Diseminasi Teknologi

BUDIDAYA TANAMAN SERAI WANGI

Selasa, 30 Mar 2021
Sumber Gambar : BPTP Lampung

Serai Wangi tanaman penghasil minyak atsiri yang mudah dibudidayakan di berbagai jenis tanah sehingga daerah sebarannya cukup luas, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTB dan Lampung.

Kebutuhan dan pangsa pasar terhadap minyak serai wangi di tingkat dunia cukup tinggi, disebabkan berperan besar terhadap sumber devisa dan pendapatan petani serta penyerapan tenaga kerja, terutama di daerah marjinal. 

Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan serai wangi adalah pengadaan bahan baku, penanganan pasca panen, proses produksi, tata niaga, teknologi pengolahan dan peralatan penyulingan yang belum memadai bagi skala industri rakyat.

Syarat tumbuh :

  1. Tanaman serai wangi dapat tumbuh di berbagai jenis tanah.
  2. Dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ketinggian optimum pada 2500 m dpl.
  3. Cocok ditanam di tempat terbuka dengan intensitas cahaya antara 75-100%.
  4. Dapat ditanam dengan topografi yang datar sampai berlereng secara monokultur.
  5. Tumbuh baik pada tanah gembur sampai liat dengan pH 5,5 – 7,0.

 

Budidaya Tanaman Serai Wangi

 

Perbanyakan

Perbanyakan serai wangi yang berkembang menggunakan bibit yang berupa stek anakan dengan cara memecah rumpun yang berukuran besar, kultur jaringan yang diambil dari akar dan tunas ketiak.

 

Pengolahan Tanah

Tanah dicangkul  untuk mendapatkan tanah yang gembur, membuat guludan sebesar 120 cm dan tinggi sebesar 30 – 40 cm.  Jarak tanam yang digunakan pada tanah subur 100 x 100 cm, sedangkan di tanah yang kurang subur 75 x 75 cm.  Ukuran lubang tanaman 30 x 30 x 30 cm. 

 

Penanaman

Sebelum ditanam diberikan pupuk kandang dengan dosis 1-2 kg/rumpun.  Penanaman dilakukan pada musim hujan, dengan menanam 1-2 anakan yang berumur kurang lebih satu bulan pada setiap lubang.  Penyulaman dapat dilakukan bila ada tanaman mati pada umur 1-2 minggu setelah tanam.

 

Pemeliharaan 

Serai wangi termasuk jenis tanaman yang cukup adaptif dengan suhu di Indonesia.  Setelah berumur 1 bulan dapat dilakukan pembumbunan dan pemupukan dengan dosis sebanyak 100-150 kg Urea, 60-90 kg SP36 dan 100-150 kg KCl per hektar, atau tergantung dengan tingkat kesuburan lahan.  Pada saat pertumbuhan awal tanaman dapat dilakukan pemupukan sebanyak 3 kali, yaitu saat berumur 1 bulan, umur 6 bulan dan umur 9 bulan.  Pemupukan tahap kedua dapat dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu umur 12 bulan dan selanjutkan dapat diulang setiap tahun sampai tanaman berumur 6 tahun.  Selain itu pada tahun pertama pemberian pupuk kandang dapat digunakan sebanyak 40 ton/ha, dan tahun berikutnya diberikan 20 ton/ha.

Tanaman ini cenderung lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.  Jamur atau cendawan biasanya mengganggu pertumbuhan serai wangi, cendawan akan masuk ke jaringan pelepah yang akhirnya mempengaruhi bagian daun untuk menghasilkan minyak.

 

Panen

Tanaman ini dapat bertahan hidup lama jika mendapatkan perawatan yang baik, dapat dipanen sampai umur enam tahun, bahkan bisa mencapai seputuh tahun, tergantung pemeliharaan, bibit atau varietas dan teknik budidaya yang digunakan.

Bagian tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri yaitu daun, batang dan akar tanaman, tetapi biasanya yang dipanen daunnya untuk diambil minyak atsiri yang bertujuan agar tanaman dapat hidup dalam jangka waktu yang lama.

Panen daun serai wangi pertama kali pada saat tanaman berumur 6 bulan setelah tanakm, dan panen selanjutnya setiap 3 bulan berikutnya.  Tanaman yang siap dipanen memiliki jumlah daun tua 6 – 8 lembar pada setiap rumpunnya, daun berwarna hijau tua, apabila diremas tercium aroma wangi yang kuat.   Waktu panen daun yang baik pada pagi hari jam 06.00-10.00 WIB dan sore hari jam 15.00-18.00.  Cara memanen adalah dengan memangkas daun kira-kira 5 cm di bawah leher pelepah daun, jika pemangkasan terlalu pendek dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan rendahnya produktivitas tanaman.    

 

Ditulis : Ely Novrianty

 

Sumber :

Rokhmah, Anisatun Nofi.,  2018.  Pemetaan, Penciri Bioaktif dan Prospek Ekonomi Tanaman Serai Wangi.  Buletin Pertanian Perkotaan.Volume 8 Nomor 2.  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta.  

 

 

PENGUNJUNG

56429

HARI INI

81057

KEMARIN

26263126

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook