Gerbang Daerah
JAWA TIMUR > KABUPATEN BOJONEGORO > SUGIHWARAS

Pemupukan Berimbang Padi Sistem Jarwo di BPP Sugihwaras

Minggu, 10 Jan 2021
Sumber Gambar : DOKUMEN BPP

Tanaman padi di lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro sudah nampak mulai menghijau. Sawah seluas 1,25 hektare tersebut ditanami varietas Inpari 32 HDB pada 21-24 Desember 2020 menggunakan sistem jajar legowo 2:1.

Pemilihan varietas Inpari 32 HDB dan sistem jajar legowo ini juga bertujuan sebagai pembelajaran melalui percontohan pengembangan model usahatani bagi anggota kelompok tani.

Hal ini sesuai dengan Fungsi dan Peran BPP Kostratani, yakni sebagai pusat pembelajaran melalui percontohan pengembangan model usahatani bagi pelaku utama dan pelaku usaha. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2019 tentang Komando Strategis Pembangunan Pertanian.

Di Bojonegoro varietas Inpari 32 HDB sekarang banyak dibudidayakan oleh petani. Di lapangan varietas ini sudah terbukti tinggi produktivitasnya. Menurut diskripsi rerata hasil 6,30 ton/hektare GKG, potensi hasil 8,42 ton/hektare GKG. Selain itu rasa nasi enak dan pulen, kadar amilosa 23,46%. Tingkat rendemen tinggi, juga tahan penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Oryzae.

Untuk melangsungkan siklus kehidupannya tanaman padi membutuhkan perawatan sebaik mungkin, salah satunya adalah pemupukan berimbang atau pemupukan berdasarkan status hara tanah.

Pemupukan berimbang adalah pemberian berbagai unsur hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang diperlukan tanaman.

Status hara tanah dapat diketahui dari hasil analisa sampel tanah di Laboratorium atau dengan menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).

Menurut hasil penelitian, setiap tanaman memerlukan 16 unsur hara. 3 unsur dari udara, yakni Carbon (CO), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). 13 unsur disediakan oleh tanah, yakni Nitrogen (N), Pospor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Sulfur/Belerang (S), Klor (Cl), Ferum/Besi (Fe), Mangan (Mn), Kuprum/Tembaga (Cu), Zink/Seng (Zn), Boron (B), dan Molibdenum (Mo).

Dari ke-13 unsur hanya enam saja yang diambil tanaman dalam jumlah banyak atau yang kita sebut unsur makro, yakni N, P, K, S, Ca, dan Mg. Dari enam unsur ini hanya tiga yang mutlak di dalam tanah dan perlu bagi tanaman, yakni N, P, K.

Dalam setiap musim tanaman padi membutuhkan unsur hara makro :
1. Nitrogen (N) sebanyak 135 kg.
2. Pospat (P) sebanyak 45 kg.
3. Kalium (K) sebanyak 45 kg.

Fungsi Nitrogen :
1. Membuat tanaman padi lebih cepat hijau segar.
2. Mempercepat peningkatan pertumbuhan tanaman padi: tinggi dan anakan.
3. Meningkatkan kandungan protein hasil panen.

Fungsi Pospat :
1. Merangsang pertumbuhan akar dan pembentukan perakaran yang baik.
2. Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya biji padi
3. Meningkatkan rendemen dan kualitas biji padi.

Fungsi Kalium :
1. Membantu transportasi hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tanaman.
2. Membantu tanaman padi lebih tegak dan kokoh.
3. Meningkatkan daya tahan tanaman padi dari serangan OPT dan kekeringan.

Kebutuhan unsur hara makro ini dapat disuplai oleh pupuk dengan rumus dosis 5 3 2 setiap hektare, yakni 500-1000 kg petroganik, 300 kg phonska, dan 200 kg urea.

Tanaman padi di lahan BPP Sugihwaras saat ini berumur 17-21 HST. Pemupukan dasar pada saat pra tanam menggunakan petroganik 625 kg, phonska 187,5 kg, dan urea 62,5 kg. Pemupukan ke-2 saat umur 15 HST menggunakan phonska 187,5 kg, urea 62,5 kg. Pemupukan ke-3 rencananya pada saat umur 30-35 HST menggunakan urea 125 kg.

Murjito, S.Pt. Korluh BPP Sugihwaras.

PENGUNJUNG

1641

HARI INI

26149

KEMARIN

27621152

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook