Materi Penyuluhan

MENGENAL KRITERIA KEMATANGAN BUAH JERUK AGAR TEPAT WAKTU PANENNYA

Senin, 22 Feb 2021
Sumber Gambar : Balitjestro Maupun lainnya

Jeruk merupakan salah satu komoditas buah-buahan yang sangat disukai oleh masyarakat, baik dalam bentuk buah segar maupun dalam bentuk hasil olahan. Jeruk merupakan komoditas hortikultura yang digemari karena kaya akan vitamin C. Terutama di masa pandemi covid 19 ini dimana setiap orang sangat peduli terhadap kesehatan tubuh. Buah jeruk merupakan salah satu buah yang dapat dibudidayakan di berbagai tempat mulai dataran rendah hingga dataran tinggi, daerah tropis hingga subtropis Di berbagai belahan dunia keragaman jeruk berbeda-beda. Jenis-jenis jeruk yang banyak dijumpai di Indonesia diantaranya jeruk Manis (Citrus Sinensis L.), jeruk Keprok (Citrus reticulata), jeruk Siam (Citrus Nobilis), jeruk besar/Pamelo (Citrus maxima Merr, Citrus grandis Osbeck), jeruk Lemon (Citrus limon Linn), jeruk Lime (Citrus aurantifolia Swingle), jenis jeruk sitrun (Citrus medica Limnaeus), jeruk grape fruit (Citrus paradise Mactdijen). Dari beberapa jenis tersebut salah satu yang dikembangkan adalah jeruk Manis atau orang kadang menyebutnya dengan jeruk sunkist. 

Jeruk mempunyai bentuk bulat dan bulat telur, berat rata-rata 190-497 gram, diameter buah 7,2-10,3 cm, warna permukaan kuning, hijau kekuningan dan oranye. Tekstur permukaan agak halus sampai kasar, kulit buah relatif tebal 6.2-7.75 mm, kerekatan dengan daging buah kuat, warna daging buah rata-rata kuning, ada beberapa varietas yang berwarna merah jumlah biji 5 -19 ada juga yang tanpa biji, brix 9 – 14 %.

Buah jeruk merupakan sumber yang baik untuk vitamin C (asam askorbat) dan asam sitrat. Kedua asam ini membantu tubuh dalam mengoptimalkan penyerapan zat besi di saluran pencernaan. Sehingga bila rutin mengkonsumsi buah jeruk secara efektif dapat mencegah berbagai penyakit hal tersbut bahwa di dalam buah jeruk segar terdapat kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Senyawa utama yang menjadi andalan adalah vitamin C, asam folat, serat, senyawa fitokimia, likopen, dan karotenoid. Selanjutnya bila mengkomsumsi buah jeruk manis sebanyak 100g/hari, berarti tersuplay vitamin C ke tubuh  tercukupi. Dampaknya tubuh akan semakin sehat dan bugar.

Musim panen buah jeruk biasanya dimulai pada bulan Juli  hingga bulan Agustus. Kualitas buah jeruk  dapat diperoleh dengan cara memanen secara tepat wakt, umur dan kematangan buahnya. Biasanya kemasakan buah jeruk dalam satu batang tidak serempak oleh karenanya penentuan kriteria kematangan buah jeruk sangat penting bagi petugas panen. Panen yang terlalu dini menyebabkan kualitas rasa dan tampilan buah belum optimal. Begitu pula apabila panen jeruk dilakukan saat buah telah terlalu matang, maka buah jeruk pun tidak dapat bertahan lebih lama disimpan.

Panen tepat waktu merupakan cara yang efektif guna menghasilkan buah jeruk berkualitas. Ciri fisik buah jeruk masak, dan cara memetik buah jeruk. Sebelum memtik buah jeruk sebaiknya perlu memperhatikan buah-buah jeruk yang akan dipanen. Dalam 1 batang tingkat ketuaan buah bisa berbeda, karena terbentuknya bunga tidak serempak. Ada yang  masih hijau sekali, ada yang sudah mulai kekuningan, dan ada yang sudah kuning sempurna. Secara umum buah jeruk akan matang setelah berumur 8 bulan dari bunga mekar. Jeruk yang akan dipanen  sebaiknya kita perlu memperhatikan ciri jeruk sudah matang, selain melihat warna kulitnya kita harus memegang buahnya dan menekan sedikit bagian ujung buah. Apabila ujung buah ditekan terasa empuk dan berongga maka dapat dipastikan buah jeruk sudah matang. Selain bagian ujung buah, kita juga dapat menekan bagian sisi buah. Apabila daging buah terasa lembut, maka kita dapat memastikan bahwa buah jeruk sudah masak. Selain itu cara mengenal kriteria buah jeruk yang matang itu tidak bisa hanya melihat fisiknya saja, karena buah jeruk kuning belum tentu masak. Bila diperhatikan pisiknya saja dari warna, buah ini sekilas terlihat sudah kuning, namun apabila kita perhatikan kuningnya hanya sebagian dan tidak normal. Buah ini kuning karena terpapar sinar matahari dan pabila kita tekan sisinya atau bagian ujung buahnya masih terasa keras. Bila ada yang  berbeda warna, kuningnya sudah terlihat sempurna namun sedikit pucat. Warna ini disebabkan oleh serangan hama, bila diperhatikan di bagian sisi ada noda hitam yang disebabkan oleh serangan lalat buah, buah ini kita senggol saja sudah jatuh karena pada dasarnya sudah lama terinfeksi.

Waktu panen yang tepat  untuk memulai panen beberapa hal yang perlu  diperhatikan pertama kita menghindari panen diwaktu terlalu pagi. Panen harus dimulai setelah di permukaan daun dan buah jeruk ini sudah tidak ada embun. Embun yang masih menempel dibuah dapat menyebabkan tumpukan buah menjadi lembab dan akan menyebabkan menurunnya kualitas buah.

Cara memetik buah, sebaiknya menggunakan gunting pangkas. Dengan cara memotong tangkai buah sepanjang 5-10 cm dari pangkal buah. Beberapa keuntungan apabila panen dilakukan menggunakan gunting pangkas diantaranya bagian pangkal buah tidak terkelupas dan dapat menjadikan buah lebih tahan disimpan. Selain itu, dengan menggunakan gunting, kita juga sekaligus melakukan pemangkasan cabang produksi yang sudah tua dan telah berproduksi. Pemangkasan ini dapat merangsang munculnya tunas- tunas produktif muda.

Demikian naskah yang saya buat semoga bermanfaat untuk kita semua

Ditulis ulang oleh     : Dalmadi BBP2TP Bogor

Sumber                   : Balitbangtang, Balitjestro dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)

Gambar                   : Balitjestro Maupun lainnya

PENGUNJUNG

25768

HARI INI

71776

KEMARIN

22548509

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook