Diseminasi Teknologi

PENGENDALIAN HAMA TIKUS SECARA NABATI

Jum'at, 19 Feb 2021
Sumber Gambar : lampost.com

PENDAHULUAN

Tikus sawah (Rattus argentiventer : Robb & Kloss) merupakan salah satu hama utama pertanaman padi yang dapat menyebabkan tanaman puso atau gagal panen. Kehilangan hasil gabah akibat serangan hama itu hampir terjadi setiap musim tanam dengan kerusakan mencapai 15-20% tiap tahunnya.  Berbagai alternatif pengendalian telah dilakukan, baik secara kultur teknis, fisik mekanik, maupun secara kimia. Dikemukan bahwa pengendalian hama tikus secara kimiawi merupakan alternatif yang paling umum dilakukan karena hasilnya dapat segera terlihat dan mudah diaplikasikan pada areal yang luas. Namun penggunaan bahan kimia secara terus menerus untuk mengendalikan berbagai hama dan penyakit telah menimbulkan berbagai masalah baru, terutama bagi lingkungan.

Dalam upaya mengurangi dampak negatif dari penggunaan bahan kimiawi  dalam mengendalikan tikus,  perlu inovasi alternatif dengan penggunaan bahan-bahan yang disukai atau tidak disukai oleh tikus.  Penggunaan bahan yang tidak disukai tikus dapat mengurangi daya bertahan tikus karena aktivitas makan, minum, mencari pasangan, serta reproduksi terganggu. Secara tidak langsung bahan yang tidak disukai oleh tikus dapat menyebabkan kematian dan kemampuan bertahan tikus.

 

KEMAMPUAN INDERA PENCIUMAN TIKUS

Tikus memiliki indera penciuman yang berkembang dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas tikus menggerak-gerakkan kepala serta mendengus pada saat mencium bau pakan, tikus lain, atau musuhnya (predator). Penciuman tikus yang baik ini juga bermanfaat untuk mencium urine dan sekresi genitalia. Dengan kemampuan ini tikus dapat menandai wilayah pergerakan tikus lainnya, mengenali jejak tikus yang masih tergolong dalam kelompoknya, mendeteksi tikus betina yang sedang estrus (berahi) dan mendeteksi anaknya yang keluar dari sarang berdasarkan air seni yang dikeluarkan oleh anaknya.

Indera penciuman tikus yang tajam dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menarik atau mengusir tikus dari suatu tempat. Secara genetik tikus dapat mengetahui kedatangan kucing atau bahaya yang mendekatinya.  Indera penciuman tikus memiliki dua jenis reseptor yang berbeda. Dalam kondisi normal, reseptor berfungsi mengidentifikasi bau. Reseptor mengirimkan informasi ke otak untuk mengasosiasikan bau dengan bahaya, misalnya bau tubuh kucing, atau bau tidak menyenangkan, seperti bau busuk yang berarti makanan tidak layak. 

 

PENGENDALIAN SECARA NABATI

Pestisida nabati adalah pestisida yang dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada disekitar kita untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

 

Jenis-Jenis Tanaman Untuk Bahan Pengendalian Secara Nabati

 Beberapa jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pestisida nabati,  yang digunakan untuk mengendalikan hama tikus pada padi sawah adalah menggunakan tanaman cabai (Capsicum annum), buah jengkol (Phitecellobium lobatum) dan buah papaya tua (Carica papaya). Buah papaya tua langsung diberikan pada tikus hasilnya mati, sedangkan jengkol dan cabai menggunakan air hasil rendaman dari kedua jenis tanaman ini yang kemudian disemprotkan sehingga hama tikus menjadi berkurang nafsu makannya.

 

  1. Cabai

Cabai mengandung minyak atsiri, piperin dan piperidin yang berfungsi sebagai repellent (penolak) dan mengganggu preferensi (selera)  makan hama. Pembuatan pestisida nabati dengan cabai yaitu: (a) Tumbuk cabai  sampai halus, (b)  kemudian rendam selama semalam, (c) Saring dan dapat langsung disemprotkan pada tanaman padi.

  1. Jengkol

Pembuatan pestisida nabati dengan bahan jengkol yaitu:  (a) kupas kulit luarnya maupun kulit arinya; (b)  Kupasan jengkol direndam dengan air, perbandingan 1 kg : 10 liter air selama 24 sampai 36 jam sehingga air rendaman mengeluarkan aroma yang sangat menyengat yang dapat mengusir hama tikus, (c) Letakkan atau semprotkan larutan jengkol pada tanaman padi. Selain dapat mengusir   tikus  juga dapat mengusir burung yang menyerang tanaman padi. 

      3. Buah Pepaya Tua

Buah papaya tua sebagai racun (enzim albuminose) atau kaloid carpine dalam mengendalikan tikus dengan potensi yang cukup besar karena buah papaya mengandung bahan aktif papain yang dapat digunakan sebagai rodentisida (Hariono, 2009). Cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan buah pepaya tua yaitu: (a) kupas buah papaya tua yang belum masak; (b) potong kecil-kecil sebesar dadu, (c) Sebarkan pada tempat yang biasa dilewati tikus.

Yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan rodentisida nabati pepaya adalah : mulai dari pengupasan sampai penyebarannya harus menggunakan sarung tangan karena indera penciuman tikus sangat tajam terhadap bau dan sentuhan tangan manusia, sehingga kemungkinan tikus tidak akan memakan potongan buah papaya tua yang diberikan.

 

Beberapa keunggulan pestisida nabati diantaranya yaitu:

  • Teknologi pembuatannya lebih mudah dan murah, sehingga memungkinkan untuk dibuat sendiri dalam skala rumah tangga.
  • Tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan maupun terhadap makhluk hidup, sehingga, relatif aman untuk digunakan.
  • Tidak beresiko menimbulkan keracunan pada tanaman, sehingga, tanaman yang diaplikasikan pestisida nabati jauh lebih sehat dan aman dari pencemaran zat kimia berbahaya.
  • Tidak menimbulkan resistensi (kekebalan) pada hama, artinya pestisida nabati aman bagi keseimbangan ekosistem.
  • Hasil petanian yang dihasilkan lebih sehat serta terbebas dari residu pestisida kimiawi.

Kelemahan Pestisida Nabati

  • Daya kerja pestisida nabati lebih lambat, tidak bisa terlihat dalam jangka waktu yang cepat.
  • Umumnya tidak membunuh langsung hama sasaran, akan tetapi hanya bersifat mengusir dan menyebabkan hama menjadi tidak berminat mendekati tanaman budidaya.
  • Mudah rusak dan tidak tahan terhadap sinar matahari.
  • Daya simpan relatif pendek, artinya pestisida nabati harus segera digunakan setelah proses produksi.
  • Perlu dilakukan penyemprotan yang berulang-ulang. Hal ini dari sisi ekonomi tentu saja tidak efektif dan efisien.

Sumber            : baginikmat.blogspot.com

Penyusun         : Nasriati

 

 

PENGUNJUNG

24845

HARI INI

71776

KEMARIN

22547586

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook