Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI PERBANYAKAN TRICHODERMA, SP

Sabtu, 29 Mei 2021
Sumber Gambar : Waskhas.com

PENDAHULUAN

Sebagian petani saat ini dalam pengendalian  penyakit  tanaman masih mengandalkan penggunaan pestisida yang jika terus menerus menggunakan bahan kimia pertanaman lambat laun akan berdampak pada kerusakan lingkungan. Untuk itu perlu dikembangkan alternatif lain yang dapat diterapkan oleh pelaku utama selain penggunaan pestisida yaitu dengan pemanfaatan Biofungisida  yang dapat diaplikasikan ditanah sekitar perakaran tanaman untuk mencegah serangan penyakit yang disebabkan oleh cendawan tular tanah.   Secara teknis penggunaan bahan kimia tersebut  dapat diminimalisir dengan menggunakan agen hayati, salah satunya dengan menggunakan cendawan trichoderma. Agen ini dapat berperan sebagai cendawan antagonis bagi patogen dan menjadi antibiosis untuk tanaman. 

Trichoderma sp. merupakan jamur tanah yang sangat mudah didapatkan  di berbagai jenis tanah, di permukaan akar berbagai jenis tumbuhan, lahan pertanian, padang rumput, hutan rawa, bahkan di tanah yang miskin akan nutrisi. Trichoderma termasuk golongan cendawan yang dapat menghambatkan pertumbuhan cendawan lain penyebab penyakit pada tanaman yang dikenal dengan biofungisida selain itu Trichoderma sp. juga dapat berfungsi pengurai unsur-unsur hara yang terikat oleh tanah sehingga mudah diserap oleh tanaman  dengan kata lain dapat berfungsi sebagai bioaktivator.

Peranan

Beberapa species Trichoderma sp. bersifat antagonis yang menyebabkan kematian dan menghancurkan hifa inangnya dengan sekresi satu atau lebih antibiotik dengan sifat hiperparasit dan persaingan hara.

OPT Sasaran

Yang menjadi sasaran jamur Trichoderma sp adalah berbagai penyakit yang diakibatkan cendawan tular tanah seperti :

  • Layu Fusarium
  • Busuk buah Antraknosa Colletotrichum
  • Layu bakteri Pseudomonas solanacearum
  • Busuk pangkal batang Phytoptora sp.

Kelebihan penggunaann Trichoderma sp. sebagai pengendalian penyakit adalah

  • Mampu berkembang biak sendiri dialam, sehingga walaupun hanya satu kali diinfestasikan ketanah disekitar perakaran keberadaan bisa berlangsung lama asalkan kondisi lingkungan sesuai dengan perkembangannya .
  • berpengaruh pada peningkatan jumlah daun pada bibit bila diaplikasikan dengan pencelupan dan penyiraman ternyata
  • Dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan  tanaman yang 
  • Tingkat keberhasilan pengendalian hama tinggi dengan biaya yang rendah dalam periode waktu yang lama.
  • Agen pengendalian hayati aktif mencari inang atau tidak berpengaruh negatif terhadap mangsanya, tumbuh dan  berkembang mengikuti dinamika populasi inang atau mangsanya.
  • Tidak berpengaruh negatif terhadap manusia dan lingkungan
  • Umumnya spesies hama tidak mampu berkembang menjadi resisten terhadap agens pengendalian hayati.

Langkah perbanyakan Trichoderma sp baik pada media beras maupun pada media jagung adalah sebagai berikut:

  • Cuci beras/jagung sampai benar-benar bersih
  • Tiriskan sampai airnya tidak menetes lagi
  • Kukus beras/jagung selama 10 Menit (waktu dihitung setelah air kukusan sudah mendidih)
  • Angkat dan dinginkkan lalu masukkan kedalam plastik bening dengan volume 100 gram atau sesuai keinginan
  • Setelah didalam plastik, kukus kembali selama 10 menit (waktu dihitung setelah air kukusan sudah mendidih)
  • Angkat dan dinginkan. Setelah dingin, inokulasikan isolat Trichoderma sp kedalam plastik dengan menggunakan kawat atau lidi yang sebelumnya telah disterilkan
  • Lipat plastik kemudian rekatkan dengan menggunkan hekter
  • Inkubasi selama 7-10 hari dalam wadah yang minim pencahayaan.
  • Trichoderma sp siap diaplikasikan.

Cara Aplikasi Trichoderma sp :

Pada Pembibitan :

Basahi benih kemudian campurkan dengan trichoderma  aduk hingga merata, perbandingan 5-10 gr trichoderma / 100 gr benih atau biji, diamkan selama 30 menit kemudian benih siap disemai.

Untuk tanaman hortikultura/palawija:

  • Aplikasikan dengan menggunakan dosis 5-10 gram trichoderma/tanaman  dengan cara ditabur pada daerah perakaran
  • Siram secukupnya atau dapat pula dikocorkan ke sekitar perakaran dengan cara melarutkan trichoderma kedalam 1 liter air bersih dan dapat juga ditambahkan 2 sendok makan gula merah lalu diamkan selama 1 malam dalam kondisi tertutup. Larutan trichoderma siap diaplikasikan ke tanaman

Tanaman tahunan (perkebunan)

Dapat diaplikasikan dengan menggunakan dosis 20 gram trichoderma/tanaman  dengan cara ditabur pada daerah perakaran lalu disiram secukupnya atau dapat pula dikocorkan ke sekitar perakaran dengan cara melarutkan trichoderma kedalam 1 liter air bersih dan dapat juga ditambahkan 2 sendok makan gula merah lalu diamkan selama 1 malam dalam kondisi tertutup. Larutan trichoderma siap diaplikasikan ke tanaman

Sumber :  Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

                Universitas PGRI Palembang

Penyusun: Nasriati

PENGUNJUNG

47388

HARI INI

55732

KEMARIN

40805853

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook