Materi Penyuluhan

Bongkar Raatoon pada Tanaman Tebu

Senin, 12 Apr 2021
Sumber Gambar : https://www.beritasatu.com/ekonomi/

 

Gula sebagai bahan pemanis makanan sangat diperlukan bagi masyarakat Indonesia, namun karena keterbatasan produksi domestik maka produksi gula nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia yang terus meningkat. Kekurangan pasokan gula di dalam negeri ini disebabkan kurangnya luas areal pertanaman tebu dan rendahnya produktivitas tebu serta rendemen gula yang belum optimal.

Kebijakan pemerintah saat ini, impor gula hanya diijinkan untuk gula yang akan digunakan sebagai bahan baku industri pangan, dan izin impor hanya diberikan kepada industri pangan yang memerlukan gula sebagai bahan baku berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.  Dengan demikian perlu dilakukan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan produksi gula untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi,  sehingga dapat mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2023.

Ditjen. Perkebunan telah merencanakan untuk melakukan berbagai kegiatan pada tahun 2020 hingga 2023, sehingga telah diproyeksikan adanya tambahan produksi gula konsumsi (gula putih) sebanyak 620 ribu ton pada tahun 2023, sehingga dapat tercapai swasembada gula pada tahun 2023.  Strategi yang diambil dalam rangka mencapai target swasembada gula konsumsi tahun 2020-2023 diantaranya dengan melakukan Bongkar ratoon.  Program Bongkar ratoon ini dilakukan dengan tujuan utama mendorong peningkatan produksi dan produktivitas tebu agar tercapai swasembada gula. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memfasilitasi peningkatan kemampuan,  kemandirian dan profesionalisme petani tebu.

Bongkar ratoon adalah melakukan peremajaan tanaman (tanam ulang) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tebu dalam ton per ha. Pelaksanaan metode bongkar ratoon dilakukan dengan pelaksanaan pembongkaran eks tanaman ratoon terlebih dahulu dan dilakukan konsepsi penggantian varietas, sedangkan rawat ratoon adalah pemeliharaan tanaman tebu keprasan secara intensif. Kegiatan bongkar ratoon perlu dilakukan karena bibit tebu yang telah mengalami pengeprasan berulang-ulang menyebabkan penurunan rendemen dan mempengaruhi hasil gula.  Tebu yang dikepras berulang-ulang serabutnya akan tinggi, batang kecil dan kerdil, serta terdapat akumulasi penyakit-penyakit sistemik menjadi inang hama penyakit, sehingga produktivitas akan menurun.
Bongkar ratoon perlu dilakukan pada tanaman yang sudah dikepras 3 sampai 4 kali atau lebih dari 4 kali dengan tanaman varietas unggul yang telah direkomendasikan. Setelah tanaman pertama panen/sistem kepras pada pangkal batang menjadi tanaman tahun ke dua (R1/Ratoon 1). Tanaman tahun ke dua dipanen/dikepras menjadi tanaman ke tiga (R2/Ratoon 2), demikian seterusnya sampai tanaman tersebut dibongkar dan kembali pada tanaman pertama atau Plant Cane.

Dengan Bongkar ratoon tanaman akan memiliki produktivitas yang lebih tinggi dari pada rawat ratoon. Jika dilihat dari rendemennya, ternyata metode bongkar ratoon juga memiliki rendemen yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. Dengan demikian maka dengan melakukan bongkar ratoon petani akan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi daripada rawat ratoon. 

Kondisi yang ada saat ini adalah para petani tebu masih enggan untuk melakukan bongkar ratoon, sehingga tanaman tebu terus dikepras hingga lebih dari empat kali, sehingga produktivitasnya terus menurun.  Agar para petani dapat memahami tentang pentingnya melakukan bongkar ratoon, maka diperlukan peran penyuluh pertanian untuk memberikan pemahaman kepada para petani tebu, sehingga para petani dapat menyadari perlunya bongkar ratoon, dan mau melakukan bongkar ratoon pada tanaman yang telah dikepras 3- 4 kali, sehingga produktivitas dan rendemen tebunya  juga meningkat.  Dengan adanya kesadaran para petani untuk melakukan bongkar ratoon maka diharapkan dapat meningkatkan produksi secara nasional sehingga  kebutuhan gula konsumsi dapat dipenuhi dari dalam negeri, dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. (Sri Wijiastuti, Pusluhtan).

 

Sumber :
1.    Direktorat Jenderal Perkebunan
2.    (http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/tag/program-bongkar-ratoon)
3.    http://eprints.umm.ac.id/43814/1/NASKAH.pdf

 

PENGUNJUNG

31711

HARI INI

105217

KEMARIN

51376735

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook