Diseminasi Teknologi

Perbanyakan Vegetatif Tanaman Jeruk

Senin, 31 Mei 2021
Sumber Gambar : Balitjestro Balitbangtan

Pendahuluan

Teknik perbanyakan pada tanaman jeruk  ada 3 macam yaitu secara generatif, vegetatif dan kultur jaringan. Generatif yaitu perbanyakan tanaman melalui biji, vegetatif yaitu perbanyakan tanaman dengan menggunakan bagian  tanaman yang masih hidup antara lain akar, kulit batang atau pucuk tanaman. Sedangkan kultur jaringan yaitu perbanyakan secara in-vitro.  Teknik yang umum dan sering dilakukan petani dalam perbanyakan tanaman jeruk adalah secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan jeruk secara generatif relatif mudah dilaksanakan namun kelemahannya adalah membutuhkan waktu yang lama untuk bisa berproduksi. Perbanyakan jeruk secara vegetatif lebih diuntungkan menurut petani namun perbanyakan ini juga memiliki kelemahan.

Tanaman tahunan seperti tanaman jeruk dapat diperbanyak secara vegetatif dengan menggunakan berbagai metode namun secara keseluruhan metode ini tujuannya adalah sama yaitu untuk menghasilkan tanaman baru yang sama dengan induknya. Metode yang bisa digunakan dalam perbanyakan vegetatif tanaman jeruk antara lain stek, cangkok, okulasi dan grafting.

 

Cangkok

 

Metode perbanyakan dengan cangkok yaitu dengan cara menumbuhkan akar sebelum batang tanaman jeruk dipotong dan ditanam. Cara ini dianggap efektif karena dapat meminimalisir tingkat kegagalan dalam perbanyakan tanaman. Tanaman baru yang dihasilkan dari metode cangkok akan memiliki sifat yang sama persis seperti induknya. Jika hasilnya ada penyimpangan dari induknya biasanya ini disebabkan karena adanya  mutasi gen.

Syarat pemilihan dahan yang akan dicangkok adalah tanaman dalam keadaan sehat, dahan tidak terlalu muda, dan sudah berkayu. Teknik perbanyakannya dengan cara dahan dibersihkan dari daun dan cabang kecil, diiris seperti mau di okulasi tetapi agak panjang dan dalam. Pada irisan ditempatkan sepotong kayu sebagai media, irisan diolesi dengan perangsang akar. Kemudian dimasukan media berupa cacahan akar pakis, media dipadatkan diberi pembungkus plastik dan diikat. Akar pakis yang digunakan sudah dicacah lembut, direndam air dan diberi perangsang akar.

 

Stek

 

Stek merupakan perbanyakan tanaman dengan cara menanam atau menumbuhkan salah satu bagian dari tanaman. Bagian tanaman yang dapat di tumbuhkan untuk perbanyakan tanaman antara lain batang, akar dan daun. Stek lebih banyak menjadi pilihan petani dalam perbanyakan tanaman dikarenakan lebih praktis dalam penggunaannya, mudah dan waktu yang relatif singkat. Namun kelemahan pada stek jeruk ini adalah perakarannya yang kurang kuat sehingga mudah rebah jika ada tertiup angin kencang.

Stek jeruk dengan cara cabang atau batang di potong kira kira 15 cm, bekas potongan pada bagian atas ditutup dengan lilin sementara bekas potongan bagian bawah di celupkan pada zat perangsang akar. Media stek yang dapat digunakan adalah pasir dan sekam bakar dengan perbandingan 1:1. Selanjutnya dilakukan penyungkupan dengan menggunakan plastik, bisa secara satu persatu atau secara komunal.

 

Okulasi

 

Okulasi merupakan jenis teknik perbanyakan tanaman dengan cara menggabungkan dua tanaman sejenis melalui satu mata tempel. Teknik Okulasi mempunyai banyak kelebihan diantaranya dapat diperoleh tanaman dengan produktifitas yang tinggi, tanaman seragam dan proses penyiapan benih yang singkat. Namun teknik okulasi juga mempunyai kelemahan yaitu tingkat keberhasilan yang rendah karena itu untuk teknik ini dibutuhkan tenaga yang sudah ahli dalam pengokulasian. Ada tiga jenis okulasi pada tanaman buah yaitu T-budding, Chip-budding dan H-budding.

Teknik T-budding adalah dengan batang bawah kita bentuk pola seperti huruf T dan dikupas ke kanan dan ke kiri. Irisan batang atas diris menjadi lancip dirisan atas. Kemudian irisan tersebut dimasukan dari bawah ke atas dengan cara diselipkan, lalu bagian tersebut diikat dengan menggunakan tali plastik. Teknik Chip-budding dengan cara membuat potongan sepanjang 2 - 2,5 cm dengan kedalaman ¼ sampai 1/5 pada batang bawah. Kemudian batang atas diiris dari atas ke bawah, selanjutnya dilakukan pengikatan tadi pada irisan tersebut.

 

Grafting atau Sambung

 

Grafting merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman yang juga saat ini lebih banyak digrandungi petani dan penangkar benih jeruk. Teknik grafting dengan cara menggabungkan batang bawah dan batang atas dari dua tanaman yang sejenis sehingga akan dihasilkan tanaman baru yang mempunyai banyak kelebihan karena teknik ini mengabungkan dua sifat unggul tanaman yang berbeda. Batang bawah dipilih dengan perakarannya yang kuat dan bagus sementara batang atas digunakan seluruh bagian pucuk tanaman yang sehat sepanjang 7,5 – 10 cm.  

 

Top Working

 

                        Top Working adalah penyambungan yang dilakukan pada bagian atas tanaman dengan cara memotong cabang atau batang utama. Pada tanaman jeruk Top Working sangat potensial dalam upaya peremajaan varietas.  Teknik penyambungannya dengan cara menyisipkan entres yang sudah diiris bagian bawahnya ke kulit batang bawah yang sudah di belah sebelumnya. Pada teknik ini juga harus dilakukan penyungkupan dengan menggunakan plastik dan kertas dengan tujuan untuk menghindari penguapan yang tinggi.

PENGUNJUNG

52080

HARI INI

55732

KEMARIN

40810545

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook