Diseminasi Teknologi

CARA MUDAH BUDIDAYA TERONG DALAM POLIBAG

Jum'at, 30 Apr 2021
Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi, 2021

 

Pendahuluan

      Siapa tak kenal terong, salah satu sayuran buah yang biasa diolah menjadi menu makanan seperti terong goreng, terong balado dan lain-lai yang memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Terong bermanfaat menjaga gula darah, memberikan nutrisi pada otak, menjaga kesehatan kulit dan dapat menurunkan berat badan. Selain memiliki manfaat yang cukup banyak, terong juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga menguntungkan jika dibudidayakan.

      Budidaya terong tidaklah sulit, bisa dilakukan baik di lahan luas maupun lahan yang sempit. Bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan yang luas dapat melakukan penanaman terong di pekarangan rumah dengan menggunakan polybag. Mengapa dengan polybag? Ada beberapa kelebihan dari menggunakan polybag ini. Salah satunya adalah murah dan sangat menghemat tempat, selain itu lebih mudah dalam mengontrol perkembangan dan melakukan pemeliharaan. Budidaya terong dalam polybag tidaklah sulit, asal pemeliharaan dilakukan dengan intensif, tanaman dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Selama ini pekarangan rumah yang meliputi depan, belakang dan samping rumah dibiarkan dan belum banyak dimanfaatkan. Dengan melakukan budidaya sayuran, salah satunya terong, selain dapat dikonsumsi sendiri dan membantu mengurangi pengeluaran keluarga, juga dapat dijual sehingga diperoleh nilai tambah.

Budidaya Terong Dalam Polibag

Varietas

         Gunakan varietas unggul bermutu untuk memperoleh hasil yang optimal. Kementerian Pertanian telah melepas varietas unggul baru yang dianjurkan untuk dibudidayakan seperti terong panjang Hibrida varietas Ratih Ungu, Terong Hibrioda varietas Violet, Terong Hibroida Varietas Ratih Hijau-2, Terong Hibrida Varietas Prince, Orlando Green, San Siro, Ungu 05, Hijau 06, Kenari, Milano dan SM 211, Antaboga-1

Penyemaian

     Penyemaian benih terong dapat dilakukan dalam pot tray atau polybag kecil ukuran 15x15 cm atau di dalam tempat persemaian. Siapkan media semai terong terdiri dari tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 2:1 dan sekam agar tanah menjadi gembur. Setelah itu masukkan media semai tapi ke dalam pot tray atau polybag kecil 1 biji/lubang. Jika disemai di bak persemaian, maka atur jarak semaian minimal 1 cm agar akar tanaman tidak saling melilit. Setiap pagi dan sore hari, percikan air ke persemaian agar tanah selalu dalam keadaan lembab, sehingga memicu pertumbuhan benih.

Penanaman

     Setelah bibit berumur 20 – 30 hari atau telah memiliki 3 helai daun sempurna, maka pindahkan bibit ke dalam polybag yang berukuran 40 x 40 cm atau 40 x 50 cm yang telah diberi media tanam berupa tanah dan pupuk organik dan sekam 2 : 1 : 1  dengan membuat lubang sedalam 5 sampai 10 cm. Pindahkan bibit secara hati-hati agar akar tidak putus dan kemudian padatkan tanah disekitar lubang tanam

Pemeliharaan

          Pemeliharaan berperan penting dalam keberhasilan budidaya terong dalam polybag. Pemeliharaan yang dilakukan meliputi :

  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada padi dan sore hari
  • Buang tunas-tunas yang berada pada ketiak daun dan membiarkan tunas ke empat dan seterusnya karena tunas ini tidak akan  menghasikan tetapi merugikan karena dia akan bersaing dengan tanaman utama untuk mengambil unsur hara.
  • Bersihkan gulma-gulma yang tumbuh di sekitar tanaman di dalam polybag
  • Pengendalian organisme pengganggu tanaman dapat dilakukan secara manual dengan membuang daun yang terserang. Selain itu dapat menggunakan bahan organik, salah satunya bawang putih untuk mengendalikan kutu kebul, semut, kutu daun. Caranya, ambil satu suing bawang putih, dipotong kecil-kecil lalu masukkan kedalam 200 ml air, diamkan selama 10 – 15 menit kemudian bisa langsung disemprotkan pada tanaman sampai tanaman tersebut basah. Lakukan penyemprotan 1 - 2 kali dalam seminggu
  • Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organic, sehingga aman untuk dikonsumsi
  • Agar tanaman tidak roboh, sebaiknya tanaman diberi ajir dari bambu atau kayu dengan tinggi 100 cm dan lebar 3-4 cm.

Panen

          Panen dapat dilakukan pada umur 50 – 60 hari setelah tanam (HST) dan dengan intyreval 3 – 7 hari sekali . Terong dapat berproduksi  umur 5 – 6 bulan. Petik buah dengan ciri-ciri warna buah cerah dan mengkilat dengan cara memotong tangkai buah 2 cm dari pangkal batang dengan menggunakan pisau atau gunting. Sebaiknya panen dilakukan pada pagi atau sore hari.

Sumber :

Direktorat Budidaya Sayuran dan Biofarmaka, 2009. Pedoman Umum Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Terung.  ISBN 978-602-8591-05-8

Dwi A., 2016. Budidaya Terong Dalam Polibag Dengan hasil Melimpah. https://kabartani.com/budidaya-terong-dalam-polybag-dengan-hasil-yang-melimpah.html

 Penyusun : Ir. Sari Nurita, Penyuluh BPTP Kalbar

PENGUNJUNG

51881

HARI INI

73870

KEMARIN

50757513

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook