Materi Penyuluhan

TAHUN 2021 KUR DAPAT MEMBIAYAI PENGEMBANGAN USAHATANI CABAI

Kamis, 08 Apr 2021
Sumber Gambar : Bank Mandiri, Balitsa Lembang

Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan kredit/pembiayaan modal kerja bagi individu atau lembaga/kelompok usaha produktif  dan layak. Dalam pengertian ini, termasuk petani/kelompok tani (poktan)/ kelompok usaha bersama (KUB). Sedangkan usaha produktif dan layak, yaitu usaha yang dilakukan dapat memberikan laba sehingga mampu membayar bunga dan seluruh hutang pokok kredit sesuai jangka waktu dan memberikan sisa keuntungan untuk pengembangan usahanya. Pada tahun 2021, suku bunga KUR hanya 6% efektif per tahun karena ada subsidi oleh Pemerintah. Selain itu dapat untuk membiayai usaha tani cabai yang harganya sedang melambung.

Komponen dan Biaya KUR Usaha Tani Cabai

Komponen dan biaya KUR untuk usaha budidaya cabai disesuaikan dengan kebutuhan indikatif atau biaya kebutuhan di lapangan untuk budidaya cabai. Biaya KUR yang diberikan kepada petani budidaya cabai setiap hektar, meliputi: cabai merah keriting sekitar Rp 70,855 juta dan untuk cabai rawit merah sekitar Rp 71,725 juta.

Biaya budidaya cabai merah keriting dengan rincian komponen sebagai berikut: 1) Membeli benih Rp 1,2 juta; 2) Pupuk Rp 17,75 juta; 3) Pestisida Rp 13,33 juta; 4) Tenaga kerja Rp 15,20 juta; 5) Peralatan Rp 8,275 juta; 6) Ajir Rp 5,4 juta; 7) Plastik mulsa Rp 7,2 juta; 8) Sertifikat Lahan Rp 1 juta; dan 9) Biaya Asuransi Tanaman Rp 1,5 juta.

Sedangkan biaya budidaya cabai rawit dengan rincian komponen dan biayanya sebagai berikut: 1) Membeli benih Rp 1,2 juta; 2) Pupuk Rp 16,86 juta; 3) Pestisida Rp 14,09 juta; 4) Tenaga kerja Rp 16,20 juta; 5) Peralatan Rp 8,275 juta; 6) Ajir Rp 5,4 juta; 7) Plastik mulsa Rp 7,2 juta; 8) Sertifikat Lahan Rp 1 juta; dan 9) Biaya Asuransi Tanaman Rp 1,5 juta.

 

Jenis dan Cara Pengembalian KUR

Jenis KUR bagi petani cabai meliputi: 1) KUR Mikro dengan besaran kredit kurang Rp 50 juta setiap individu anggota kelompok dan tanpa agunan; dan 2) KUR Kecil dengan besaran kredit Rp 50 juta sampai Rp 500 juta setiap individu anggota kelompok, perlu agunan atau akan dilihat usahanya. Pembayaran KUR sesuai kesepakatan pihak Bank dengan petani peminjam, bisa bulanan atau pada saat panen yang disesuaikan dengan komoditas (musiman/ tahunan) dan daya kemampuan/penghasilan usaha.

 

Syarat Petani Memanfaatkan KUR

Petani yang akan memanfaatkan KUR, harus memenuhi syarat berikut: 1) Sudah menjadi anggota kelompok usaha, antara lain Kelompok Tani (Poktan)/Gabungan Kelompok Tani (Gapktan)/Kelompok Usaha Besama (KUBE)/Kelompok Usaha Budi Daya Pertanian lainnya; 2) Mempunyai usaha produktif dan layak yang telah berjalan minimum 6 (enam) bulan.

Sedangkan syarat kelompok usaha penerima KUR, yaitu: 1) Usaha dilakukan secara mandiri atau bekerjasama dengan mitra usaha; 2) Memiliki surat keterangan kelompok usaha yang diterbitkan oleh dinas/instansi terkait; 3) Pengajuan kredit melalui ketua kelompok usaha dengan jumlah sesuai yang diajukan oleh masing-masing anggota kelompok usaha; 4) Perjanjian kredit dilakukan oleh masing-masing anggota kelompok usaha dengan Penyalur kredit; 5) Jika hasil penilaian atas pengajuan kredit oleh Penyalur membutuhkan agunan tambahan, maka dapat berasal dari asset kelompok usaha atau asset dari sebagaian anggota yang dapat dipertanggungjawabkan; dan 6) Kegagalan pembayaran angsuran kredit, ketua kelompok usaha mengkoordinir mekanisme tanggung renteng dari semua anggota.

 

Dokumen Peminjam KUR

Dokumen yang harus disiapkan oleh setiap petani anggota kelompok usaha untuk meminjam KUR, antara lain: 1) Identitas calon peminjam (e-KTP/Surat Keterangan Pembuatan e-KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Surat Nikah (apabila sudah menikah); 2) NPWP (untuk KUR Kecil dengan pinjaman lebih besar dari Rp 50 juta); 3) Surat ijin usaha (SIUP, TDP, SITU, HO) atau keterangan usaha dari kelurahan/kecamatan atau surat ijin lainnya; dan 3) Cetakan rekening Bank dan Surat Keterangan Lunas kredit produktif (jika sebelumnya memiliki kredit produktif).

 

Cara Pengajuan KUR

Bagi yang belum pernah meminjam KUR, sebelum mengajukan pinjaman, pengurus kelompok usaha bisa datang ke Bank terdekat meminta pihak Bank datang ke lokasi petani/kelompok usaha untuk sosialisasi tentang KUR. Bank akan melayani KUR mulai hari Senin sampai hari Jum’at. Bank yang menyalurkan KUR, antara lain Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan Bank lainnya. Syarat peminjaman KUR dan dokumen calon peminjam setiap Bank bisa berbeda.

Setelah mengetahui proses penyaluran KUR dan dokumen-dokumen sudah lengkap, pengurus kelompok usaha pergi ke Bank dengan membawa semua dokumen, bertemu dengan Petugas Bank yang menangai KUR, selanjutnya akan diproses sebagai berikut: 1) Petugas Bank menerima dokumen peminjaman KUR, lalu melakukan mengecek kelengkapan dan verifikasi semua dokumen; 2) Petugas Bank verifikasi daftar hitam peminjam, melihat langsung ke lokasi usaha; 3) Petugas Bank melakukan penilaian agunan dan analisa bisnis (aspek umum, legal, manajemen, pemasaran dan teknis produksi); 4) Keputusan kredit; dan 5) Penandatanganan perjanjian kredit.

 

Semoga bermanfaat

Penulis: Susilo Astuti H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan)

 

Daftar Pustaka:

  1. Permentan Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Fasilitasi Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Sektor Pertanian. Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI. 2021.
  2. KUR BRI 2021, Ngobras Tanggal 16 Februari 2021.
  3. Pemanfaatan KUR Bagi Petani, Ngobras Tanggal 16 Februari 2021.
  4. KUR Tani Bank Mandiri, Ngobras Tanggal 16 Februari 2021.

 

PENGUNJUNG

55553

HARI INI

81057

KEMARIN

26262250

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook