Materi Penyuluhan

PROSPEK WIRAUSAHA TERNAK DOMBA

Selasa, 13 Okt 2020
Sumber Gambar : google.com

Dalam beberapa decade mendatang, Indonesia akan menjadi negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar. Imbangan permintaan dan penawaran komoditas pangan menjadi indicator penting dalam perencanaan pencapaian ketahanan pangan masyarakat. Proyeksi kebutuhan pangan didasari oleh pertumbuhan penduduk, pendapatan, tren diversifikasi dan preferensi pangan masyarakat, perubahan harga, dan areal lahan garapan yang tersedia.

Meningkatnya permintaan produk peternakan, khususnya daging sejalan dengan semakin meningkatnya pendapatan dan membaiknya kesadaran gizi masyarakat. Konsumsi daging domba di Indonesia rata-rata 0,24 gram/kapita/hari, sedangkan di negara-negara maju cukup tinggi, seperti USA 1,39 gram, India 2,50 gram, Jerman 3,33 gram, Rusia 3,36 gram, Prancis 14,89 gram, Ingris 16,94 gram, dan Ausrtalia 51,50 gram/kapita/hari. Pada masa depan, permintaan daging domba diperkirakan terus meningkat sesuai pertumbuhan jumlah penduduk. Berdasarkan dokumen strategi induk pembangunan pertanian 2015 - 2024 bahwa perkiraan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 mencapai 255,8 juta jiwa dan pada tahun 2024 menjadi 361,8 juta jiwa.

Pengembangan wirausaha ternak domba perlu digalakkan sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan daging dalam negeri dan membuka peluang pasar ekspor. Daging domba, seperti daging sapi dan ayam dapat diterima oleh berbagai lapisan masyarakat, agama, dan kepercayaan di Indonesia. Guna memenuhi kebutuhan hewan qurban dan akikah diperkirakan perlu tambahan ternak  domba sekitar 5 juta ekor/tahun dalam 10 tahun ke depan. Perhitungan ini antara lain didasarkan pada asumsi bila ada tambahan 10% keluarga muslim yang akan melakukan qurban, maka diperlukan ternak domba sedikitnya 4-5 juta ekor/tahun.

Strategi pengembangan wirausaha ternak domba antara lain memperluas cara pandang budi daya menjadi industri biologis peternakan, yang mencakup empat aspek, yaitu : 1) peternak, sebagai subjek yang perlu ditingkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, 2) ternak, sebagai objek yang perlu ditingkatkan produksi dan produktivitasnya, 3) lahan,  sebagai basis ekologi budidaya perlu dilestarikan, 4) teknologi dan pengetahuan, sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi perlu selalu diperbaharui serta disesuaikan dengan kebutuhan.

Tindak lanjut strategi pengembangan wirausaha antara lain dengan budidaya ternak secara intensif, pola dan model wirausaha Kampung Domba Terpadu (KDT), dan integrasi ternak domba dengan perkebunan. Strategi pengembangan pola integrasi tanaman ternak, seperti usaha ternak domba dengan perkebunan, akan diperoleh efisiensi yang tinggi karena pengembangan industry pakan lengkap dapat dilakukan bila secara ekonomis layak, antara lain dengan memanfaatkan bahan yang masih terbuang, seperti limbah pertanian dan perkebunan.

System integrasi antara ternak dan tanaman perkebunan berdasarkan pendekatan ekonomi, sosial, dan perspektif ekologi menuntut upaya pengembangan secara maksimal, memanfaatkan potensi lahan yang luas, serta daya dukung pakan. Selain dapat memanfaatkan produk perkebunan, domba juga dapat berperan dalam pemupukan mengunakan kotoran. Kondisi ini akan meningkatkan water holding capacity dari tanah, karena peningkatan bahan organic dan kandungan karbon dalam tanah.

Alternatif pemeliharaan ternak  diperkebunan dapat memanafaatkan produk perkebunan sebagai pakan, seperti vegetasi dibawah tanaman utama. Limbah pengolahan, dan lain-lain. Oleh sebab itu, ketersediaan pangan domba menjadi beragam. Sementara pola atau model “inti plasma” dapat dikembangkan di daerah padat penduduk, yaitu wirausaha ternak domba secara tunggal dengan skala usaha kecil sampai sedang. Para pakar peternakan mempunyai pemikirin untuk pengembangan ternak di pulau Jawa berdasarkan hasil pertanian, sedangkan pengembangan ternak di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan tempat lain, berdasarkan rumput dan hijauan, serta pemanfaatan lahan perkebuanan, sehingga produk perkebunan dapat digunakan sebagai alternatif sumber pakan ternak.

Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian)

Bacaan     :    Rahmat Rukmana, Herdi Yudirachman, Wira Usaha Penggemukan Domba dan Perawatan Domba Ketangkasan, Lily Publisher, 2015

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook