Materi Penyuluhan

MENJAGA KUALITAS DAGING MELALUI SANITASI KANDANG

Rabu, 09 Jun 2021
Sumber Gambar : www.google.com

Semakin hari permintaan masyarakat akan daging semakin meningkat. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kemampuan dan daya beli masyarakat itu sendiri yang semakin membaik serta kesadaran akan pentingnya arti gizi bagi keluarga. Kondisi demikian memberi peluang yang menjanjikan untuk para peternak khususnya sapi potong agar dapat meraih keuntungan disamping tetap konsisten dengan usahanya memenuhi permintaan konsumen. Banyak komponen yang harus dikelola secara baik dalam budi daya sapi potong. Salah satu diantaranya adalah sanitasi kandang.

Sanitasi merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kesehatan ternak sapi melalui serangkaian kegiatan kebersihan. Melakukan sanitasi yang baik dan benar secara berkala, meminimalisir kejadian penyakit pada ternak sapi baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun mikroorganisme pencemar lainnya.

Saat ini, sanitasi kandang sudah merupakan sebuah kewajiban dan standar persyaratan dalam manajemen peternakan. Peraturan yang berlaku dari pemerintah pun juga mengharuskan para peternak untuk melakukan sanitasi. Perusahaan juga pastinya mengharuskan sanitasi untuk menjaga kualitas produk mereka. Semua standar dan peraturan yang berlaku terkait dengan sanitasi didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan produk ternak yang higienis agar kandungan gizi di dalamnya terjaga. Belum lagi, sanitasi juga mengurangi risiko penyakit pada masyarakat yang disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme pada produk ternak yang dikonsumsi. Apalagi, kontaminasi mikroorganisme dapat terjadi di semua titik proses produksi.

MANFAAT DAN KEGIATAN SANITASI KANDANG

Sanitasi memiliki berbagai keuntungan. Bukan hanya bagi masyarakat yang mengonsumsi produk ternak, tapi juga bagi para peternak itu sendiri. Di antara berbagai manfaat sanitasi pada ternak adalah: 1)Mencegah serangan penyakit pada hewan ternak; 2)Menekan biaya pengobatan hewan ternak; 3)Menjaga kesehatan hewan dan meningkatkan daya tahan tubuhnya; 4)Meningkatkan nafsu makan ternak, sehingga berat badannya selalu terjaga (tidak kurus); 5)Kualitas daging atau produk selalu terjaga karena terbebas dari kontaminasi mikroorganisme; 6)Kondisi kandang dan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman bagi peternak.

Adapun rangkaian kegiatan sanitasi kandang yang wajib dilakukan yaitu : a. selalu membersihkan peralatan yang telah digunakan dengan cara : 1)Menggunakan disinfektan seperti : creolin, Lysol, dan lain-lain; 2)Menjemur langsung pada cahaya matahari; 3)Menggunakan air mendidih; b. Menjaga kebersihan kandang dengan cara: 1)Merancang ventilasi kandang agar aliran udara dapat berjalan dengan lancar; 2)Merancang bangunan kandang agar sinar matahari dapat masuk kedalam kandang; 3)Tidak membiarkan kotoran sapi menumpuk di kandang tetapi membersihkannya sesering mungkin, minimal dua kali sehari; 4)Segera membersihkan sisa-sisa pakan yang tercecer di lantai kandang; 5)Menyiram lantai kandang dengan teratur dan menggunakan desinfektan untuk membasmi mikroorganisme, baik itu kuman maupun bakteri, dari dalam kandang; c. Membersihkan wadah pakan dan minum ternak setiap hari. Hal ini penting karena ternak, terutama sapi, tidak suka jika ada makanan sisa yang kotor dan beraroma tak sedap di wadah pakan mereka; d)Menjaga kebersihan areal diluar kandang, seperti membersihkan semak-semak, sampah peternakan, dan lain-lain; e.Menjaga kebersihan badan sapi, salah satunya dengan cara memandikan sapi. Badan sapi terutama pada bagian kulit, seringkali kotor akibat kulit ari yang mengelupas atau debu/ lumpur yang melekat bersama dengan keringat dan lemak sapi. Kulit yang kotor ini dapat menyebabkan hal-hal yang merugikan yaitu : 1)Radang kulit; 2)Menyulitkan sapi untuk membuang zat yang merugikan melalui keringat; 3)Sapi kesulitan untuk mengatur suhu badannya; 4)Mengganggu kenyamanan sapi sehingga pertumbuhannya tidak maksimal; f. Segera mengubur dalam-dalam atau membakar bangkai sapi yang mati akibat penyakityang membahayakan; g. Menjaga kebersihan petugas/ pekerja kandang, untuk menghindari penyebarluasan kuman dengan cara selalu membersihkan anggota badan dengan air hangat dan sabun ataupun disinfektan; h. Menjaga kebersihan pakandengan cara menghindari pemberian pakan yang tercemar oleh bahan-bahan yang membahayakan seperti : 1)Tanah ataupun lumpur kotor; 2)Hama ulat; 3)Jamur/cendawan; 4)Terkontaminasi logam seperti Besi (Fe), Seng (Zn), dan lain-lain; 5) Racun alami pada pakan hijauan seperti daun koro, beberapa jenis daun ketela pohon, turi bunga merah, dan lain-lain (Inang Sariati).

 

Diambil dari berbagai sumber

PENGUNJUNG

3188

HARI INI

64232

KEMARIN

37671064

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook