Diseminasi Teknologi

POLA TANAM BUDIDAYA VANILI

Selasa, 18 Mei 2021
Sumber Gambar : Koleksi pribadi

Vanili (vanilla planifolia Andrews) merupakan salah satu komoditas ekspor rempah yang penting bagi peningkatan devisa negara.  Keberhasilan dalam budidaya tanaman vanili tergantung dari teknik budidaya yang dilakukan, teknologi budidaya yang baik dan benar seperti lokasi penanaman yang sesuai, penggunaan varietas unggul, teknik penananamn dan pemeliharaan hingga panen dan pasca panen.

Pola tanam yang sering dilakukan oleh petani ada 2 cara, yaitu secara monokultur dan Polikultur, dan masing-masing ada keunggulan dan kelemahannya.

Pola Tanam Monokultur

Sebagian besar petani di Indonesia menanam tanaman vanili secara monokultur. Budidaya  secara monokultur memiliki resiko terhadap penurunan tingkat pendapatan petani.  Apabila produksi rendah akibat perubahan lingkungan sekitar tanaman dan harga jual vanili rendah, maka petani akan mengalami kerugian.  Akibat perubahan lingkungan dan produksi rendah maka petani tidak bersemangat lagi untuk memelihara tanaman, petani akan membiarkan pohon panjat tidak dipangkas dan tanaman liar disekitarnya tumbuh liar.  Apabila kondisi ini terus berlanjut maka iklim mikro disekitar tanaman berubah terutama intensitas cahaya matahari dan kelembaban.  Rendahnya intensitas cahaya matahari akan berpengarung terhadap proses pembungaan, sedangkan kelembaban tinggi akan memicu munculnya busuk batang.

Pola Tanam Polikultur

Pola tanam polikultur ini tanaman vanili ditanam di sela- sela tanaman berupa pohon prinsipnya cahaya yang diperlukan oleh tanaman vanili masih terpenuhi dan tidak bersaing dalam pengambilan unsur hara di dalam tanah.  Pola tanam seperti ini petani akan berupaya memelihara tanaman lainnya dan secara tidak langsung tanaman vanili juga ikut dirawat agar terus dapat berbuah, sehingga hasilnya dapat disimpan sebelum dijual menunggu harga yang tinggi.  Menurut hasil penelitian tanaman vanili yang ditanam diantara kelapa umur 10 tahun, mampu menghasilkan 0,38 – 077 kg/pohon (Rosman 1995; Rosman dan Emyzar 1998) cahaya sinar matahari yang masuk diantara tanaman kelapa sekitar 30– 50 % sehingga masih sesuai dengan kebutuhan tanaman vanili untuk memacu pembungaan.

Disusun oleh    : Edwin Herdiansyah SP

Sumber           : Balitbangtan

PENGUNJUNG

53179

HARI INI

73870

KEMARIN

50758811

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook