Materi Penyuluhan

TANAMAN JAMBU BIJI MERAH (psidium guajava l.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

Kamis, 31 Des 2020
Sumber Gambar : google.com

Daun jambu  biji  di Indonesia dijadikan obat     alternatif terhadap     berbagai penyakit sangat besar. Hal ini disebabkan karena    ada    beberapa senyawa  kimia  yang  terkandung  dalam daun jambu biji yaitu senyawa polifenol, karoten,  flavonoid  dan  tanin.

 Kandungan Daun Jambu

Polifenol yang  ditemukan  pada  daun jambu biji merah  diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Kandungan   senyawa   fenolik   seperti flavonoid,  turunan, kumarin  dan  lainnya yang    terkandung    di    dalam    bahan tanaman     tertentu     diketahui     dapat menangkal   stres   oksidatif   di   tubuh manusia     dengan     cara     membantu mempertahankan keseimbangan antara oksidan dan anti oksidan. Stres oksidatif adalah keadaan    ketika    kandungan oksidan  dan  radikal  bebas  di  dalam tubuh     lebih     banyak dibandingkan antioksidan.

 Aktivitas antioksidan merupakan suatu aktivitas senyawa yang bersifat untuk menghambat terjadinya pembentukan radikal bebas di dalam tubuh. Antioksidan substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal. Antioksidan dapat menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas dan dapat menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas.

 

Khusus daun jambu biji, sejak lama digunakan untuk pengobatan secara tradisional, dan sudah banyak produk herbal dari sediaan jambu biji. Daun jambu biji mengandung flavonoid, tannin (17,4 %), fenolat (575,3 mg/g), polifenol, karoten dan minyak atsiri (Vijayakumar, et al, 2015). Adapun salah satu senyawa dari flavonoid yang terkandung dalam daun jambu biji adalah kuersetin, yang memiliki titik lebur 310°C, sehingga kuersetin tahan terhadap pemanasan

 

Kahasiat atau Manfaat Daun Jambu

Beberapa khasiat jambu biji dalam mengobati penyakit diare, kanker, hipertensi, batuk flu, merawat kulit, mencegah sembelit, diabetes, menurunkan berat badan, sariawan perut, demam berdarah. Ekstrak daun jambu biji juga dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. senyawa aktif dari daun jambu biji yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah senyawa polifenol dan flavonoid terutama karsetin. Keduanya bekerja sama dalam menurunkan kadar glukosa darah pada mencit.

 

Hal lain dapat mempengaruhi kandungan senyawa tanaman adalah tempat tumbuh tanaman dipengaruhi oleh jenis tanah, curah hujan, intensitas sinar matahari, ketinggian dan lingkungan di sekitar tempat tumbuhnya, selain itu dipengaruhi oleh umur tanaman, sehingga kandungan senyawa dan komposisinya dapat berbeda- beda.

 

Buah Jambu Biji Merah sebagai Antioksidan

Buah jambu biji merah telah terbukti dapat mengobati diare, disentri, demam berdarah, gusi bengkak, sariawan, jantung, dan diabetes. Buah jambu biji merah mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin C sangat baik sebagai zat antioksidan (Parimin, 2005). Kandungan nutrisi dalam 100 gram buah jambu biji merah terdapat energi 51 kkal; karbohidrat 11,88 g; protein 0,82 g; lemak 0,6 g, dan vitamin C 183,5 mg dan bagian yang dapat dimakan sebanyak 82%. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit serta daging bagian luarnya yang lunak dan tebal, serta kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Selain kandungan gizinya, jambu biji juga mengandung zat fitokimia di antaranya polifenol, minyak atsiri yang memberikan bau khas jambu biji (eugenol), saponin berkombinasi dengan oleanolat, flavonoid kuersetin, likopen, tanin, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, dan asam guajaverin

 Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa senyawa antioksidan mengurangi resiko terhadap penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung koroner. Karakter utama senyawa antioksidan adalah kemampuannya untuk menangkap radikal bebas. Metabolit sekunder buah jambu biji merah yang memiliki aktivitas antioksidan adalah karotenoid dan senyawa fenolik seperti vitamin C, kuercetin, guavin, asam protokatekuat, asam ferulat, asam galat, dan asam kafeat.

 Vitamin C yang tinggi ini bermanfaat sebagai antioksidan yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat penyembuhan luka, dan berperan dalam pembentukan kolagen intraseluler tubuh. Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat pada tulang rawan, kulit dalam, tulang, dentin, dan endotel vaskular.

 Aktivitas antioksidan pada buah jambu biji dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, aktivitas antioksidan pada buah jambu biji dipengaruhi oleh tingkat kematangan, bagian buah dan varietas jambu biji. Terhadap aktivitas antioksidan jambu biji menunjukkan bahwa jambu biji yang matang memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan buah yang belum matang.

 

Sumber :

 

  1. https://www.bbp4b.litbang.kkp.go.id/jurnal-jpbkp/index.php/jpbkp/article/view/68.
  2. https://ejournal.stfi.ac.id/index.php/jstfi/article/view/50/41
  3. kemenperin.go.id › neo › download_artikel
  4. https://etd.unsyiah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=26478

 

Penulis  :  Iman Priyadi, SP (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian)  email : imanpriyadi@yahoo.co.id

PENGUNJUNG

3812

HARI INI

64232

KEMARIN

37671688

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook