Materi Penyuluhan

TOKOH MILLENNIAL PERTANIAN DARI BANTEN

Selasa, 06 Apr 2021
Sumber Gambar : Foto sendiri

Menteri Pertanian, Bapak Syahrul Yasin Limpo yang disampaikan oleh Kepala Badan BPPSDMP pada berbagai kesempatan, bahwa saat ini perlu mengajak kaum muda untuk senang bekerja di bidang pertanian.

Hari Bowo, S.Si seorang millennial baru berumur 32 tahun dan telah memiliki secara pribadi dua Perseroan Terbatas (PT), yaitu PT  Ternak Indonesia dan PT Tani Indonesia yang beralamat di Jl. Cikerai, Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilecon, Provinsi Banten. Keberhasilan ini tidak membuat ia menjadi sombong, melainkan mempunyai niat yang mulia, yaitu akan membantu para petani millennial Banten yang tertarik di bidang pertanian melalui “Program 1000 Millennial Banten” dengan slogan “Petani Muda Berkarya Untuk Bangsa”. Tujuan program ini, yaitu untuk memenuhi kebutuhan komoditi pertanian dan pemberdayaan milenial di Banten. Dalam menjalankan misi ini,  Hari Bowo bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kota Cilegon, Pemerintah Daerah Provinsi Banten, Bank BNI Syariah, Bank Permata, PT Pertanina, dan pihak swasta lainnya.

Program tersebut tidak dipungut biaya alis gratis, dimulai dengan menawarkan kepada pemuda tani/millinneal di Banten yang bersungguh-sungguh bersedia menjadi pengusaha pertanian dan siap mengikuti pelatihan pertanian berkelanjutan mulai hulu sampai hilir. Pendaftaran dimulai tanggal 28 Februari 2021 dengan cara mendaftar melalui, http://bit.ly/VTIOprec1000petani. Alamat yang bisa dihubungi, yatu email: info@villatani.id dan whatsapp: 085774340698. Persyaratan yang ditawarkan, yaitu: Pria/wanita, berusia 18 – 30 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, memiliki jiwa preneurship, tahan banting, pekerja keras, berkomitmen mengikuti pelatihan, dan berdomisili di Banten.

Ternyata peminatnya luar biasa, sampai saat ini yang mendaftar sudah 1.326 orang yang akan diberikan pembekalan secara bertahap sekitar 20 orang per batch/kelompok, untuk mengurangi penularan Covid-19. Pembekalan telah dilaksanakan dan pada tanggal 2 Maret 2021 untuk batch/kelompok ke 17 dan 18. Dalam pembekalan ini peserta diberikan pengarahan dan pengisian pemilihan komoditas yang ingin dikembangkan/diusahakan. Komoditas yang dapat dipilih untuk memenuhi kebutuhan Banten, yaitu: jahe, ternak (kambing, domba, dan sapi), kumis kucing, tebon jagung (tanaman jagung komposit yang dipanen berumur 50 hari), dan rumput odot/gajah. Setiap peserta akan memperoleh pinjaman lahan dan modal kerja budidaya, serta hasilnya akan ditampung oleh Villa Tani.

Dalam pembekalan kali ini, Dr. Anton Apriyanto (Menteri Pertanian RI 2004 – 2009) sebagai motivator dan dihadiri dari unsur-unsur Pemerintan Daerah Provinsi Banten, offtaker, Pusat Penyuluhan Pertanian. Dalam kesempatan ini Penyuluh Pertanian Pusat, Susilo Astuti  Handayani menyampaikan, antara lain: mengapresiasi atas perjuangan Hari Bowo untuk mengajak kaum millennial Banten berusaha tani dan sekaligus membantu pemasaran produknya. Selain itu, peserta ini jika telah bertani dan ingin mengembangkan usahataninya dapat membentuk atau bergabung dalam kelompok tani yang ada di desanya melalui Penyuluh Petanian, sehingga akan terdaftar dalam SIMLUHTAN yang akan memperoleh keuntungan, antara lain pendampingan oleh Penyuluh Pertanian, pupuk bersubsidi, memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUT) dengan bunga rendah. Semoga perjuangan Hari Bowo berlanjut dan tumbuh pejuang petani millennial lainnya.

 

Penulis: Susilo Astuti H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan)

Sumber Informasi: Hasil Tinjauan Lapangan, 2 Maret 2021

 

PENGUNJUNG

59198

HARI INI

81057

KEMARIN

26265895

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook