelitian, membuktikan rumput steno juga mampu baradaptasi pada lahan ternaungi di dataran rendah beriklim basah.

Tumbuh Cepat

Satu hal yang menarik pertumbuhan rumput steno tergolong cepat. Pada musim hujan tanaman siap panen pada umur 30-40 hari. Adapun pada musim kemarau tanaman siap panen pada umur 60 hari. Rumput steno juga memiliki perakaran sangat kuat, serta rhizoma dan stolon yang padat. Karakter itu membuat tanaman mampu berkompetisi  dengan gulma dan tanaman pengembalaan berat.

Rumput steno yang ditanam pada lahan naungan juga mempunyai tingkat kecernaan lebih tinggi dibandingkan dengan rumput yang ditanam di lahan tanpa naungan. Kelemahan rumput steno hanya, jarang berbunga sehingga perbanyakan generative kurang menguntungkan. Perbanyakan terbaik menggunakan pols yakni bibit dari pencahan atau sobekan rumpun. Pols diambil dari rumpun sehat dan banyak anakan. Setiap pols minimal terdiri atas 2-3 anakan. Kebutuhan bibit untuk satu hektare mencapai 40.000 pols. Pekebun membudidayakan pols berjarak 50 cm x 50 cm. Demikian sekilas tentang rumput steno beserta keunggulannya semoga bermanfaat (Inang Sariati).

 

Dari berbagai sumber

PENGUNJUNG

2029

HARI INI

64232

KEMARIN

37669905

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook