Materi Penyuluhan

PROSPEK MENJANJIKAN MEMELIHARA AYAM JOPER

Rabu, 09 Jun 2021
Sumber Gambar : www.google.com

Ayam jowo super atau lebih dikenal dengan ayam joper merupakan ayam hasil perbaikan genetik menggunakan metode grading up. Metode ini, yaitu dengan menyilangkan ayam ras betina dengan pejantan ayam kampung. Pejantan yang digunakan bisa ayam bangkok, ayam pelung, ayam nunukan, atau berbagai jenis ayam lokal unggul lainnya. Dari hasil persilangan tersebut diperoleh keunggulan masing-masing ayam. Misalnya, pertumbuhannya yang cepat, memiliki kandungan gizi yang tinggi, rasanya yang lezat, kemampuan bertelur terus menerus, namun tidak memilki sifat mengeram serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan penyakit. Kendati tidak persis sama, tampilan ayam joper tidak begitu berbeda dengan ayam kampung pada umumnya. Perbedaannya hanya dalam hal : 1) Ayam joper jantan memiliki jengger yang besar dengan pial besar dan tegap, serta memiliki warna bulu bervariasi; 2) Warna telur memiliki kerabang yang lebih coklat dibandingkan dengan telur ayam kampung biasa yang agak putih; 3) masa panen lebih cepat yaitu umur 45 hari, berbeda dengan ayam kampung biasa umumnya baru bisa dipanen setelah berumur 2 bulan.

PROSPEK DAN PEMELIHARAAN

Berbeda dengan ayam yang lain, permintaan pasar akan ayam joper saat ini masih relatif tinggi, sehingga harga jualnya tetap terjaga dan stabil. Berapapun produksi ayam joper akan diserap oleh pasar dengan harga yang sangat menarik. Sehingga, secara ekonomi, prospek usaha ternak ayam joper sangat menjanjikandan memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Untuk mewujudkannya, tentu saja peternak wajib memperhatikan keseimbangan usaha yang tepat dan terciptanya lingkungan yang nyaman disamping manajemen yang terkoordinasi dengan baik agar produksi bisa bertahan lebih lama dan keuntungan maksimal bisa diperoleh peternak. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usahaternak ayam joper ini adalah : kandang, pakan, penangan penyakit.

Kandang. Sebagai komponen penting, kondisi kandang harus baik, dimulai dari pemilihan lokasi strategis yang jauh dari pemukiman penduduk dan lingkungan udara yang sesuai untuk ayam. Lingkungan yang baik dipengaruhi suhu udara dan kelembaban. Adanya sumber air merupakan hal yang sangat penting. Untuk kandang DOC perlu diberikan penghangat, agar DOC tidak kedinginan. Suhu kandang jangan terlalu panas, sekitar 30-32o C saja. Struktur, tata letak serta peralatan perkandangan yang baik juga hal yang penting. Jika ayam joper dipelihara dari DOC hingga panen, dibedakan antara kandang pemeliharaan DOC dan kandang pembesaran.

Kandang DOC, digunakan mulai umur 0-3 minggu. Umumnya berbentuk box yang di dalamnya terdapat sumber pemanas buatan yang berfungsi sebagai penghangat. Penghangat ini berupa lampu dengan kekuatan 5-10 watt. Selain menggunakan baby box, DOC juga bisa dipelihara di kandang postal. Penghangat yang digunakan pada tipe kandang postal adalah central heater, seperti Indukan Gas Medion (IGM). Pemeliharaan DOC menjadi hal yang sangat diprioritaskan karena fase ini menentukan hasil panen yang akan diperoleh. Perkembangan DOC harus diperhatikan setiap harinya.

Kandang pembesaran. Pada umumnya ukuran kandang lebar 6-9 meter dan panjang 50-70 meter. Kapasitas sekitar 8 ekor/m² untuk ayam yang sudah siap panen. Perlu pengaturan agar ayam tetap dalam kondisi nyaman dan tidak berdesak-desakan. Semakin bertambah umur ayam maka dibutuhkan kandang yang lebih luas.

Pakan, tidak kalah penting untuk diperhatikan agar asupan nutrisi dan gizinya terpenuhi sehingga bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dengan masa pemeliharaan yang cukup singkat, ayam joper tidak membutuhkan banyak pakan. Kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan sangat menentukan produktivitas ayam joper. Perlu diperhatikan juga saat melakukan pergantian pakan ke periode selanjutnya harus dilakukan secara bertahap agar ternak dapat beradaptasi dengan kualitas pakan yang baru. Sebelum dan sesudah pergantian pakan juga berikan multivitamin seperti Vita Stress. Pemberian pakan jangan sampai terlambat karena akan berpengaruh terhadap bobot badan.

Beberapa jenis pakan yang baik untuk ayam joper : 1) Pakan Jadi, yang dapat diberikan kepada ayam joper DOC. Hal ini karena pakan jadi mudah dicerna oleh anak ayam. Selain itu, pemberian pakan jadi juga bertujuan untuk meningkatkan nutrisi bagi ternak; 2) Dedak, merupakan by product dari proses penggilingan padi. Dedak merupakan jenis bahan baku ransum yang sudah lazim diberikan pada ternak karena mengandung sumber energi dan asam amino yang tinggi. Energi metabolisme pada dedak yaitu 2.340 kkal/kg. Pemberian dedak perlu dibatasi karena mengandung 10,2% serat kasar yang sulit dicerna. Batasan penggunaan dedak pada ayam joper yaitu 10-15%; 3) Tepung onggok, yang berasal dari limbah olahan singkong menjadi tepung tapioka. Kandungan metabolismenya cukup tinggi yaitu sekitar 2.956 kkal/kg. Namun pemberiannya dibatasi hanya 5-10% saja; 4) Pollard, merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu. Pollard cocok dijadikan bahan pakan ayam joper. Namun, penggunaannya harus dibatasi sekitar 5-10% saja. Meskipun kandungan energinya tergolong tinggi, tapi kandungan serat yang dimiliki dapat membuat ayam diare; 5) Jagung, merupakan biji-bijian yang disenangi oleh ayam. Selain itu, jagung banyak mengandung karbohidrat. Pemberiannya bisa disesuaikan dengan umur ayam. Jagung bisa diberikan dalam bentuk utuh, jagung giling kasar ataupun jagung giling halus. Pakan jagung yang berbentuk utuh bisa diberikan pada ayam joper yang sudah dewasa. Bentuk partikel yang baik untuk diberikan ke ayam joper adalah pakan bentuk pelet. Pelet adalah pakan yang digiling dan kemudian dipadatkan. Pakan yang satu ini sangat disukai ayam karena bisa meningkatkan nafsu makan selain efisiensinya lebih tinggi dibandingkan dengan pakan bentuk tepung (mash). Air minum juga harus selalu tersedia atau ad libitum. Perhatikan juga kualitas air minum baik fisik, kimia maupun kandungan mikroorganismenya.

Kesehatan ayam. Sebelum ayam diserang oleh berbagai penyakit lakukan tindakan preventif terlebih dahulu, antara lain dengan cara: 1) Menjaga kebersihan kandang dan peralatan, yang meliputi sanitasi dan desinfeksi. Terapkan pengontrolan lalu lintas orang yang keluar masuk kandang. Semprot kandang dan lingkungan sekitarnya minimal dua kali seminggu dengan Medisep/ Antisep/Neo Antisep serta sanitasi air minum dengan Desinsep. Bersihkan dan buang feses yang menumpuk; 2) Isolasi ayam joper yang sakit, dengan memisahkannya sehingga penularan dapat diminimalkan terutama penyakit Coryza. Sedangkan ayam joper yang mati segera dikeluarkan dari kandang dan dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar; 3) Vaksinasi, untuk menciptakan antibodi sehingga daya tahan tubuh ayam joper lebih optimal (Inang Sariati).

Dari berbagai sumber 

PENGUNJUNG

2538

HARI INI

64232

KEMARIN

37670414

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook