Materi Penyuluhan

MENGENAL FUNGSI-FUNGSI PEMASARAN DARI PRODUK PERTANIAN

Jum'at, 12 Feb 2021
Sumber Gambar : GOOGLE

Fungsi pemasaran adalah serangkaian kegiatan fungsional yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran, baik aktivitas proses fisik maupun aktivitas jasa, yang ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Fungsi-fungsi pemasaran sangat penting untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh produsen  dalam upaya memuaskan konsumen secara lebih efektif dan efisien. Hambatan-hambatan tersebut terkait dengan kendala waktu, jarak tempat, kekurangan informasi pasar, serta adanya perbedaan penilaian terhadap suatu produk. Secara umum, fungsi pemasaran diklasifikasikan menjadi 3 yaitu fungsi pertukaran, fungsi fisik dan facilitating function , dan dirinci lagi menjadi fungsi-fungsi lebih spesifik. Beberapa fungsi penting dalam pemasaran hasil pertanian antara lain:: 1.   Fungsi  Penyimpanan2. Fungsi Transfortasi, 3. Fungsi Grading dan Standarisasi, 4.Fungsi Periklanan

1). Fungsi Penyimpanan, Fungsi Penyimpanan diperlukan untuk menyimpan barang selama belum dikonsumsi atau menunggu diangkut / diolah ke daerah pemasaran. Yang dimaksud dengan penyimpanan adalah perlakuan terhadap produk pertanian agar waktu simpan menjadi lebih lama. Kegiatan penyimpanan akan memperkecil fluktuasi harga antar musim panen dan musim paceklik, mengatur keseimbangan suplai sepanjang tahun. Dalam usaha penyimpanan ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian diantaranya : 1). Jumlah stok yang dimiliki, 2). Jumlah stok regional, nasional dan dunia, 3). Cara-cara pengelolaan dan pembiayaan stok, 4).    Cara mengurangi biaya operasi penyimpanan dan pengelolaan persediaan, 5)    Tingkat volume stok yang efisien dan efektif, dan 6). Perkiraan lama penyimpanan yang akan dilakukan

Biaya penyimpanan dapat ditekan dengan cara :

  1. Pemberantasan hama selama penyimpanan
  2. Pelaksanaan panen yg tepat
  3. Perbaikan konstruksi gudang sesuai jenis dan sifat barang
  4. Kandungan air dari barang yang tepat

Pengolahan hasil pertanian termasuk dalam fungsi penyimpanan yaitu  untuk meningkatkan kualitas barang baik dalam rangka memperkuat daya tahan barang (prosesing minimal) maupun meningkatkan nilainya. Kegiatan pengolahan memberikan kegunaan bentuk baik menambah maupun menciptakan utiliti, jumlah dan jenis konsumen pun akan bertambah banyak.

2). Fungsi Transfortasi, Fungsi transportasi berperan dalam memperlancar perpindahan produk dari lokasi produksi sampai ke lokasi konsumen akhir. Fungsi transfortasi dimaksudkan untuk menjadikan suatu produk berguna dengan memindahkannya dari produsen ke konsumen. Biaya transportasi ditentukan oleh: a) lokasi produksi, b) area pasar yang dilayani, c) bentuk produk yang dipasarkan, d) ukuran dan kualitas produk yang dipasarkan.

Fungsi transfortasi menyediakan barang dan jasa di daerah konsumen sesuai dengan kebutuhan konsumen baik terhadap waktu, jumlah dan kualitas. Fungsi pengangkutan terkait kegiatan perencanan : a) jenis barang yang diangkut,  b) volume yang akan diangkut, c) waktu pengangkutan dan d) jenis alat angkutan yang digunakan. Efisiensi pengangkutan adalah barang sampai di tangan konsumen sesuai yang diinginkan dan biaya yang murah sehingga perlu diperhatikan : macam alat angkut, resiko kerusakan barang selama pengangkutan, biaya angkut masing-masing barang dari tiap alat angkut, kapasitas angkut, keadaan tempat atau daerah.

3). Fungsi Grading dan Standarisasi, Fungsi standardisasi dan grading dimaksudkan untuk menyederhanakan dan mempermudah serta meringankan biaya pemindahan komoditi melalui saluran pemasaran. Grading adalah tindakan mengklasifikasi hasil pertanian menurut standardisasi yang diinginkan atau penyortiran produk-produk ke dalam satuan atau unit tertentu. Standardisasi adalah justifikasi kualitas yang seragam antara pembeli dan penjual, antar tempat dan antar waktu.  Standardisasi merupakan ukuran atau penentuan mutu barang dengan menggunakan berbagai ukuran, seperti : warna, susunan kimia, bentuk, kekuatan/ketahanan, kadar air, tingkat kematangan, rasa dan lain-lain.

Manfaat standardisasi dan grading dalam pemasaran:

  1. Mempermudah pembeli dan produsen memberikan nilai barang tersebut
  2. Mempermudah proses jual beli
  3. Mengurangi biaya pemasaran dan menekan resiko dalam pengangkutan
  4. Memperluas pasaran, sesuai dengan kualitas yang diinginkan dan kemampuan
  5. Syarat mutlak untuk pemasaran berjangka (future market)

 

4). Fungsi Periklanan, Fungsi periklanan dimaksudkan untuk menginformasikan atau mengenalkan ke konsumen apa yang tersedia untuk dibeli dan untuk mengubah permintaan atas suatu produk. Masalah yang timbul dalam periklanan produk-produk pertanian terutama berkaitan dengan karakteristik produk-produk pertanian itu sendiri. Persaingan antar produk di pasaran mendorong produsen gencar untuk berpromosi menarik perhatian konsumen. Promosi dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain; melalui promosi penjualan, publisitas umum, penjualan pribadi, dan periklanan. Promosi melalui media periklanan sangatlah efisien karena menggunakan biaya rendah dan mempunyai daya bujuk (persuasif) yang kuat,  sangatl efektif karena dapat memberikan informasi yang jelas terhadap produk pada segmen tertentu. Iklan mengarahkan konsumen dalam menyuguhkan produk sehingga dapat diyakini untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Fungsi iklan dalam pemasaran untuk memperkuat dorongan kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap suatu produk untuk mencapai pemenuhan kepuasannya.

Tujuan iklan menurut Rhenald Kasali (1995:159) biasanya dibangun atas empat komponen, yaitu: 1) Aspek perilaku, merupakan tindakan-tindakan yang diharapkan pada calon pembeli, 2) Sikap yang diharapkan, yang menyangkut sikap atau keistimewaan produk, 3) Kesadaran, dalam mengembangkan produk-produk baru di pasaran merebut calon pembeli, 4) Positioning, sasaran konsumen. Beberapa pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian periklanan dapat ditinjau dari media, proses, gaya komunikasi, dan reaksi konsumen, yaitu:

  1. Media informasi: Iklan merupakan suatu media informasi produk yang disampaikan kepada konsumen.
  2. Proses iklan: Penyampaian informasi produk yang diprakarsai produsen untuk disampaikan melalui iklan ditujukan kepada konsumen sebagai penerima pesan.
  3. Komunikasi persuasif: Gaya bujuk rayunya (persuasi) yang diterapkan pada iklan mengakibatkan konsumen terbius masuk lingkaran konotasi positif terhadap produk yang diinformasikan.
  4. Reaksi Konsumen: Informasi yang jelas melalui iklan akan membuahkan reaksi atau tindakan hingga kesadaran untuk mengkonsumsi produk yang diinformasikan.

 

Maksud produsen terhadap tampilan produk yang dipublikasikan melalui periklanan, antara lain: Memperkenalkan identitas produk yang diinformasikan dan menjelaskan perbedaan produk dengan yang lain, mengkomunikasikan konsep produk, yaitu manfaat dan kelebihannya dari segi fungsional, psikologis, atau nilai pasar sasaran, mengarahkan pemakaian produk baik yang lama atau yang baru kepada pasar sasaran, memberitahukan tempat penjualan atau pembelian untuk merangsang ditribusi yang lebih luas., meningkatkan penjualan yang berarti pula produk meningkat, membangun citra produk dan menjaga kemampuan posisi produk dalam pandangan pasar sasaran serta  menghadapi dan mengatasi masalah saingan antar produk. Demikian semoga bermanfaat…Siti Hafsah Husas (dari berbagai sumber)

.

 

 

 

 

 

 

PENGUNJUNG

24607

HARI INI

71776

KEMARIN

22547348

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook