Diseminasi Teknologi

PERBANYAKAN DAN PERKEMBANGBIAKAN TANAMAN PORANG

Senin, 29 Mar 2021
Sumber Gambar : BPTP Kaltim

 

Tanaman porang merupakan salah satu kekayaan hayati umbi-umbian di Indonesia.  Sampai saat ini tanaman porang masih menjadi pusat perhatian, sehingga banyak yang tertarik untuk membudidayakannya,  Hal ini disebabkan tanaman porang menjadi tanaman penghasil karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan serat pangan serta sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan diekspor sebagai bahan baku industry.

 

Perbanyakan dan perkembangbiakan porang, antara lain :

1. Vegetatif

menggunakan bahan tanaman berupa ubi batang, bagian ubi batang, ubi daun (bulbil) atau sering disebut katak dan daun (persilangan tulang daun).

Perkembangbiakan dengan ubi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu mengambil umbi kecil dan pembelahan umbi besar dengan potongan masing-masing minimal seberat 100 g untuk mencapai pertumbuhan dan hasil yang baik. Sedangkan menghindari pembusukan/serangan jamur pada potongan umbi diberi abu dapur atau fungisida,selanjutnya ditiriskan sampai tumbuh tunas (kurang lebih 1 bulan),kemudian dapat ditanam di lapang.

Ubi katak/bubil/ubi daun dikumpulkan pada saat panen dan dipilih bulbil yang sehat saja dan disimpan ditempat yang teduh dan kering. Dalam 1 kg bibit berisi lebih kurang 100 butir ubi katak/bubil. Ubi katak kini langsung dapat ditanam pada lahan yang telah disiapkan pada awal musim hujan.  Untuk memperbanyak bahan tanam secara cepat dapat digunakan potongan/irisan bulbil dan ubi. Namun jika  irisan tersebut terlalu kecil, akan menyebabkan busuk dan tidak mampu bertunas.

 

2. Generatif

Tanaman porang dapat berkembang biak dengan biji. Pada umumnya akan berbunga pada umur 3-4 tahun.  Apabila sudah berbuah, maka dari setiap tongkol buah akan menghasilkan biji sebanyak 250 butir. Sebelum ditanam di lapangan, biji tersebut harus dicuci dengan tujuan untuk menghilangkan lendir. Setelah bersih, biji-biji tersebut direndam dalam air dan dibuang biji-biji yang mengapung di permukaan air. Semai terlebih dulu sebelum ditanam pada pesemaian dengan media pasir di tempat yang teduh.

Pertumbuhan vegetatif tanaman porang berlangsung selama musim penghujan, dan mengalami dormansi pada musim kemarau. Apabila tanaman telah tua/masak, daun dan batang tanaman menjadi kering dan mati. Di Jawa, dari bibit yang ditanam pada awal musim hujan (sekitar bulan November), tumbuh satu batang helai daun yang terus berkembang dengan memanfaatkan persediaan makanan dari ubi yang digunakan sebagai bibit. Selama musim hujan tumbuh ubi baru yang  lebih besar dibandingkan bibit awal. Pada awal kemarau (Mei – Juni),daun mengering dan mati dan ubi memasuki masa dormansi hingga 5-6 bulan. Hingga pada bulan November, ubi tumbuh kembali memasuki siklus pertumbuhan kedua.

Pada umur 3-4 tahun, pertumbuhan ubi sudah cukup besar (2-3kg), muncul bunga (tidak lagi daun), dimana pada bulan Mei bijinya telah masak namun masih dormansi selama 5-6 bulan hingga pada awal November biji tersebut siap disemai. Selama pertumbuhan dari bulan November-Mei, benih telah tumbuh tinggi lebih kurang 10 cm, mempunyai satu daun dan ubi sebagai persediaan makanan mempunyai diameter 1-2 cm, dan berat 5-10 g. Pada bulan Mei, daunnya akan mati dan kembali tumbuh daun pada bulan November hingga mencapai tinggi 30 cm, mempunyai beberapa bulbil /katak kecil, dan ukuran ubi mencapai diameter 8 cm dan berat 300 g. Pada bulan Mei, daun tanaman kembali mati dan ubi bertunas kembali pada bulan November dan tumbuh hingga tinggi 1 m, menghasilkan beberapa bulbil/katak berukuran sebesar ubi tanaman berumur 1 tahun. Ukuran ubi pada saat itu telah mencapai diameter 20-25 cm dengan berat 2-3 kg. Pada musim berikutnya tumbuh bunga kembali dan menghasilkan biji.

 

Ditulis  : Ely Novrianty

 

Sumber :

Saleh, Nasir et all.   2015.  Tanaman Porang, Pengenalan, Budidaya dan Pemanfaatannya.  Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  Bogor.  

 

PENGUNJUNG

56489

HARI INI

81057

KEMARIN

26263186

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook