Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI PERBANYAKAN PISANG KONVENSIONAL

Selasa, 25 Mei 2021
Sumber Gambar :

Teknologi perbanyakan benih pisang umumnya menggunakan metode konvensional untuk menghasilkan tanaman baru, metode itu adalah belahan bonggol (Bit), dan mematikan titik tumbuh. Adapun keuntungan dari metode ini dari perbanyakan benih dari bonggol :

  1. Memperoleh benih dalam jumlah banyak dan bentuknya seragam;
  2. Memudahkan pengangkutan;
  3. Tahan lama dalam penyimpanan;
  4. Memudahkan perlakuan benih untuk pencegahan serangan OP

 

Tahapan-tahapan dalam perbanyakan benih/bibit dari belahan bonggol yaitu :

Pemilihan Pohon Induk dari Rumpun yang sehat

Tanaman yang dipilih untuk pohon induk bisa berupa rumpun dewasa yang sudah berbuah dan menghasilkan anakan, atau dari anakannya yang sudah berdaun pedang, diambil dari varietas yang unggul, sehat dan bebas dari hama dan penyakit, pohon induk sudah terdaftar. Jenis atau varietas tergantung selera bisa pisang Mas, susu, ambon, cavendis yang laku dipasaran.

 

Cara Pengambilan Calon Bibit dari Bonggol Pisang

  • Pilih pohon induk yang dewasa dan unggul, sehat dan bebas dari hama ppenyakit;
  • Bongkar pohon/bonggol dengan alat cangkul atau linggis; bisa dari pohon induk dewasa yg sudah dipanen dan bisa dari anakan yg sudah berdaun pedang.
  • Bersihkan bonggol dari tanah dan akar-akar yang masih menempel secara hati-hati agar mata tunas tidak rusak;
  • Potong batang semu dan sisakan 10 – 12,5 cm di atas pangkal bonggol
  • Periksa warna  bonggol  pada  bekas  potonga  Bila  berwarna  putih  menunjukan bonggol itu sehat;

 Perkembangan benih pisang

  1. Benih rebung:

Bentuk benih ini berupa tunas yang belum berdaun, tinggi antara 20 – 40 cm. Cara ini mudah melakukan pembongkaran karena tunas masih kecil dan berada di dekat permukaan tanah.

  1. Benih anakan muda

Berupa tunas yang sudah keluar daun, tetapi daunnya masih menggulung sehingga menyerupai pedang, tingginya antara 41 – 100 cm.

  1. Benih anakan sedang

Berupa tunas yang telah berdaun mekar sehelai, tingginya antara 101 – 150 cm.

  1. Benih anakan dewasa

Anakan yang telah berdaun lebih dari dua helai, tingginya antara 151 – 175 cm.

 

Cara Perlakuan pada Calon Bibit dari Bonggol

  • Potong atau belah bonggol tersebut arah membujur sehingga menjadi beberapa belahan bonggol menurut ukuran mata tunas dengan ukuran 10 x 10 x 10 cm.
  • Matikan titik tumbuh/maristem yang ada dalam bonggol dengan merusak atau memotongnya.
  • Kemudian masukan belahan bonggol kedalam air panas 55° C selama 60 menit atau larutan fungisida/asap cair dan agenshayati atau larutan ZPT 20 ppm selama 10-15 menit. Tujuan merendam ke dalam air panas adalah untuk menghilangkan hama penyakit dan ZPT untuk merangsang pertumbuhan tunas.
  • Angkat dan kering anginkan benih di tempat yang teduh dengan menggunakan alas plastic selama satu hari

Cara menyiapkan media tanam/semai

-       Siapkan media tanam/semai yg merupakan campuran tanah dengan pupuk kandang yg telah disterilkan dulu dengan cara mengukus selama 2 jam sejak air mendidih.

-       Masukkan media tanam yg sudah diperlakukan tersebut  kedalam polibag berukuran 30 x 30 cm atau bisa juga pada media seedbag dengan ukuran 100 x 200 cm

 

Cara menanam bibit bonggol  di polybag :

-       Siapkan bonggol pisang yang telah dipotong-potong dan telah diperlakukan.

-       Masukkan bonggol pisang tersebut kedalam polibag yang telah berisi media tanam.

-       Tempatkan ditempat yang ternaungi atau tempat yang teduh,

-       Selama pertumbuhan dipersemaian polibag peliharalah dengan disiram dan diberi pupuk organic

-       Setelah  bibit  semai  di  polibag,  letakan  pada  tempat  teduh/naungian  setengah bayangan selama 1 bulan, dan pada bulan kedua dipindahkan bibit tersebut ke tempat terbuka. Perawatan selama bibit, diperlukan perawatan seperti penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembababan tanah, dan setelah berumur 2,5 - 3 bulan benih siap ditanam ke lapang

 

Pemeliharaan

Penyiangan, penyiraman dan pemupukan menjamin pertumbuhan optimal sampai bibit siap tanam : Penyiangan, Penyiraman sesuai kebutuhan, Pemupukan organik dan anorganik, Pengendalian OPT dengan pengamatan rutin dan pengendalian ramah lingkungan untuk menekan kehilangan hasil dan Penyemprotan pestisida nabati

PENGUNJUNG

46755

HARI INI

55732

KEMARIN

40805220

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook