Materi Lokalita
SULAWESI SELATAN > KABUPATEN BONE > TANETE RIATTANG

Penanaman Padi Dengan Alat Tabela

Selasa, 23 Feb 2021
Sumber Gambar : koleksi pribadi

Tabela merupakan cara tanam padi tanpa melalui persemaian maupun pemindahan bibit, benih langsung ditabur pada lahan sawah yang telah diolah dengan baik. Untuk memperoleh hasil yang optimal, Tabela Super didukung pertanian modern seperti varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, pemupukan berimbang, pupuk hayati, biodekomposer, pengelolaan air, serta pengendalian OPT (Organisme Penganggu tanaman) secara terpadu sehingga daya adaptasi bibit tanaman lebih baik dan pertumbuhan awal akar lebih cepat. Populasi tanaman dapat diatur dengan cara penerapan legowo 2:1 atau 4:1, dengan 2 – 4 benih per lubang tanam. Tabela Super Jajar Legowo bisa menghabiskan benih sekitar 25-40 kg/hektar.

Pengolahan lahan dapat dimulai dan dilakukan dengan cara membersihkan saluran air, sisa – sisa jerami dan rumput liar di lokasi tanam. Lakukan perbaikan sujumlah pematang dengan cangkul dan dilanjutkan dengan kegiatan pembajakan pertama di awal musim dengan kedalaman 25 – 30 cm dan dibiarkan 2 – 3 hari, kemudian dilakukan pembajakan yang kedua 3 – 5 hari sebelum tanam. Pembajakan dilakukan dengan tujuan untuk membalikkan komposisi tanah pada lahan sawah. Ratakan permukaan tanah sawah dengan cara digaru, permukaan tanah sudah rata bisa dilihat pada permukaan air pada petak sawah yang sudah terlihat merata. Dalam cara tanam benih secara langsung (Tabela) atau tanam hambur di lahan sawah, benih biasanya dikecambahkan terlebih dulu sebelum disebarkan di lahan sawah yang telah diolah dan diratakan secara baik. Tabela biasanya berkembang di daerah yang tenaga kerjanya kurang dan mahal. Selain itu cara ini dinilai mengurangi kejerihan dan menghemat penggunaan air.

Cara Tabur

  1. Jaga agar lahan diolah dan diratakan   dengan baik dan bebas gulma.
  2. Tabur benih pada 2-5 hari setelah pelumpuran sempurna. Pada lahan yang berdrainase, saluran kecil dapat dibuat beberapa hari setelah pelumpuran guna mengeringkan lahan agar menghindari kerusakan akibat keong mas dan memberi kesempatan benih berkecambah.
  3. Kecambahkan benih lebih dulu (rendam dalam air selama 24 jam lalu keringanginkan selama 24 jam). Gunakan benih dari varietas yang cocok untuk tabela dalam jumlah yang cukup, biasanya sekitar 80 kg/ha.
  4. Kalau air di sawah berlumpur setelah pengolahan tanah terakhir, biarkan sawah mengering selama 24-48 jam sebelum benih ditabur.
  5. Tabur benih merata ke lahan yang kedalaman airnya 2-5 cm atau
  6. Biarkan air mengering sebelum penggenangan dilakukan setelah 2 hari agar benih tetap lembab.

Kelemahan Tabela

  1. Lahan harus diolah dan diratakan dengan baik sementara air juga perlu dikelola secara baik untuk menjaga agar tanaman tumbuh seragam.
  2. Gulma biasanya tumbuh subur dan bersamaan dengan benih padi sehingga pengendaliannya perlu mendapat perhatian yang lebih besar.
  3. Keong mas, tikus, dan burung dapat mengganggu pertanaman pada awal pertumbuhan.
  4. Hujan lebat pada saat tabur benih dapat mengganggu pertanaman. Biasanya tabela memerlukan pupuk dalam dosis yang lebih tinggi.

 

 

oleh : IKA SARTIKA ASKAR, S. TP., M. Si

PENGUNJUNG

24167

HARI INI

71776

KEMARIN

22546908

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook