Gerbang Nasional

Adakah Kode Etik Penyuluh Pertanian ?

Rabu, 03 Mar 2021
Sumber Gambar : tabloidsinartani.com

Penyuluh bukanlah tugas yang ringan. Sebab mereka dituntut untuk berprilaku sebaik-baiknya sesuai dengan profesinya, sehingga apa yang dilakukan tidak merugikan petani dan menodai citra profesi penyuluh pertanian.

Namun dalam melaksanakan kadang terjadi kebimbangan, terutama ketika ada produsen sarana produksi (pupuk, pestisida, benih dan alsintan) mengajak untuk melakukan sosialisasi. Bahkan membantu memasarkan produk tersebut.

“Adakah kode etik penyuluh? Apakah melanggar kode etik, jika seorang penyuluh menjual sarana produksi pertanian? Apalagi sekarang penyuluh juga kadang dikaitkan dengan politik di daerah, sampai kadang dipindahkan wilayah kerja penyuluh pertanian untuk kepentingan politik,” kata penyuluh pertanian Tebo, Jambi Atmahendra, saat acara Ngobrol Asik Penyuluh BPPSDMP, di Jakarta, Selasa (2/3).

Ungkapan kebingunan juga datang dari Penyuluh Pertanian BPP Tutur, Pasuruan, Jawa Timur, Misbahul Choir. “Apakah boleh saya membentuk kemitraa inti-plasma di petani  dengan perusahaan. Apa ini melanggar? Di lapangan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan, tapi akses petani bermitra sangat kecil,” katanya.

Bukan hanya Atmahendra dan Misbahul yang merasa bingung mengenai kode etik seorang penyuluh pertanian. Apalagi selama ini ada kesan, penyuluh selama ini dianggap mengambil keuntungan sebagai agen dari perusahaan sarana produksi pertanian.

Menanggapi kebimbangan tersebut, Dewan Pembina Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani), Mulyono Machmur mengatakan, tugas penyuluh adalah memberikan informasi kepada petani. Jadi jika ada perusahaan sarana produksi ingin dibantu sosialisasi, maka tugas penyuluh sebatas mensosialisasikan. “Hanya memberikan alternatif pilihan, tidak boleh memaksa petani untuk membeli produk tersebut. Jika memaksa, itu yang melanggar kode etik,” katanya.

Bahkan penyuluh yang memilik penghasilan dari tempat lain juga tidak dianggap melanggar kode etik. Ibaratnya seperti seorang dokter yang pagi-sore praktek di rumah sakit atau puskesmas, kemudian malamnya buka praktek sendiri. “Yang penting selama penyuluh melaksanakan tugas dan sesuai panca etika penyuluhan,” tegas Mulyono.

Seperi profesi lainnya. Penyuluh pun memiliki kode etik yang disebut Panca Etika Penyuluh Pertanian yakni:

1. Penyuluh pertanian beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha esa, serta senantiasa menghormati dan memperlakukan petani-nelayan, berserta keluarganya sebagai subyek dan mitra kerja yang berkedudukan sederajat dengan dirinya.

2. Penyuluh pertanian senantiasa menempatkan keinginan dan kebutuhan petani nelayan sebagai dasar utama pertimbangan dalam mengembangkan program apapun bersama petani nelayan, beserta kelurganya

3. Penyuluh pertanian senantiasa lugas,tulus,jujur dalam menyampaikan informasi, sarana atauapun rekomendasi dan bertindak sebagai motivator, dinamisator, fasilitator, serta katalisator dalam membimbing petani nelayan beserta keluarganya.

4. Penyuluh pertanian senantiasa memiliki dedikasi dan pengabdian untuk membela kepentingan petani nelayan atas dasar kebenarana, serta dalam melaksanakan tugas, senantiasa memerlihatkan prilaku teladan, serasi, selaras dan seimbang kepada semua pihak.

5. Penyuluh pertanian senantiasa memelihara kesetiakawanan dan citra korps penyuluh pertanian atas prinsip silah asuh-silah asih dan silah asah, serta senantiasa bersikap dan bertingkah laku yang menghormati agama, kepercayaan, aturan, norma dan adat istiadat setempat

sumber berita : tabloidsinartani.com

PENGUNJUNG

59427

HARI INI

81057

KEMARIN

26266124

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook