Diseminasi Teknologi

PERSIAPAN TANAM LADA DENGAN TAJAR HIDUP

Selasa, 18 Mei 2021
Sumber Gambar : Koleksi Pribadi, 2021

Tanaman lada (Piper nigrum L) adalah tanaman perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi. Mulai berbuah pada umur tanaman berkisar antara 2-3 tahun banyak diusahakan petani dalam bentuk perkebunan kecil yang diusahakan secara turun temurun dengan padat tenaga kerja. Produktivitas kebun lada rakyat nasional yang mencapai 800 kg/ha.

 

Menanam tajar lada dilakukan satu tahun sebelum penanaman tanaman lada. Jenis tajar lada yang baik adalah gamal (Gliricidia maculata) atau dadap cangkring pucuk merah (Erythrina fusca L).  Jenis tajar hidup yang banyak digunakan di Lampung adalah gamal (Gliricidia maculata), dadap cangkring (Erythrina fusca L), kapok (Ceiba petandra), dadap licin (Erythrina lihosperma), dadap duri (Erythrina indica ) dan lain-lain.  Kelemahan lain tajar hidup adalah pekebun harus menunggu pohon tajar menyediakan cukup naungan sebelum menanam lada. Artinya, pekebun baru bisa menanam lada 2 tahun setelah menanam pohon tajar.

 

Tanaman penegak diperbanyak dengan menggunakan setek batang, panjang setek batang untuk tajar 2-2,5 m, diameter 5-7 cm, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Setek tajar ditanam dengan kedalaman 0,30-0,40 m. Tajar diwiwil (dibuang tunas-tunasnya) agar tumbuh lurus ke atas. Tajar yang telah berumur lebih dari 2 tahun dilakukan pemangkasan 2 kali per tahun pada awal dan akhir musim hujan. 

 

Jarak tajar lada sama dengan jarak tanam lada yaitu 2,5x2,5 m atau 2,5x2 m.  Lubang tanam lada ukuran (45x45x45 cm/60x60x60 cm) dibuat 10-15 cm di sebelah timur tajar lada. Lubang tanam dilakukan 0,5-3,0 bulan sebelum tanam lada. Tanah galian lubang tanam dipisahkan menjadi dua, tanah bagian atas (top soil) dan tanah bagian bawah (sub soil) ditempatkan terpisah.  Tanah galian lubang tanam lada yang berasal dari bagian atas (top soil) dicampur pupuk organik atau pupuk kandang (5-10 kg) yang telah ditaburi agen hayati Trichodema harzianum  sebanyak 50-100 gr. 

 

Saluran drainase keliling kebun dibuat berukuran lebar 30 cm, sedalam 30 cm agar kebun lada tidak tergenang di musim  hujan. Kebun lada tidak disiang bersih, pengendalian gulma dilakukan dengan membabat gulma/tanaman pengganggu, atau menanam penutup tanah Arachis pintoi di kebun lada dan di sekitar tanaman penegak dibebokor (dilakukan penyiangan terbatas) secara periodic.

 

Sumber:  Dari berbagai Sumber dan Pengalaman Penulis

Penyusun: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung)

 

Sumber bacaan:

 

  • Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 1982. Petunjuk Pelaksanaan Sertifikasi Bibit Lada. Balitro. Bogor. 40 halaman.
  • Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 1996. Monograf  Tanaman Lada. Balitro. Bogor. 234 halaman.
  • Suprapto dan Kasim. 2006. Kajian Pengelolaan Tanaman Lada Terpadu. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. BBPPTP. Volume 9 (3). 286-298. 
  • Irawan B, Slameto., A. Soim. 2008. Teknologi Budidaya Lada. Balai Besar Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. Jakarta

 

PENGUNJUNG

55887

HARI INI

73870

KEMARIN

50761519

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook