Diseminasi Teknologi

PENTINGNYA POHON PENAUNG PADA BUDIDAYA TANAMAN KOPI (Coffea sp.)

Selasa, 20 Apr 2021
Sumber Gambar : https://docplayer.info/50717999-Pemangkasan-tanaman-kopi-dan-pemeliharaan-pohon-penaung-pruning-of-coffee-trees-and-taking-care-of-its-shade-trees.html

Penanaman pohon penaung tanaman kopi merupakan tanaman C3, dengan ciri khas efisiensi fotosintesis rendah karena terjadi fotorespirasi. Efisiensi fotosintesis yang rendah menyebabkan laju pertumbuhan tanaman kopi menjadi tidak optimal. Proses fotorespirasi terjadi pada saat intensitas cahaya matahari tinggi dan suhu disekitar tanaman meningkat. Kondisi tersebut terjadi jika kopi ditanam tanpa diberi penaung. Oleh karena itu, agar tanaman kopi dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, tanaman tersebut perlu diberi tanaman penaung.

Tanaman kopi menghendaki intensitas sinar matahari yang tidak penuh dengan penyinaran yang teratur. Adanya penyinaran yang tidak teratur akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman dan pola pembungaan  tidak menjadi teratur, tanaman terlalu cepat berbuah tetapi hanya sedikit dan hasilnya terlalu cepat menurun. Oleh sebab itu tanaman kopi memerlukan pohon penaung  yang dapat mengatur intensitas sinar matahari sesuai dengan yang dikehendaki.

Pohon penaung berkontribusi untuk membentuk karakter rasa dari kopi itu sendiri. Maksud dari pohon penaung yang ditanam dan tumbuh di kebun kopi guna menetralkan sinar matahari agar tidak langsung menyinari pohon kopi. Karena jika tidak ada pohon penaung, sinar matahari yang mengenai pohon kopi secara langsung, berdampak pohon kopi kelihatan dipaksa tumbuh.

Manfaat pohon penaung bagi tanaman kopi antara lain untuk mengurangi intensitas cahaya matahari agar tidak terlalu panas, mengurangi perbedaan temperatur antara siang dan malam, menjaga iklim mikro agar lebih stabil, sumber bahan organik, penahan angin dan erosi, memperpanjang umur tanaman/masa produksi kopi (di atas 20 tahun), mengurangi kelebihan produksi (over bearing) dan mati cabang, serta meningkatkan kualitas kopi.

Sedangkan syarat – syarat yang bisa memenuhi menjadi tanaman penaung, yaitu : a). Perakarannya dalam agar memperkecil kompetisi air dan unsur hara antara tanaman pokok dengan pohon pelindung itu sendiri; b)Mudah diatur secara periodik agar tidak menghambat waktu pembungaan; c)Tidak menjadi sumber hama dan penyakit pada tanaman pokok; d) Termasuk golongan leguminosa; e) Sebagai sumber bahan pupuk organik dan f).Menghasilkan kayu bakar yang baik (nilai bakar tinggi).

Ada 2 jenis tanaman penaung yang perlu dikelola dalam budidaya kopi, yaitu penaung sementara dan penaung tetap. Penaung sementara berfungsi menaungi tanaman kopi muda sampai penaung tetap berfungsi secara optimal sedangkan   penaung tetap mempunyai peran menjaga stabilitas daya hasil tanaman kopi.  

a. Penaung sementara

Jenis tanaman penaung sementara yang banyak digunakan adalah Moghania macrophylla, Crotalaria sp., dan Tephrosia sp. Tanaman M. macrophylla sesuai digunakan di lahan yang berada pada ketinggian tempat kurang dari 700 m dpl, sedangkan untuk daerah dengan ketinggian tempat di atas 700 m dpl sebaiknya menggunakan Tephrosia sp. atau Crotalaria sp. Pada daerah endemik penyakit nematoda parasit disarankan menggunakan Crotalaria sp. 

Manfaat dari tanaman penaung sementara antara lain:  1. Melindungi tanah dari erosi. 2. Meningkatkan kesuburan tanah melalui tambahan organik asal tanaman penutup tanah sementara. 3. Menekan pertumbuhan gulma. Tanaman penaung sementara ditanam minimal 1 tahun sebelum penanaman kopi, dengan cara ditanam dalam barisan pada selang jarak 2–4 m atau mengikuti kontur.

b. Penaung tetap

Tanaman penaung tetap diperlukan agar budidaya tanaman kopi berkelanjutan. Lahan pada pertanaman kopi tanpa penaung tetap cenderung cepat terdegradasi sehingga mengancam keberlanjutan budidaya tanaman kopi pada lahan tersebut. Tanaman penaung tetap yang dianjurkan, yaitu lamtoro (Leucaena spp.), gamal (Gliricidia sepium), dadap (Egthrina sp.) dan sengon (Paraserianthes falcataria). Namun di lapang petani menggunakan berbagai jenis tanaman penaung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.  

Jenis tanaman penaung yang digunakan terdiri dari tanaman buah-buahan antara lain: alpukat (Persea americana), mangga (Mangifera indica), jambu biji (Psidium guajava), pisang (Musa paradisiaca), pepaya (Carica papaya), rambutan (Nephelium lappaceum), jengkol (Archidendron jiringa), nangka (Arthocarpus heterophyllus), durian (Durio zibethinus), cempedak (Arthocarpus integra), sukun (Arthocarpus sp.), petai (Parkia speciosa), markisa  (Passiflora edulis) dan jeruk (Citrus sp.); tanaman perkebunan seperti  karet (Havea brasiliensis), kayu manis (Cinamomum mercusii), cengkeh (Eugenia aromatica), kemiri (Alleurites moluccana), kakao (Theobroma cacao), kelapa (Cocos nucifera), pala (Myristica fragrans), dan melinjo (Gnetum gnemon); sampaitanaman penghasil kayu/tanaman hutan seperti pohon kertas (Gmelina arborea), kayu afrika (Myopsis eminii), mahoni (Swietenia mahogani), lada (Eucalyptus deglupta), suren (Toona sureni), jati (Tectona grandis), cempaka (Michelia champaca), rasamala (Altingia excelsa), pinus (Pinus merkusii), dan kasuari (Casuarina sp.)  

Lamtoro tidak berbiji dapat diperbanyak dengan atau okulasi, ditanam dengan jarak 2 m x 2,5 m, setelah besar secara berangsur-angsur dijarangkan menjadi 4 m x 5 m.

Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ditulis oleh                 : Religius Heryanto (BPTP Sulawesi Barat)

Sumber                      : Balitbangtan dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) lainnya

Gambar                   : https://docplayer.info/50717999-Pemangkasan-tanaman-kopi-dan-pemeliharaan-pohon-penaung-pruning-of-coffee-trees-and-taking-care-of-its-shade-trees.html

PENGUNJUNG

22687

HARI INI

89943

KEMARIN

35571153

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook