Gerbang Nasional

Kementan Akan Maksimalkan Peran Penyuluh Dalam Budidaya Porang

Senin, 19 Apr 2021
Sumber Gambar : suarakarya.id

Salah satu tanaman yang potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor adalah porang. Di sejumlah negara, porang dibutuhkan  sebagai bahan makanan maupun bahan industri. Kementerian Pertanian akan memaksimalkan peran penyuluh dalam budidaya porang.

Porang merupakan tanaman sumber Glukomanan, yaitu karbohidrat yang banyak digunakan dalam industri obat, makanan, minuman, kosmetik, bahan perekat atau lem dan lain- lain.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan saat ini porang memiliki potensi besar sebagai komoditas mahkota.

"Permintaan ekspor porang dari beberapa Negara juga semakin meningkat. Karena porang bermanfaat sebagai bahan pangan alternative maupun bahan baku kosmetik," katanya. 

Dengan alasan itu, Kementarian Pertanian terus meningkatkan budidaya tanaman Porang guna mendongkrak komoditas pertanian. 

"Kita berharap porang mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, nilai ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani Indonesia," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan peran penyuluh harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas porang.

"Sebagai komoditas ekspor yang sangat menjanjikan, kualitas komoditas porang harus ditingkatkan. Dan kita berharap penyuluh berperan dalam hal pembudidayaan porang," katanya.


Porang merupakan salah satu jenis tumbuhan umbi-umbian, berupa semak yang dapat di jumpai tumbuh di daerah tropis dan sub tropis.

Namun, porang belum banyak dibudidayakan. Porang banyak tumbuh liar di dalam hutan, di bawah rumpun bambu, di tepi sungai dan lereng gunung.  

"Budidaya porang merupakan upaya diversifikasi bahan pangan serta penyediaaan bahan baku industry yang dapat meningkatkan nilai ekspor di Indonesia," kata Dedi Nursyamsi lagi.

Kepala Pusat Penyuluhan BPPSDMP Kementan, Lely Nuryati, mengatakan penyuluh yang ada di BPP harus mengambil peran untuk membantu pengembangan porang.

“Kita punya BPP yang tersebar di daerah. Salah satu fingsi BPP adalah untuk petani berkonsultasi. Oleh sebab itu, kita berharap penyuluh yang ada di BPP bisa turut berperan aktif untuk membantu petani,” katanya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan budidaya porang, dilakukan BPTP Gorontalo melalui Bimtek pada kegiatan temu tugas peneliti dan penyuluh Balibangtan BPTP Gorontalo dengan penyuluh daerah. 

Kegiatan ini di laksanakan di Aula Momala BPTP Gorontalo, dan dihadiri Bupati Kabupaten Gorontalo Utara Indra Yasin, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) Fery Fahruddin Munir, Kepala BPTP Gorontalo Amin Nur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara Kisman Kuka, Peneliti dan Penyuluh BPTP Gorontalo serta Penyuluh daerah se-Provinsi Gorontalo.

Materi yang di sampaikan pada bimtek diantaranya adalah Teknologi Budidaya  Porang yang di sampaikan oleh Peneliti Balitkabi Novita Nugrahaeni, Eksplorasi tanaman Porang Lokal dan Peluang untuk pengembangan varietas oleh Kepala BPTP Gorontalo Amin Nur, Potensi Pengembangan Porang di Propinsi Gorontalo oleh Petani Porang Gorontalo Jumari.

Dalam kegiatan itu, dilakukan juga FGD Peneliti - Penyuluh, Peran Peneliti dalam Hirilisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan, oleh Prof. Dr. Ir. Rubiyo, M.Si, Peran Penyuluh dalam hirilisasi teknologi dan inovasi Balibangtan, oleh Ir. R. Sad Utomo, M.Si.

Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Fery Fahruddin Munir, mengatakan bahwa pihaknya selalu siap untuk mendukung pengembangan tanaman Porang.***

sumber berita suarakarya.id

PENGUNJUNG

47480

HARI INI

68073

KEMARIN

37482585

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook