Materi Lokalita
BALI > KABUPATEN KARANG ASEM > SELAT

Perbedaan Layu Fusarium Dan Layu Bakteri Pada Tanaman Cabai

Selasa, 12 Jan 2021
Sumber Gambar : Dokumen Pribadi

Masalah utama yang masih sulit terpecahkan oleh petani cabai adalah penyakit layu. Penyakit layu ini datang tiba – tiba dan langsung membuat sebagian tanaman mati sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi petani. Penyakit layu bisa disebabkan oleh jamur dan bakteri

Penyakit layu yang disebabkan oleh serangan jamur disebut layu fusarium. Sementara, layu bakteri adalah penyakit layu yang ditimbulkan oleh serangan bakteri. Pengendalian terhadap penyakit ini harus disesuaikan menurut sumber penyebabnya. 

Penyakit layu fusarium

Layu fusarium bisa menyerang tanaman cabai kapan saja, terutama pada musim hujan. Pada musim hujan jamur Fusarium oxysporum mudah berkembang biak dan menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Tingkat kelembaban yang tinggi, genangan air hujan dilahan dan pH tanah yang rendah sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan jamur ini.

Infeksi dari penyakit ini terjadi pada leher batang bagian bawah tanaman yang bersinggungan dengan tanah. Bagian tersebut membusuk dan berwarna coklat. Infeksi menjalar ke akar sehingga mengalami busuk basah. Apabila kelembaban tanah cukup tinggi , bagian leher batang yang semula busuk kering tersebut berubah warna menjadi putih ke abu – abuan karena terbentuk masa spora.

Serangan layu fusarium juga dapat menjalar pada bagian ranting tanaman dan berakhir pada layunya daun tanaman yang dapat menyebabkan kematian pada tanaman. Serangan ini dijumpai pada tanaman baik usia muda maupun sudah dewasa.

Gejala yang ditunjukkan yaitu tanaman akan tampak layu pada pukul 10.00 – 14.00 (selama siang hari ) dan akan kembali segar pada pagi serta sore hari selama proses fotosintesis berkurang.

Penyakit layu fusarium dapat dikendalikan dengan cara berikut ini. 

  • Perlakuan Trichoderma.

Trichoderma merupakan agensia hayati berupa jamur yang dapat melawan perkembangan jamur pathogen (fungisida alami ). Fungisida ini sangat efektif dan efisien untuk mencegah layu fusarium. Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan dengan pupuk kandang sebagai pupuk dasar atau bisa juga dikocorkan pada setiap lubang tanaman.

  • Mencabut tanaman bergejala.

Tanaman yang terlihat layu karena layu fusarium sebaiknya dicabut dan dibakar. Jika perlu tanah bekas tanaman terserang juga dibuang atau disemprot dengan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil atau tembaga hidroksida. Tujuannya untuk mencegah penularan yang lebih cepat ke tanaman yang masih sehat.

  • Penggunaan pupuk yang tepat.

Mengurangi penggunaan pupuk berkadar N tinggi seperti Urea. Penggunaan Urea yang berlebihan akan menyebabkan tanaman sukulen dan mudah terserang penyakit. Dianjurkan untuk menggunakan pupuk NPK

  • Rotasi Tanaman.

Melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman yang tahan terhadap layu fusarium guna mengendalikan populasi dan perkembangan jamur fusarium oxysporum dilahan pertanian.

Penyakit layu bakteri

Layu bakteri (Psedomonas solanacaearum) merupakan penyakit layu yang disebabkan oleh serangan bakteri. Untuk membedakan antara penyakit layu bakteri  dan penyakit layu fusarium adalah dengan cara mencabut tanaman yang sakit lalu memotong bagian akarnya.

Jika penyakit tersebut merupakan penyakit layu bakteri, pada bekas potongan tadi akan berlendir dan berbau. Selain itu bisa juga dengan mencelupkan bekas potongan tadi ke dalam air, maka tampak seperti asap yang larut di dalam air.

Penyakit layu bakteri lebih berbahaya daripada penyakit layu fusarium karena serangannya berlangsung sangat cepat. Beberapa upaya untuk mengendalikannya sebagai berikut.

  • Manfaatkan Pseudomonas fluerescensatau Bacillus subtilis sebagai agen hayati.
  • Pakailah pupuk kandang yang telah masak dan terfermentasi untuk meningkatkan jumlah bakteri baik.
  • Gunakan pupuk urea dengan dosis yang tepat.
  • Celupkan bibit tanaman ke dalam bakterisida yang mengandung bahan aktif agrimycin.
  • Mengatur sistem irigasi di lahan sebaik-baiknya agar tidak terjadi genangan air.

 

Oleh : Luh Made Edy Kusumartini, SP

PPL Desa Muncan dan Duda Utara

 

https://www.corteva.id/berita/Cara-Mengendalikan-Layu-Fusarium-pada-Tanaman-Cabai.html

https://www.pertanianku.com/mengenal-perbedaan-layu-fusarium-dan-layu-bakteri/

 

 

PENGUNJUNG

1801

HARI INI

26149

KEMARIN

27621312

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook