Materi Lokalita
KALIMANTAN UTARA > KABUPATEN NUNUKAN >

KEARIFAN LOKAL DALAM KONSUMSI PANGAN NON BERAS

Selasa, 06 Apr 2021
Sumber Gambar :

UU Nomor 7/1995 mengamanatkan bahwa pembangunan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, oleh sebab itu pemerintah dan masyarakat berupaya mewujudkan amanat tersebut. Pemerintah berwenang menyelenggarakan pengaturan, pembinaan, serta pengendalian dan pengawasan terhadap ketersediaan pangan, sedangkan masyarakat berperan dalam menyelenggarakan produksi dan penyediaan, perdagangan, distribusi dan konsumsi. Program penganekaragaman pangan berbahan non beras penting dilakukan agar masyarakat mulai terbiasa mengkonsumsi beraneka ragam makanan pokok selain beras, sehingga akan dapat meningkatkan produksi pangan di masyarakat baik dari lahan pertanian maupun lahan lainnya agar dapat mendukung program ketahanan pangan di masa depan. Sedangkan produk pangan yang dikonsumsi, haruslah aman dari segala bentuk pencemaran bahan kimia mulai di lahan pertanian sampai makanan siap dikonsumsi oleh keluarga. Terkait dengan kebutuhan pangan, maka setiap anggota keluarga harus terpenuhi sesuai dengan posisi dan porsinya. Berikut dibawah ini beberapa produk olahan makanan yang berbahan baku non beras atau ada beras yang dicampur dengan sebagian besar bahan baku non beras:

Balo Binthe (Beras Jagung)

Balo Binthe dikenal sebagai nasi jagung, merupakan makanan campuran beras dengan jagung perbandingannya 3 : 1. Makanan ini berasal dari Kabupaten Pahuwato, Gorontalo dan Bualemo di Provinsi Gorontalo. Kandungan gizi jagung lebih baik dibanding beras, vitamin dan protein lebih tinggi, juga energinya juga lebih tinggi, sedangkan karbohidrat jagung lebih rendah bila dibanding beras. 

Proses pembuatan: (1) Jagung digiling, (2) Jagung giling selanjutnya direndam sekitar ½ jam, lalu ditiriskan, (3) Campur beras pada jagung giling yang telah ditiriskan perbandingan 3 : 1, (4) Masak seperti menanak nasi pada umumnya.

Mie Bendo

Mie Bendo merupakan produk olahan ubi yang berasal dari campuran antara singkong dan tepung tapioca yang diproduksi oleh masyarakat Dusun Bendo, Trimurti – Srandakan, Kabupaten Bantul Provinsi DI Yogyakarta. Mie Bendo dikenal juga dengan nama mie lethek karena penampilan fisiknya yang berwarna coklat tua, akibat pengolahan yang tidak menggunakan zat pengawet atau pemutih.

Proses pembuatan: (1) Ubi kayu dikupas kulitnya, bersihkan dan direndam sekitar 2 hari, (2) Setelah perendaman, ubi kayu dihancurkan dan dicampur dengan tepung tapioca dan air hingga membentuk adonan, selanjutnya campuran dicetak membentuk coklat, (3) Dioven 1 jam, dan dicetak kembali membentuk mie panjang kemudian dioven lagi, (3) Rajang hingga berbentuk mie lalu dijemur.

Illuy (Tepung Ubi)

Illuy adalah pangan berbahan baku ubi kayu, dikonsumsi oleh sekitar 60% masyarat Dayak Agabag di Desa Suyadon dan Mansalong Kecamatan Lumbis, di Kabupaten Nunukan  Kalimantan Utara. Pangan ini terutama disukai oleh kaum tua, bahkan sering dijadikan menu pelengkap acara adat.

Proses pembuatan :

  1. Natok atau sagu ubi kayu: kupas ubi kayu, cuci bersih lalu parut. Masukkan hasil parutan ke dalam saringan, aduk – aduk seraya disiram air. Diamkan sampai natok turun dan mengendap, biarkan ½ hingga 1 hari. Buang air yang ada di atas natok dan cuci lagi dengan air bersih untuk menghilangkan getah ubi. Simpan di wadah yang bersih dang anti airnya setiap hari sekali.
  2. Illuy: masak air sampai mendidih, encerkan natok dengan air, lalu masukkan ke dalam air mendidih tadi. Aduk – aduk hingga masak yang ditandai dengan warna putih jernih. Angkat sagu ubi (natok) yang sudah siap saji lalu sajikan dalam kuah. Illuy disajikan bersama dengan lauk berkuah, biasanya dengan sayur asam ikan patin. Illuy lembek dan bisa langsung dimakan/ditelan tanpa dikunyah.

Nasi Bebilar (Beras Ubi Jalar)

Keunggulan nasi bebilar adalah kandungan vitamin antioksidan betakaroten beserta serat makanan yang tinggi sehingga cocok sebagai pangan fungsional yang dapat mencegah kanker dan diabetes mellitus. Proses pembuatan: (1) Ubi jalar dikukus, diulen dan dijadikan pasta ubi jalar, (2) Pasta ubi jalar dicampur beras yang sudah dicuci, (3) Kemudian dimasak sebagaimana menanak nasi, jika caranya benar maka akan diperoleh butiran nasi berwarna merah ungu yang rasanya enak dan gurih.

Oleh: Asbudi Salam, SP., MAP. [PPL Ahli Madya DPKP Nunukan]

PENGUNJUNG

63517

HARI INI

74088

KEMARIN

35210331

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook