Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN BONE > TANETE RIATTANG

Cara Seleksi Benih Padi Yang Praktis

Selasa, 23 Feb 2021
Sumber Gambar : KABARTANI.COM

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan terhadap produksi, karena mampu memberikan kontribusi  dalam peningkatan produksi  padi sampai 40 %. Atas dasar hal tersebut sebelum benih disemaikan, agar tanaman  tumbuhnya baik, berproduksi tinggi sesuai harapan hendaknya dimulai dari pemilihan varietas, dan seleksi benih padi. Benih Bermutu adalah benih yang baik dan benar. Dikatakan baik karena memiliki 3 kriteria yaitu baik secara genetik, fisik dan fisiologis. Dikatakan benar maksudnya adalah benih yang berlabel sesuai peruntukannya.

Secara Genetik

  • Varietas asli
  • Murni dari satu varietas

Secara Fisik Benih Bermutu dicirikan dengan : 

  • Bersih tidak tercampur dengan biji gulma atau biji tanaman lain
  • Berukuran penuh / bernas dan seragam
  • Bebas dari biji gulma, hama, penyakit dan bahan lain

Secara Fisiologi  dicirikan dengan :

  • Daya kecambah dan vigor tinggi sehingga dapat tumbuh baik
  • Kekuatan tumbuh normal

Untuk memperoleh benih bermutu   perlu melakukan  kegiatan seleksi benih sebagai berikut :

Melakukan Pemilahan Benih

Benih dengan berat jenis lebih tinggi, mempunyai mutu fisiologis (daya kecambah dan Vigor) yang lebih tinggi, serta pertumbuhan dilapang yang lebih cepat dan seragam. Untuk itu beberapa tahapan perlu dialkukan dalam menyeleksi benih :

  • Cara sederhana yaitu ditampih.
  • Pemilahan Benih dengan Air
  1. Benih dimasukan kedalam wadah yang berisi air dengan volume 2 kali volume benih, kemudian diaduk-aduk sebentar.
  2. Benih yang terapung; yang mempunyai berat jenis rendah, dipisahkan dari benih lainnya.
  3. Benih-benih yang tenggelam yang digunakan dalam pertanaman.
  4. Sebelum semai, benih terlebih dahulu direndam selama 24 jam dan diperam 48 jam.
  • Pemilahan dengan Larutan Garam Amonium Sulfat (ZA) atau Garam dapur.
  1. Untuk mendapatkan benih yang lebih bernas; dengan berat jenis yang tinggi ( BJ 1,11 mg/L), pemilahan dilakukan dengan memasukan benih kedalam wadah berisi larutan pupuk ZA dengan konsentrasi 225 g ZA/L air. Atau 250-300 gram Garam / L air.
  2. Pelaksanaan dilapangan, Indikator yang dapat digunakan untuk mencapai Berat Jenis diatas 1 adalah dengan melihat posisi telur yang terapung.

Caranya adalah :

  • Menyiapkan air bersih dalam wadah ember atau wadah lainnya.
  • Tes awal dilakukan yaitu memasukkan sebutir telur kedalam wadah tersebut dan telur akan tenggelam kedasar air, ini terjadi karena berat jenis telur lebih besar dari berat jenis air.
  • Masukkan garam kedalam air (tujuannya untuk meningkatkan berat jenis air garam) sambil diaduk, tambahkan garam hingga telur apabila dimasukkan menjadi terapung ke permukaan air. (Umumnya telur mengapung pada perbandingan 250-300 gram garam setiap 1 liter air).
  • Telur dikeluarkan dan masukkan benih ke dalam air garam, Benih yang bernas akan tengggelam dan benih yang hampa dan retak akan mengapung.
  • Benih yang terapung dibuang sedangkan benih yang digunakan benih yang tenggelam (memiliki berat jenis tinggi).
  • Benih yang tenggelam dicuci dengan air bersih sampai tidak terasa asin. Benih yang telah dicuci  tersebut, siap untuk  direndam, diperam dan disemaikan.

 

 

 

OLEH : IKA SARTIKA ASKAR, S. TP., M. Si. (PPL KELURAHAN PAPPOLO)

PENGUNJUNG

22154

HARI INI

71776

KEMARIN

22544895

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook