Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN LADA DENGAN BERBAGAI TANAMAN SELA

Senin, 31 Mei 2021
Sumber Gambar : Koleksi BPTP Bangka Belitung

Pendahuluan

Tanaman lada memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan perekonomian di Bangka Belitung sebagai sumber devisa, penyedia lapangan kerja, bahan baku industri dan konsumsi langsung. Bertanam lada telah dilaksanakan secara turun menurun dan sudah merupakan budaya masyarakat di Bangka Belitung. Dalam bertani lada, petani masih secara subsisten dan tidak ramah lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan produksi perkebunan lada rakyat relatif rendah dan jauh dari potensi optimalnya.

Teknologi tanaman sela lada atau biasa dikenal dengan istilah multiple cropping adalah merupakan system tanam dalam satu areal lahan pertanian yang ditanami lebih dari satu jenis tanaman dalam satu periode yang sama dan diatur dalam barisan-barisan yang teratur dan rapi.

Kegiatan budidaya tanaman lada tumpangsari dengan tanaman sela bertujuan untuk menerapkan teknologi budidaya lada secara tepat dengan menanam tanaman sela di bawah tanaman lada untuk optimalisasi lahan dan peningkatan pendapatan petani. Dalam pelaksanaan budidaya tanaman lada tumpangsari dengan tanaman sela agar dapat dimanfaatkan oleh petani dan pengguna lainnya di Bangka Belitung menggunakan metode antara lain :  1). Transfer teknologi dan pendampingan yang melibatkan penyuluh pertanian mengenai teknologi budidaya lada dengan tanaman sela, dan 2). Pembuatan demonstrasi plot (demplot)

Hasil yang ini dilihat dalam pelaksanaan budidaya tanaman lada tumpangsari dengan tanaman adalah:

1). Meningkatnya wawasan petani terkait teknologi budidaya lada dan tanaman sela,

2). Petani mendapatkan pengalaman praktik langsung teknik budidaya daya lada yang tepat menggunakan bibit unggul, pupuk berimbang, sistem pemeliharaan yang baik seperti penyiangan gulma, penyulaman, dan pengairan,

3). Demplot sebagai percontohan untuk penerapan teknologi budidaya lada dengan tanaman sela seperti padi, kacang tanah, kacang kedelai dan sorgum.

Untuk meningkatkan daya saing petani lada dapat  ditempuh  dengan  meningkatkan  pendapatan petani  melalui  peningkatan  pemanfaatan  lahan  dan peningkatan produktivitas. Peningkatan pemanfaatan  lahan  dapat  ditempuh  dengan  cara  :

1)   Meningkatkan   populasi   tanaman   per   satuan luas, 

(2)  meningkatkan  tanaman  per  satuan  tiang panjat,

3). Meningkatkan tinggi tajar,

4). Menanam tanaman  sela,  dan

5). kombinasi  dari  ketiga  cara tersebut  di  atas. 

Konsekuensi   memperlebar   jarak   tanaman adalah  tidak  optimalnya  pemanfaatan  lahan  karena populasi  tanaman  menjadi  berkurang  dan  hal  ini secara  langsung  akan  berpengaruh  terhadap  hasil yang  akan  dicapai  per  satuan  luas.  Permasalahan seperti    ini    akan    dapat    dikompensasi melalui pemanfaatan  lahan  di  antara  tanaman  lada  dengan menanam   berbagai   macam   tanaman   sela   yang kompatibel dan tidak menjadi pesaing bagi tanaman pokoknya, tidak menjadi        inang bagi berkembangnya     hama     dan     penyakit,     dapat membantu   memperbaiki   kesuburan   lahan,   dan dapat  meningkatkan  pendapatan  usahatani. 

Pendapat Para Ahli mengenai pola tanam lada dengan tanaman sela

Wahid (1992) mengemukakan bahwa  aspek  penting  yang harus dipertimbangkan   dalam   teknik   budidaya pola tanam   adalah   kompatibilitas   antara   tanaman pokok  dengan  tanaman  sela  yang  meliputi  :  1). Tidak ada pengaruhyang saling merugikan di dalam pemanfaatan  cahaya,  hara,  air,  dan  CO2,  2). Tidak memiliki  hama  dan  penyakit  yang  sama,  dan  3). Sedapat  mungkin  memiliki  pengaruh  yang  saling menguntungkan  dalam  memenuhi  kebutuhan  haradanmenekan    serangan    hama    dan    penyakit. Dalam  bidang pengelolaan  hama, Risch   (2005) mengemukakan   bahwa   pola tanam tanaman  sela  merupakan  praktek  budidaya  yang penting     dalam     pengelolaan     hama     tanaman didasarkan   pada   prinsip   peningkatan   diversitas ekosistem.

Beets (1982) menyatakan bahwa dibutuhkan teknik budidaya yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan. Efisiensi penggunaan lahan tersebut dapat ditingkatkan dengan menanam beberapa jenis tanaman dalam satu bidang yang sama dan waktu yang bersamaan. Teknik budidaya yang dapat dilakukan antara lain tumpang sari (inter croping) tanaman sela (alley croping), dan tumpang gilir (relay croping). Tanaman sela (alley croping) akan meningkatkan iklim mikro kondisi lahan pertanian dan juga hasil panen, lebih efisien dalam penggunaan sumber daya air dan hara, serta tenaga kerja. Tanaman sela selain meningktatkan kesuburan tanah dapat juga meningkatkan ekonomi dari lahan subur (Quikenstein et al. 2009). Sesuai dengan penelitian Setiawati dan Asandhi (2003) bahwa teknik tumpang sari dapat meningkatkan produktivitas total lebih tinggi (91-94%) daripada ditanam secara tunggal.

Kesesuain tanaman sela dengan tanaman pokok menentukan keberhasilan penerapan pola pemanfaatan lahan. Menurut Nelliat (1974) kriteria yang harus dipenuhi dalam pemilihan tanaman sela adalah:

  • Mencapai sasaran agronomi (agronomi possibility), yaitu pola yang diterapkan harus dapat menjamin penigkatan dan keberlangsungan produksi tanaman pokok dan tanaman sela.
  • Memenuhi kelayakan sosial ekonomi (social desirablity and economic feseability), yaitu pola yang diterapkan sesuai dengan keadaan sosial petani dan menghasilkan nilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan petani.
  • Praktis untuk diterapkan (applicable), yaitu sesuai dengan keterampilan dan budaya masyarakat petani.
  • Di dukung oleh tersedianya institusi-institusi yang membantu petani dalam penyediaan sarana produksi, teknologi, unit pengolahan, dan penciptaan pasar dari produk-produk yang dihasilkan.

Tumpangsari Tanaman Lada dengan tanaman Sela

Beberapa kajian pola tanam tanaman lada dengan tanaman sela yang telah dilakukan antara lain:

  1. Pola tanam lada dengan tanaman obat (jahe, kunyit, temu lawak, kencur) + tanaman palawija (padi, jagung, kacang tanah, kedelai)
  2. Pola tanam tanaman lada dengan tanaman pangan (kacang-kacangan) dan hortikultura (pepaya, pisang dan cabe)
  3. Pola tanam tanaman lada dengan Colocasia taro menekan gulama dan serangan phythopthora.

Beberapa  tanaman  sela  yang  diduga  cukup kompatibel  ditanam  di  antara  tanaman  lada  perdu adalah tanaman sela kacang tanah dan kacang hijau. Kedua  jenis  tanaman  ini  merupakan  tanaman  darijenis   leguminosa   yang   dapat   juga   memberikantambahan unsur hara, terutama unsur nitrogen hasil fiksasi  dari  udara.  Di  samping  itu,  kedua  jenis tanaman  sela  ini  tidak  akan  menjadi  pesaing  bagi tanaman   lada   perdu   sebagai   tanaman   pokoknya dalam memanfaatkan sinar matahari karena habitus dan tajuk kedua jenis tanaman ini relatif lebih kecil dibandingkan tanaman pokoknya.

 

Menyusun Materi Penyuluhan Pertanian melalui media elektronik

 

Judul                          : Teknologi   Budidaya Tanaman  Lada  dengan Berbagai Tanaman

                                 Sela

Ditulis oleh               : Minas  Tiurlina  Panggabean, SP, M.Si         (BPTP     Kepulauan

                                 Bangka Belitung)

Sumber Bacaan      :  Berbagai sumber

 

                                           

                                 

 

PENGUNJUNG

52726

HARI INI

55732

KEMARIN

40811191

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook