Materi Penyuluhan

BUDIDAYA TERNAK BEBEK PEKING

Rabu, 09 Jun 2021
Sumber Gambar : https://paktanidigital.com

Tak bisa dipungkiri, kebutuhan masyarakat akan ketersediaan protein hewani semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring pertambahan penduduk dan kesadaran arti pentingnya kesehatan. Salah satu sumber protein hewani ini berasal dari ternak unggas khususnya itik atau bebek, baik berupa bebek pedaging maupun bebek petelur. Berbagai jenis bebek unggul banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satu diantaranya adalah bebek peking.

Sebelum melakukan budidaya bebek peking, mari kita mengenali lebih jauh seperti apa jenis unggas yang satu ini. Bebek peking adalah bebek pedaging yang berasal dari negeri China. Berbeda dengan bebek pada umumnya, bebek peking termasuk bebek kualitas unggul dengan dwifungsi. Disamping sebagai penghasil daging ia juga bisa memproduksi telur. Memiliki warna yang putih seperti angsa, badan yang besar dan lebih tahan terhadap penyakit. Keuntungan memelihara bebek peking, karena dalam waktu sekitar 2–3 bulan sudah mencapai bobot badan 3-3,5 kg. Potensi pasar untuk daging dan telur bebek pun cukup tinggi karena dagingnya gurih, empuk, dan lembut. Tentu saja dengan nilai gizi yang cukup tinggi. Selain itu, bebek peking tahan terhadap segala cuaca, kurang membutuhkan air dibandingkan bebek jenis lainnya, mempunyai bentuk yang lebih seragam, warna karkas kuning, dagingnya tidak alot dan mudah diolah. Bebek peking mampu hidup pada kandang yang sederhana atau dengan cara diumbar dengan pemberian pakan yang mudah ditemukan seperti cacing, dedak, bekatul, dan sisa tanaman lainnya serta sifatnya yang tidak kanibalisme. Pemeliharaan bebek peking tidaklah sulit. Beberapa langkah penting yang harus diperhatikan adalah: bibit, kandang, pakan dan kesehatan.

Pemilihan bibit. DOD (Day Old Duck) merupakan bibit bebek yang berumur antara 1-7 hari. DOD dapat dibeli dari supplier atau ditetaskan sendiri. Jarak antara kandang dengan supplier harus diperhitungkan. Jika jaraknya dekat, belilah DOD berumur 3-4 hari. Tetapi kalau jauh umur DOD antara 6-7 hari. Hal ini untuk meminimalisir tingkat kematian bebek akibat stres di perjalanan. Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat dengan warna bulu kuning mengkilap. Ciri lainnya: tubuh bebek terlihat tegap, nafsu makan bagus, banyak beraktifitas dan bergerak lincah, berat sekitar 40 gram, matanya jernih, bebas dari berbagai penyakit.

Kandang, terbagi 2 yaitu kandang boks untuk pemeliharaan dari DOD hingga umur 3 minggu dan kandang pembesaran. Kandang boks bisa terbuat dari boks dengan lantai ram atau kawat. Di dalam kandang perlu diletakkan lampu pemanas dengan kekuatan 10-25 watt tergantung suhu sekitar kandang. Kandang pembesaran, ketika bebek telah berumur 3 minggu hingga usia panen. Kandang ini dapat berbentuk kandang postal, kandang ren atau setengah terbuka dan kandang cage atau kandang panggung. Masing-masing kandang mempunyai kelebihan dan kelemahan. Untuk memaksimalkan produksi daging bisa menggunakan kandang kering sistem postal atau litter. Kapasitas kandang 1 meter bisa mencakup 12 bebek siap konsumsi. Jadi saat mulai beternak dapat mengukur luas lahan dan bebek yang ingin dipelihara.

Pemberian Pakan. Pada saat DOD berumur 1-3 minggu, berikan pakan pabrikan berupa voer dan konsentrat yang berkualitas baik. Selain itu juga berikan antibiotik, multivitamin,  dan probiotik. Pemberian pakan haruslah terjadwal, tepat waktu dan jangan sampai terlambat. Setelah berumur 3 minggu, berikan pakan yang dicampur yaitu konsentrat dan pakan buatan dengan perbandingan 1 : 2. Untuk menghasilkan daging yang rasanya tidak begitu amis maka pemberian tepung ikan maksimal 2 %. Untuk bebek pedaging bisa menggunakan konsentrat seperti 511. Pakan alternatif bisa didapatkan seperti nasi aking, bekatul dan bahan pakan tambahan seperti tepung dedaunan, tepung tulang, tepung ikan tepung daging yang pemberiannya perlu dibatasi. Selain beberapa pakan bebek tersebut masih banyak pakan lain yang bisa di gunakan seperti daun pepaya, jagung kuning dan bekicot. 

Pengontrolan Kesehatan, harus menjadi perhatian supaya bebek tetap sehat. Lakukan pemeriksaan secara berkala dan teratur. Beberapa penyakit yang sering menyerang bebek dan cara mengatasinya : a) Berak kapur, ditandai dengan kotoran bebek yang berwarna hijau bercak putih. Penyebabnya bakteri Salmonella typhimurium. Mengatasinya dengan pemberian sulfa, nitrofuran atau antibiotik lain yang dicampurkan ke dalam pakan; b) Bebek lumpuh, disebabkan mengkonsumsi pakan yang sudah kadaluarsa dan berjamur, serta terlalu sering berada di tanah yang becek. Mengatasinya, dengan menelankan bongkahan kecil es batu pada ternak bebek peking; c) nafsu makan berkurang, mengatasinya dengan memberikan air minum sebanyak satu liter yang dicampur dengan prebiotik SOC 2,5 ml dan vitamin; d) gangguan tenggorokan, biasanya disebabkan oleh cacing yang menempel pada tenggorokan. Mengatasinya, dengan mengambil cacing tersebut menggunakan pinset serta membuangnya. Selanjutnya berikan obat Tetrachlor atau obat cacing khusus unggas.   

Demikian sekelumit cara budidaya ternak bebek peking. Perlu juga dipahami agar budidaya bebek peking pedaging memberikan hasil lebih menguntungkan, pilihlah bebek yang jantan karena laju pertumbuhan bebek peking jantan lebih cepat dibandingkan dengan bebek betina. (Inang Sariati)

 

Informasi dari berbagai sumber

 

PENGUNJUNG

2562

HARI INI

64232

KEMARIN

37670438

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook