Diseminasi Teknologi

CARA PEMBIBITAN KOPI ARABIKA

Rabu, 04 Nov 2020
Sumber Gambar : Dok. Yesika Resonya Silitonga

Kopi arabika bersifat menyerbuk sendiri (self pollination) sehingga bahan tanaman baru yang diperbanyak secara generatif dari biji akan menghasilkan pertanaman dengan sifat-sifat yang sama dengan pohon induknya. Tanaman kopi arabika akan tumbuh dengan baik pada daerah tropis dengan ketinggian sekitar >700m dpl sampai dengan >1000m dpl.

Dalam melakukan budidaya kopi arabika salah satunya yang perlu diperhatikan adalah pembibitan kopi arabika. Adapun langkah-langkah untuk pembibitan Kopi Arabika dengan baik sebagai berikut:

1. Penggunaan Varietas Unggul

    Benih kopi arabika yang diperbanyak merupakan benih unggul yang sudah dilepas dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian.  Beberapa varietas kopi arabika  unggul yang digunakan untuk perbanyakan antara lain:

  • S 795
  • Sigarar Utang
  • Gayo 1
  • Gayo 2
  • Kopyol Bali

 

2. Menyiapkan Tempat Persemaian, Pelaksanaan dan Pemeliharaan Benih Kopi

    Penyiapan Tempat Persemaian

  • Lokasi persemaian tempatnya relatif datar, drainase baik, mudah diawasi, dekat pembenihan dan bebas dari nematoda parasit serta cendawan akar kopi.
  • Bedengan dibuat arah Utara-Selatan, dengan lebar 1 m dan panjang 10 m. Bedengan diberi atap/naungan berupa paranet, tinggi sebelah Barat 125 cm, dan sebelah Timur 180 cm.
  • Tanah dalam bedengan dicangkul sedalam 30 cm kemudian diisi tanah yang sudah disaring.
  • Bedengan ditinggikan ± 20 cm dengan diberi panahan dari bata merah agar tanah tidak longsor. Kemudian diberi lapisan pasir halus setebal 20 cm. Diatas lapisan tanah yang sudah disaring.
  • Untuk mencegah serangan nematoda parasit, dilakukan fumigasi dengan fumigan yang dianjurkan, dengan cara ditutup plastik selama 7 hari kemudian plastik penutup dibuka dan bedengan dikering anginkan minimal selama 7 hari, setelah itu benih baru boleh disemaikan.

   

    Pelaksanaan Persemaian Benih Kopi

  • Sebelum biji disemai, bedengan disiram air sampai jenuh.
  • Dibuat pola jarak tanam menggunakan penggaris. Jarak tanam benih dalam baris diatur 2 cm, sedangkan antar baris 5 cm.
  • Sebelum biji disemaikan dikupas kulit tanduknya secara manual dan direndam air selama 3 hari (setiap hari air diganti).
  • Penyemaian benih dilakukan dengan cara membenamkan biji sedalam kurang lebih 0,5 cm; permukaan benih yang rata menghadap ke bawah.
  • Setelah benih tertata di atas bedengan, di atasnya ditaburi potongan jerami atau alang-alang kering, agar terlindung dari sengatan matahari maupun curahan air siraman secara langsung. Metode lain dengan cara penyungkupan.

 

   Pemeliharaan Di Persemaian Bibit Kopi

  • Pemeliharaan persemaian adalah berupa penyiraman dan pembersihan gulma secara manual, tidak ada pemupukan pada tahap persemaian.
  • Setiap hari (kecuali ada hujan) bedengan disiram air dengan menggunakan gembor dan dijaga jangan sampai ada genangan air, rumput yang tumbuh dibersihkan.
  • Sebaiknya dipakai air penyiram yang bersih, tidak tercemar pestisida.
  • Sesudah sepasang daun membuka (stadium kepelan), benih segera dipindah ke media kantong plastik (polibeg).

 

3. Menyiapkan Pembuatan Bedengan Perbenihan Bibit Kopi, Penanaman Dalam Polibag dan Pemeliharaan Bibit Kopi

    Pembuatan Bedengan Perbenihan Bibit Kopi

    Pembuatan bedengan pembenihan memiliki syarat-syarat sebagai berikut :

  • Cara membuat pembenihan mirip seperti pada bedengan pesemaian.
  • Media tumbuh untuk polibeg berupa campuran tanah atas (top soil) dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1.
  • Bedengan menggunakan atap/naungan dari parenet dengan tinggi 1,5 m

   

   Penanaman Dalam Polibag

  • Kantong polibeg sebelum diisi tanah dibuat lubang sebanyak 8 – 15 buah/polibeg.
  • Kantong polibeg diisi media tumbuh dan disiram hingga basah, kemudian diatur/ditata di bedengan dengan jarak antar kantong ± 7 cm, sehingga dengan lebar bedengan 120 cm dapat diletakkan 6 - 7 baris kantong plastik.
  • Dipilih benih yang tumbuhnya normal dan sehat, akarnya jika terlalu panjang dipotong sebagian sehingga tinggal 7 cm.
  • Benih ditanam dalam polibeg dengan cara melubangi media sedalam ± 10 cm; tanah dipadatkan agar akar tidak menggantung (tanah berongga). Diusahakan agar akar tidak terlipat/bengkok.

   

   Pemeliharaan Bibit Kopi

  • Intensitas cahaya di pembenihan ± 30 %. Secara bertahap intensitas cahaya dinaikkan dengan membuka naungan sedikit demi sedikit.
  • Penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembaban lingkungan.
  • Media digemburkan setiap dua bulan sekali.
  • Pemupukan dilakukan sesuai umur benih dengan cara pupuk dibenamkan atau dilarutkan dalam air. Dosisnya, umur 1-3bulan = 1 g Urea + 2 g TSP + 2 g KCl, umur 3-8 bulan = 2 g Urea. Urea diberikan 2 minggu sekali, apabila berupa larutan diberikan dengan konsentrasi 0.2% sebanyak 50-100ml/benih/2-minggu.
  • Untuk mencegah infeksi patogen tular tanah diberi perlakuan agens hayati seperti jamur Trichoderma sp.
  • Pengendalian gulma dilakukan secara manual, sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara kimiawi atau menggunakan bio pestisida. Hama yang sering menyerang benih kopi yaitu ulat kilan, belalang dan bekicot, atau nematoda parasit. Penyakit yang sering dijumpai adalah penyakit rebah batang (Rizoctonia solani) dan bercak daun (Cercospora sp).

 

 

Sumber: Juknis Produksi Benih Komoditas Stategis Perkebunan Tanaman Kopi Arabika

Penulis: Yesika Resonya Silitonga, S.P (Penyuluh Pertanian BPTP Sulawesi Barat)

PENGUNJUNG

56669

HARI INI

81057

KEMARIN

26263366

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook