Gerbang Daerah
KALIMANTAN UTARA > KABUPATEN NUNUKAN >

Mesin Panen Plus Perontok Padi Bikin Petani Tersenyum

Minggu, 18 Okt 2020
Sumber Gambar : Martinus Gunawan

Belum lama ini Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) memberikan bantuan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Nunukan berupa Mini Combine Harvester.

Beberapa waktu lalu dilakukan uji coba panen padi sawah di poktan maju bersama Nunukan Selatan, Kamis (15/10).

Hasilnya cukup memuaskan, menurut Asri Aziz Kepala BPP Nunukan Selatan, uji coba berjalan lancar, "mini combine harvester ini selain untuk panen juga langsung sebagai perontok padi, sehingga cukup sekali kerja dan jerami nya pun bisa tersebar merata di areal sawah dan gabahnya juga lumayan bersih," ujar Asri.

Pada dasarnya proses panen padi dapat dilakukan melalui dua macam cara, yaitu melalui cara tradisional dan menggunakan mesin perontok padi tipe stasioner. Mengingat adanya beberapa jenis lahan, maka kedua cara tersebut dirasa belum maksimal, sehingga perlu dilakukan perancangan dan pengembangan produk mesin pemanen padi portable. Mesin ini mempunyai kemampuan kerja merontokkan bulir padi dari batangnya dan sekaligus dapat menebang batang padi tersebut.

Panen merupakan salah satu kegiatan budidaya tanaman yang perlu mendapat perhatian khusus. Saat panen merupakan waktu kritis, karena untuk tanaman tertentu, apabila saat panen terlambat maka kualitas maupun kuntitas hasil atau produksinya akan turun bahkan dapat rusak sama sekali. 

Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam serentak, pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar panen dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar pada saat panen ini menjadi masalah pada daerah-daerah tertentu yang penduduknya sedikit.

Secara terpisah, Kurniawan Hendarto Kepala BPP Kecamatan Nunukan mengungkapkan rasa gembiranya. "Selama ini petani itu kewalahan menghadapi panen padi sawah disebabkan tidak ada atau kurangnya tenaga panen, dengan adanya mini combine harvester ini petani dapat terbantu mengatasi masalah panen," kata Kurniawan.

"Alat ini semoga bisa dipinjampakaikan, untuk kepentingan petani, mengingat daerah Binusan dan kilo-Kilo juga akhir bulan ini memasuki musim panen," imbuhnya.

Kurniawan juga berharap, kedepan jika tipe alat panen ini cocok atau sesuai jumlahnya ditambah lagi, sehingga petani lebih tersenyum karena persoalan panen menjadi lebih mudah.

Sebagai informasi mini combine harvester ini adalah produk Yanmar dengan tipe YH 150, memiliki kapasitas panen 0.2 ha/jam dengan lebar pemotongan 1.3 m.

Alat yang berbahan bakar solar ini berbobot 830 kg, panjang 3.5 m, lebar 1.4 m dan tinggi 1.8 m. Memiliki kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM) 14.3 liter dengan konsumsi BBM 1.6 liter per jam.

Nunuk Pratiwi (Penyuluh Pertanian Muda, BPP Kecamatan Nunukan)

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook