Gerbang Nasional

Kementan Luncurkan Tiga BPP KostraTani di Kota Batu

Rabu, 04 Nov 2020
Sumber Gambar : dok. BPPSDMP

KEMENTERIAN Pertanian meluncurkan tiga Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pelaksana Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KostraTani) berpusat di BPP Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Dalam peluncuran itu, Kementan juga mengajak civitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang, merancang marketplace pertanian.

"Kementan mengajak UIN Malang merancang belanja online atau marketplace berupa situs belanja online, untuk menghubungkan konsumen dengan petani binaan BPP KostraTani," kata Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Siti Munifah di Kota Batu, Jatim, Sabtu (31/10). Siti menjelaskan kalangan perguruan tinggi didorong membuat platform digital sebagai penyedia belanja daring. Tujuan pemanfaan teknologi informasi, lanjutnya, untuk mendukung petani Kelompok Wanita Tani (KWT) memasarkan hasil panen berupa produk olahan. Hal itu sesuai rekomendasi Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, bahwa peran aktif perguruan tinggi bakal memperkuat sekaligus meluaskan pemanfaatan belanja online. Belanja daring pertanian yang sudah diimplementasikan Kementan ialah menggandeng marketplace terkemuka Bukalapak. Siti menyatakan peran aktif kalangan perguruan tinggi sangat diperlukan, terutama dalam hal membangun sinergi antarinsan pertanian. Sebab pertanian tidak boleh berhenti di tengah pandemi Covid-19. "Di tengah pandemi ini, yang penting sehat. Kita dalam situasi sulit, tapi tetap harus kerja menyediakan pangan rakyat," tegasnya. Sejauh ini, kata Siti, kegiatan on farm tergolong aman bagi petani lantaran paparan sinar matahari di lahan pertanian. Sedangkan proses off farm, rentan bagi petani dan berpeluang melanggar aturan protokol kesehatan. Itu sebabnya marketplace menjadi solusi bagi petani dan konsumen. Siti mengungkapkan, masa pandemi sangatlah tepat menggabungkan kelebihan untuk mengatasi kendala masing-masing. Dalam konteks ini, Bukalapak sebagai marketplace, adapun BPP KostraTani sebagai lembaga di kecamatan yang mewadahi kepentingan dan kebutuhan petani. Namun, Siti mengingatkan pentingnya pendampingan penyuluh BPP KostraTani kepada KWT. Pendampingan itu mulai dari olah tanam hingga pengemasan, serta merancang korporasi petani oleh kelompok tani (Poktan) dan Gapoktan. "BPP KostraTani memiliki peran strategis yakni pusat data dan informasi, gerakan pembangunan pertanian, pembelajaran, konsultasi agribisnis dan pengembangan jejaring kemitraan," ujarnya. Siti menambahkan pendampingan dan pengawalan gerakan pembangunan pertanian akan lebih efektif dengan cara kolaborasi penyuluh pertanian dan petugas teknis fungsional lainnya. Dengan demikian kelima peran BPP KostraTani yang memanfaatkan IT dapat dioptimalkan. Maksudnya, agar data ke Agriculture War Room (AWR) bisa data tunggal dan terkini. Sementara itu, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengingatkan, syarat bergabung marketplace adalah produk lokal yang telah memenuhi syarat pemasaran online. "Apabila produk makanan olahan, harus didukung legalitas BPOM sebagai Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Sementara beras tergolong pangan olahan, bukan makanan olahan," katanya di Jakarta, Selasa (22/9) pada Ngobrol Santai Penyuluhan (Ngobras) Vol 7. (OL-13)

Sumber: mediaindonesia.com

PENGUNJUNG

24402

HARI INI

71776

KEMARIN

22547143

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook