Gerbang Nasional

DI ERA DIGITALISASI PENYAMPAIAN MEDIA PENYULUHAN MELALUI VIDEO LEBIH DIMINATI OLEH MASYARAKAT

Senin, 24 Mei 2021
Sumber Gambar : Pusat Penyuluhan Pertanian

Saat ini kita sedang berada di era digital 4.0. Era dimana informasi banyak didapatkan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Informasi yang ada kini dapat tersampaikan dengan bantuan teknologi digital yang berkembang dengan cepat, informasi yang dulu didapatkan melalui tatap muka dan secara manual kini dapat disebarluaskan melalui teknologi. Dengan adanya digitalisasi teknologi sekarang ini maka penyuluhan akan semakin efektif dan efisien. Penyuluh pertanian harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan semangat petani agar bisa meningkatkan produktifitas pertanian. Penyuluh harus memanfaatkan inovasi teknologi yang sudah berkembang dengan baik.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Ysin Limpo (SYL) meminta generasi milenial pertanian agar dapat memanfaatkan paradigma baru dunia digital dalam mengembangkan perihal bertani. “Pertanian sekarang tak lagi sama dengan pertanian di masa lalu. Di era digital seperti sekarang sektor pertanian juga beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Di situlah peran serta generasi milenial,” ujar Mentan SYL

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nuryamsi pada agenda kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 16, jumat (21/05/21) di AOR BPPSDMP melalui virtual, dengan tema Digitalisasi Media Penyuluhan Pertanian. Dedi mengatakan Penyuluh pertanian harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan semangat petani agar bisa meningkatkan produktifitas pertanian. Penyuluh harus memanfaatkan inovasi teknologi yang sudah berkembang dengan baik. “Ciri penyuluh yang berhasil adalah penyuluh yang bisa meningkatkan produktifitas di wilayah binaannya masing-masing dengan memanfaatkan inovasi budidaya.” jelas Dedi.

Sementara itu Narasumber MSPP Rizali Anshar, merupakan penyuluh pertanian yang berasal dari Propinsi Kalimantan Selatan telah memanfaatkan teknologi digital dengan melakukan media penyuluhan melalui video. Pada kegiatan MSPP  Rizali membagikan tips bagaimana membuat video penyuluhan agar dapat diterima dan di mengerti oleh petani dan steakeholder bidang pertanian. Salahsatunya untuk pemilihan materi dalam video berdasarkan kejadian yang viral atau sedang hangat dibicarakan. Jenis video yang dipilih seharusnya konsisten, jika dari awal memilih video mengenai tanaman hias maka seharusnya video yang dibuat selalu mengenai tanaman hias.

Rizali menjelaskan bahwa yang mempengaruhi kualitas video yaitu kualitas suara dan bahasa tubuh. Dengan suara yang bersemangat maka akan membuat orang yang menonton lebih semangat. Namun walaupun sudah menggunakan suara yang bagus, tetap harus menggunakan bahasa tubuh yang baik juga.

“Ada Teknik khusus dalam membuat video dalam youtube agar video yang dibuat lebih banyak ditonton oleh masyarakat dalam hal ini khususnya petani. Ada yang namanya algoritma yotube yang dapat menyebabkan viewers lebih banyak.”, ungkap Rizali.

Terdapat kesalahan fatal dalam membuat video diantaranya Konten salah sasaran, Isi konten kurang menarik, Fokus pada alat, Adsense, Tidak Konsisten.hvy

PENGUNJUNG

4196

HARI INI

44467

KEMARIN

32356754

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook