Gerbang Nasional

VERIFIKASI DAN VALIDASI DATABASE SIMLUHTAN MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROGRAM KEMENTAN SEHINGGA TEPAT SASARAN

Sabtu, 08 Mei 2021
Sumber Gambar : dokumen Pusluhtan

Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) merupakan basis data petani berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), saat ini aplikasi SIMLUHTAN sudah terintegrasi dengan aplikasi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). SIMLUHTAN berisikan data Kelembagaan Penyuluhan, Ketenagaan Penyuluhan dan Kelembagaan Petani. Diharapkan database SIMLUHTAN ini dapat menjadi dasar merealisasikan program Kementerian Pertanian. Aplikasi Sistem SIMLUHTAN digunakan sebagai dasar untuk mewujudkan Big Data Pertanian, yang salah satu fungsinya akan mempermudah dan meningkatkan efektifitas program-program kementerian agar tepat sasaran.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan dengan adanya integrasi data didukung NIK dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil - Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) koneksi online ke Balai Penyuluhan Pertanian pelaksana Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani) dan pusat data pertanian AWR sehingga jalur distribusi transparan.

Mentan yakin target Kementerian Pertanian agar distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran dan tepat waktu bisa tercapai. "Ke depan saya berharap tidak ada lagi pupuk yang salah sasaran. Tidak ada lagi kekurangan, karena database penerimanya sudah berbasis NIK, by name by adress" ungkap Mentan Syahrul.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian, Dedy Nursyamsi Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) beliau mengatakan pihaknya telah membangun database petani sejak 2014, namun belum berbasis NIK, masih berbasis data Badan Pusat Statistik (BPS)."Peraturan Presiden No 30/2019 (Perpres) tentang Satu Data Indonesia dan Strategi Nasional KPK atau Stranas mendukung pengembangan Simluhtan berbasis NIK," kata Dedi Nursyamsi.

Selanjutnya, kata Dedi, hasil trilateral Meeting oleh Bappenas, Kemenkeu dan Kementan mendorong dilaksanakannya verifikasi dan validasi (Verval) data Simluhtan. Kemudian sinkronisasi data petani melalui pemadanan database Simluhtan dengan data kependudukan berbasis NIK oleh Ditjen Dukcapil Kemendagri menuju Satu Data Petani. "Dukungan luar biasa dari penyuluh di BPP KostraTani selaku pusat data dan informasi mendukung Verval Simluhtan di seluruh Indonesia," kata Dedi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) melakukan verifikasi dan validasi (verval) data SIMLUHTAN melalui aplikasi zoom meeting di 34 provinsi yang dibagi dalam beberapa sesi mulai tanggal tanggal 14 sd. 27 April 2021.

Penginputan data e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) akan dibuka bulan Mei sampai dengan bulan Oktober 2021. Pengajuan RDKK Tahun 2022 mulai dibuka bulan Mei hingga Oktober. Dalam pengisian  aplikasi e-RDKK akan mengacu pada data di Simluhtan, jika NIK tidak terdaftar pada Simluhtan maka tidak bisa diajukan dalam e-RDKK. Diharapkan data SIMLUHTAN yang belum valid dapat segera dilengkapi dan diperbaiki.(hvy/jks)

PENGUNJUNG

3885

HARI INI

64232

KEMARIN

37671761

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook