Materi Lokalita
JAWA TIMUR > KABUPATEN BONDOWOSO >

PEMBUATAN PUPUK KALIUN DARI LIMBAH PERTANIAN

Rabu, 07 Apr 2021
Sumber Gambar : DOK. PRIBADI

PEMBUATAN PUPUK KALIUN DARI LIMBAH PERTANIAN

Praktek pembutan pupuk organik dari bahan limbah pertanian berlokasi di Desa Cindogo BPP Gunung Anyar, limbah pertanian  tersedia sehingga dimanfaatkan untuk pupuk organik untuk peningkatan produktivitas pertanian. Siswa PKL SMK PP N 1 tegalampel di pandu oleh pembimbing lapang  dalam melakukan kegiatan praktek pembuatan pupuk organik Cair.

Manfaat Pupuk organik sangat baik bagi tanaman sekaligus dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pupuk organik terbagi menjadi dua jenis, yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC). POC dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam. Salah satu bahan yang bisa digunakan untuk membuat POC adalah sabut kelapa.

Sabut kelapa merupakan limbah pohon kelapa, yaitu bagian terluar buah kelapa yang membungkus tempurung kelapa. Pada umumnya limbah ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomis. Padahal, limbah ini dapat diolah menjadi produk kerajinan, bahan bakar, dan bahan pupuk organik cair serta lainnya.

Menurut Kajian Penelitian Badan Litbang Pertanian (2017), satu butir kelapa menghasilkan 0,4 kilogram sabut yang mengandung 30 persen serat yang kaya unsur. Sabut kelapa memiliki ketebalan 5—6 cm dan terdiri atas lapisan luar serta lapisan dalam. Komposisi kimianya antara lain selulosa, lignin, pyroligeous acid, gas, arang, ter, tannin, dan potassium.

Banyaknya unsur hara yang dimiliki oleh sabut kelapa, membuktikan bahwa sabut ini dapat dijadikan bahan pupuk organik cair yang berguna bagi pertumbuhan tanaman. Pada artikel ini akan dibahas mengenai cara membuat pupuk organik cair dari rendaman sabut kelapa.Sabut kelapa mengandung unsur kalium sebesar 10,25 persen sehingga bisa menjadi alternatif sumber kalium organik untuk menggantikan pupuk KCl. Sabut kelapa juga digunakan sebagai media tanam dan pembuatan agar-agar kertas. Unsur hara seperti Ca, Mg, K, Na, dan P sesuai digunakan sebagai bahan pupuk organik.

Alat dan bahan

  • Wadah bisa menggunakan ember/tong bekas/jerigen
  • Parang/golok
  • Sabut kelapa 1 kilogram (kering)
  • Gula merah 100 gram
  • EM4 100 mililiter
  • Air 100 liter

Cara membuat

  • Potong-potong sabut kelapa hingga menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian masukkan ke wadah yang disediakan.
  • Campurkan gula merah dengan 10 liter air.
  • Tambahkan EM4 pada larutan gula merah tersebut.
  • Larutan tersebut dituangkan ke dalam wadah yang berisi potongan sabut kelapa dan tutup rapat wadah tersebut.
  • Bukalah tutup wadah selama beberapa detik untuk membuang gas yang dihasilkan oleh campuran tersebut.
  • Biarkan selama 2 minggu dan simpanlah pada tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung.

PENYULUH PERTANIAN WKPP CINDOGO

  KUSMIATI, S.P

NIP 19880317 201706 2 001

PENGUNJUNG

59546

HARI INI

81057

KEMARIN

26266243

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook