Materi Lokalita
LAMPUNG > KOTA METRO >

Pengendalian Penyakit Bakteri Daun Bergaris

Sabtu, 17 Okt 2020
Sumber Gambar : Dokumentasi: Pribadi

Penyakit bakteri daun bergaris ini biasanya terjadi hanya pada helaian daun saja. Gejala yang timbul berupa bercak sempit berwarna hijau gelap yang lama kelamaan membesar berwarna kuning dan tembus cahaya diantara pembuluh daun. Sejalan dengan  berkembangnya penyakit,  bercak membesar, berubah menjadi berwarna coklat, dan berkembang menyamping melampaui pembuluh daun yang besar. Seluruh daun varietas yang rentan bisa berubah warna menjadi coklat dan mati. Pada keadaan ideal untuk infeksi, seluruh pertanaman menjadi berwarna orange kekuning-kuningan.

Bakteri memasuki tanaman melalui kerusakan mekanik atau melalui terbukanya sel secara alami.  Butir-butir embun yang mengandung bakteri akan muncul pada permukaan daun.  Hujan dan angin membantu penyebaran penyakit ini.

Penyakit umumnya  terjadi pada fase anakan sampai stadia pematangan.  Dalam keadaan parah, kehilangan hasil dapat mencapai 30%.

Penyakit bakteri daun bergaris dapat dikendalikan dengan berbagai cara, diantaranya:

  • Membuang atau menghancurkan tunggul-tunggul dan jerami-jerami yang terinfeksi/sakit;
  • Memastikan jerami dari tanaman sakit sudah terdekomposisi sempurna sebelum tanam pindah
  • Menggunakan benih atau bibit yang bebas dari penyakit bakteri daun bergaris
  • Menggunakan pupuk itrogen sesuai anjuran
  • Mengatur jarak tanam tidak terlalu rapat
  • Memberakan tanah sesudah panen (Noviza Fitri)

(Sumber: Masalah lapang hama, penyakit, hara pada padi kerjasama Puslitbang Tanaman Pangan), BPTP Sumut, BPTP Riau, BPTP Lampung, BPTP DKI, BPTP DIY, BPTP Sultra, BPTP Kalsel dan IRRI, 2007)

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook