Materi Penyuluhan

PELAKSANAAN VAKSINASI PADA UNGGAS

Rabu, 09 Jun 2021
Sumber Gambar : https://www.dictio.id

Vaksinasi merupakan istilah yang sudah sangat umum dan bahkan sangat viral akhir-akhir ini di masyarakat kita. Hal ini dikarenakan adanya pro dan kontra dalam menghadapi wabah pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh dunia dan entah kapan akan berakhir. Sedangkan di bidang peternakan khususnya unggas, vaksinasi merupakan kegiatan yang rutin dan bagian yang tidak terpisahkan agar ternak tetap produktif dan terjaga kesehatannya.

Kegiatan vaksinasi pada unggas dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya bisa dilakukan melalui : mata, hidung, mulut, penyuntikan, pakan, minum, dan penyemprotan.

  1. Tetes Mata (Intra-ocular). Cara ini dilakukan dengan meneteskan vaksin ke mata ayam. Pelaksanaannya : 1)Tuangkan pelarut ke dalam botol vaksin hingga terisi 2/3 bagian botol; 2) Tutup botol, lalu kocok secara perlahan hingga vaksin tercampur merata; 3) Ganti tutup botol dengan tutup botol untuk vaksin tetes mata; 4) Agar vaksin cepat habis, bagi vaksin menjadi 3-4 bagian yang dipakai secara bersamaan oleh vaksinator yang berbeda.
  2. Tetes Hidung (Intranasal). Dilakukan dengan cara meneteskan vaksin ke dalam lubang hidung. Tahapan pelaksanaan vaksinasi ini sama seperti vaksinasi tetes mata.
  3. Melalui Mulut atau Cekok (Intraoral). Vaksin diumpankan ke ayam melalui mulutnya dengan cara dicekok. Pelaksanaan vaksinasi ini sama dengan cara vaksin melalui air minum. Perbedaannya, vaksinasi dilakukan pada ayam secara individu sehingga setiap ayam mendapatkan dosis vaksin yang sama. Sebagai contoh : 1.000 ekor ayam akan dicekok 0,5 cc/ekor, sehingga air yang diperlukan sebanyak 500cc. Satu vil vaksin (dosis untuk 1.000 ekor) diampur dengan air akuades hingga 2/3 volume botol vaksin dan diaduk hingga tercampur merata. Setelah dituangkan ke dalam 500cc akuades. Larutan vaksin diaplikasikan melalui mulut atau dicekok.
  4. Suntik Daging (Intramuscular). Dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin ke dalam daging. Biasanya, penyuntikan dilakukan di bagian dada dan paha. Vaksin yang disuntikkan bisa berupa vaksin yang masih hidup atau sudah mati. Cara pencampuran vaksin dan banyaknya air yang dibutuhkan untuk vaksin hidup sama seperti pada vaksinasi melalui mulut. Vaksinasi dilakukan melalui jarum suntik dengan pelaksanaan sebagai berikut : 1) Sebelum digunakan, kocok vaksin ecara hati-hati hingga tercampur merata; 2) Suntikkan vaksin ke daging dengan dosis sesuai anjuran; 3) Semua peralatan yang digunakan harus steril, baik ketika melakukan vaksinasi maupun setelah digunakan.Suntik Bawah Kulit (Subcutaneous)
  5. Suntik Bawah Kulit (Subcutaneous). Dilaksanakan dengan cara menyuntikkan vaksin di bawah kulit, biasanya di area sekitar leher. Pelaksanaannya sama dengan persiapan melakukan vaksinasi suntik daging.
  6. Melalui Air Minum (Drinking Water). Cara ini dilakukan dengan menuangkan vaksin ke dalam air yang disediakan untuk minum ayam. Air yang digunakan untuk melarutkan vaksin harus bersih dan bebas klorin. Peralatan yang harus dipakai harus bebas dari disinfektan lebih dari dua hari. Untuk memperpanjang umur vaksin, tambahkan 2-5 gram skim per liter air (tergantung dari kondisi air) ke dalam air.

Sebagai contoh, jumlah air yang digunakan untuk vaksinasi 1.000 ekor ayam yang berumur 7-4 hari adalah 10-14 hari adalah 10-20 liter. Sementara itu, air yang sudah dicampur dengan vaksin harus segera diberikan secara merata kepada ayam. Sebelum diberikan vaksin, ayam harus dipuasakan selama 1 jam. Disamping itu, tempat minum ayam harus terhindar dari sinar matahari langsung.

  1. Penyemprotan (Spray). Cara ini sering digunakan untuk memberikan vaksin kepada ayam yang baru berumur satu hari. Sebelum ayam tersebut dimasukkan ke dalam kandang pemanas, alat semprot yang akan digunakan harus sudah terpasang sehingga boks ayam bisa langsung dimasukkan ke dalam kotak sprayer. Setelah semua peralatan siap, vasinasi segera dilaksanakan dengan cara menyemprotkan vaksin sebanyak 1-2 kali. Aplikasi vaksinasi untuk ayam besar dilakukan dengan menggunakan sprayer khusus. Aplikasi ini akan lebih efektif jika dilakukan di lingkungan yang terkontrol atau tidak banyak angin.
  2. Tusuk Sayap (Wing web). Dilaksanakan dengan cara menusukkan jarum di sekitar selaput sayap ayam dari arah bagian dalam sayap. Cara melarutkan vaksin metode ini sama dengan cara melarutkan vaksin melalui tetes mata. Pelarut yang digunakan biasanya pelarut khusus untuk vaksinasi melalui tusuk sayap. Alat yang dipakai dalam vaksinasi ini berupa jarum bercabang dua.
  3. Melalui Pakan (Feeding). Dilaksanakan dengan cara mencampurkan vaksin ke dalam pakan ayam. Cara ini biasanya digunakan untuk pengaplikasian vaksin cocci. Pakan yang dipakai harus bebas dari preparat anticocci (amprolium, sulfaquinoxaline, dan preparat sulfa lainnya). Pelaksanaannya, vaksin dicampur ke dalam pakan, lalu diberikan kepada ayam. Tempat pakan yang dipakai untuk vaksinasi adalah tempat makan ayam.

Demikian sekilas tentang vaksinasi dan cara melakukannya. Semoga dengan pemberian vaksin yang tepat dapat membentuk dan menambah antibodi atau kekebalan tubuh bagi ternak unggas kita sehingga terhindar dan kebal terhadap berbagai penyakit dan pada akhirnya produksi akan optimal. (Inang Sariati)

 

Dari berbagai sumber

PENGUNJUNG

3266

HARI INI

64232

KEMARIN

37671142

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook