Diseminasi Teknologi

Rosela, Tanaman Herbal yang Berkhasiat

Jum'at, 21 Mei 2021
Sumber Gambar : Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Balitbangtan Kementerian Pertanian

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap tanaman herbal cukup tinggi, terutama di masa pandemik yang belum reda sehingga masyarakat harus menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi tanaman herbal yang berkhasiat tinggi, khususnya rosella yang manfaatnya baik untuk pangan dan Kesehatan. 

Rosela merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki kandungan mineral, Fe, dan vitamin C paling tinggi diantara tanaman obat lainnya, seperti bayam, daun singkong, daun katuk, dan lain sebagainya.

Kandungan rosela segar tiap 10 gram menurut Maryani (2008) adalah kadar air 86,2%, protein 1,6 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 1,1 g, serat 2,5 g, abu 1,0 g, kalsium 160 mg, fosfor 60 mg, besi 3,8 mg, karoten 285 ig, thiamin 0,04 mg, riboflavin 0,6 mg, niasin 0,5 mg dan asam askorbat 14 mg.

Tiap 10 gram kelopak rosela kering mengandung 260 - 280 mg Vitamin C, mengandung Vitamin D dan B2. Kandungan Vitamin C rosela kering sebesar 10 kali lipat dibandingkan buah belimbing, dan 9 kali lipat dibandingkan dengan jeruk sitrus. Selain itu rosela kering mengandung kalsium dengan jumlah yang tinggi yakni sebesar 486 mg/10g, magnesium serta omega-3, Vitamin A, Iron, Potasium, beta-karoten dan asam lemak esensial (Winarti, 2010).

Rosela sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku makanan dan minuman karena kandungan nutrisinya. Kandungan nilai gizi bunga rosela antara lain kadar air 9,2 g,  protein 1,145 g, lemak 2,61 g,  serat 12 g,  abu 6,9 g,  kalsium 1,263 mg,  phosphor 273,2 mg, besi 8,98 mg,  karoten 0,029 mg, thiamin 0,117 mg, riboflavin 0,277 mg, niasin 3,765 mg dan asam askorbat 6,7 mg (Winarti, 2010)

Senyawa flavonoid pada bunga rosela berfungsi sebagai diuretik, menurunkan kekentalan darah, menurunkan tekanan darah, dan menstimulus gerakan usus. Beberapa penyakit yang dapat diobati dengan bunga rosela antara lain hipertensi, kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, dan kanker.

Untuk mengantisipasi harga rosela yang rendah, maka diperlukan pengolahan rosela menjadi berbagai olahan menjadi berbagai produk seperti teh celup, selai, maupun sirup bunga rosela

 

Teh Celup Rosela

  • Cuci kelopak rosela hinga bersih
  • Belah kelopak rosela dan keluarkan bijnya
  • Kelopak Rosela dikering-anginkan selama satu hari
  • Keringkan kelopak rosela mengunakan oven suhu 80 0C selama 45 menit hinga kering
  • Haluskan kelopak rosela yang telah dikeringkan;
  • Keringkan kembali kelopak rosela mengunakan oven suhu 70 0C selama 3 jam hingga kadar air mencapai 4%
  • Kemas serbuk rosela ke dalam kantong teh celup dengan neto 2,5 gram;
  • Kantong teh celup dimasukan ke dalam plastik lalu rekatkan hinga kedap;
  • Kemas kantong-kantong rosela ke dalam karton.

 

Sirup Rosela

  • Didihkan 250 ml air
  • Masukan sebanyak 5% bunga rosela dari volume airhinga air berwarna merah peka dan bunga rosela menjadi lunak
  • Lakukan proses penyaringan
  • Ukur kembali volume airebusan bunga rosela
  • Masukan gula sebanyak 50% dan sejumput garam
  • Masak kembali larutan hinga konsistensinya mengental
  • Tunggu hinga suhu turun kemudian kemas sirup dalam botol kaca atau plastik
  • Lakukan sterilsasi kemasan.

 

Selai Rosela

  • Rendam 250 gram bunga rosela kering hinga layu
  • Haluskan bunga rosela yang telah layu dengan 250 ml air dan 1 SDM tepung maizena hinga berbentuk pure/bubur
  • Tuangkan buburosela kemudian tambahkan 150 gram gula, garam, jeruk nipis/pengatur keasaman dan pasta vanila
  • Masak hinga konsistensi mengental
  • Kemas dalam plastik/kaca
  • Sterilisasi kemasan

 

Penyusun : Ely Novrianty, BPTP Lampung

 

Sumber : Berbagai sumber

PENGUNJUNG

47280

HARI INI

55732

KEMARIN

40805745

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook