Diseminasi Teknologi

PENGENDALIAN PENYAKIT BLENDOK PADA TANAMAN JERUK

Senin, 29 Mar 2021
Sumber Gambar : Koleksi Sugito

Pendahuluan

Jeruk termasuk salah satu komoditas buah unggulan nasional. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi tinggi, adaptasinya luas, populer dan digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat dan memiliki manfaat penting bagi kesehatan. Jeruk yang saat ini banyak dikembangkan di Indonesia adalah jenis jeruk manis dan sitrun yang berasal dari Asia Timur (Cina) dan jeruk nipis, purut dan pamelo berasal dari Asia Tenggara. Tanaman jeruk dapat dikembangkan di daerah subur maapun kurang subur/suboptimal, seperti rawa, lahan kering dan sawah.

Untuk mendapatkan tanaman jeruk yang sehat, maka harus menggunakan bibit yang sehat dan bersertifikat. Hal ini karena akan berpengaruh terhadap ketahanan hama dan penyakit serta produktivitas. Ada beberapa hama dan penyakit utama yang dapat merugikan petani dalam mengembangkan tanaman jeruk, salah satunya adalah penyakit Blendok/Diplodia.

 

Penyakit Blendok

Penyakit Blendok/ Diplodia merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jeruk. Penyakit Blendok dapat terjadi apabila ada patogen menyerang cendawan Botryodiplodia theobromae Pat. yang patogenik menyerang tanaman yang rentan, yang tumbuh pada lingkungan yang sesuai untuk patogen, dan petani kurang intensif dalam pemeliharaan tanaman.

Tingkat serangan penyakit blendok dapat dipakai sebagai tolok ukur terhadap tingkat pemeliharaan yang sudah dilakukan, makin intensif pemeliharaan dapat menurunkan tingkat serangan penyakit. Kondisi lingkungan yang mempermudah serangan patogen diantaranya kondisi kekeringan, adanya pelukaan, perbedaan suhu siang dan malam yang tinggi dan pemeliharaan yang kurang optimal. Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit blendok karena salah satu gejalanya adalah keluarnya blendok (gum) dari batang yang teriinfeksi.

Penyakit blendok dapat diketahui dengan mudah apabila tanaman sudah bereaksi terhadap serangan patogen dengan mengeluarkan substansi pertahanan berupa blendok (gum/gumosis). Diketahui ada dua jenis Diplodia yaitu basah dan kering. Diplodia basah, batang, cabang, atau ranting yang terserang mengeluarkan blendok berwarna kuning keemasan dan pada stadia lanjut, kulit tanaman mengelupas. Diplodia kering, kulit batang atau cabang tanaman yang terserang akan mengering tanpa mengeluarkan blendok, sehingga gejalanya lebih sulit diamati. Pada bagian celah kulit terlihat adanya masa spora jamur berwarna putih atau hitam. Serangan pada batang utama akan lebih berbahaya dibandingkan pada cabang atau ranting. Serangan yang melingkar pada cabang mengakibatkan bagian tanaman diatas serangan akan kering dan mati.

 

Pengendalian

  • Menjaga kebersihan kebun dengan memangkas ranting  kering dan cabang yang terserang penyakit, dan ranting pangkasan dibakar atau ditimbun.
  • Memperbaiki  saluran drainase, supaya lingkungan tidak tergenang dan kekringan
  • Menjaga alat pertanian; pisau, gunting pangkas maupun alat lainnya selalu dicuci bersih dan diolesi kapas yang dibasahi alkohol 70% atau clorox 0,5% sebelum dan setelah digunakan.
  • Menyaput/melabur batang dan cabang dengan bubur california atau fungsida yang berbahan aktif Cu. Pelaburan dilakukan pada awal da akhir musim hujan

 

Cara Membuat Bubur California

Bahan yang digunakan:

  • 1 Volume serbuk belerang (1 kg)
  • 2 Volume kapur hidup/kapur tohor (2 kg)
  • 10 Volume air bersih (10 liter)
  • 0,1 Volume deterjen

 

Cara Pembuatan:

  • Panaskan 1 bagian air (5 liter) sampai mendidih
  • Kemudian  serbuk belerang dimasukkan diaduk sambil terus dipanaskan hingga mendidih
  • Kapur hidup/kapur Tohor disiram 1 bagian air ( 5 liter) hingga larut dan mengenndap
  • Kemudian endapan kapur dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan belerang yang sedang mendidih, sambil terus diaduk dan dipanaskan hingga mendidih.
  • Campuran yang sudah jadi berwarna kuning  kemerahan.
  • Diamkan semalam sampai larutan mengendap, dan pisahkan air yang jernih dengan endapannya.
  • Air yang jernih dapat digunkan untuk penyemprotan dengan penambahan larutan detergen.

Cara Aplikasi:

  • Batang dan ranting sebelum di labur dibersihkan dengan sikat plastik/ijuk
  • Larutan bubur california setelah diaduk rata kemudian dilaburkan pada batang dan ranting
  • Pelaburan dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan.
  • Air yang jernih dapat digunkan untuk penyemprotan dengan penambahan larutan detergen.

 



Sumber bacaan : http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/penyakit-blendok-dan-cara-pengendaliannya-pada-tanaman-jeruk/

 

PENGUNJUNG

58600

HARI INI

81057

KEMARIN

26265297

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook