Diseminasi Teknologi

HIJAUAN PAKAN SUMBER PROTEIN BAGI TERNAK RUMINANSIA

Jum'at, 25 Sep 2020
Sumber Gambar : Koleksi pribadi Fauziah YA

PENDAHULUAN

 

Pakan adalah semua yang dapat dimakan baik sebagian maupun seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak. Sebagai faktor terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan, kekurangan pakan akan berakibat pertumbuhan terhambat bahkan kekurangan yang sangat parah dapat menyebabkan ternak kehilangan bobot badan.

Ternak membutuhkan energi untuk mempertahankan hidupnya dan berproduksi secara normal. Energi didapatkan dari hasil metabolisme zat-zat makanan dalam tubuh ternak itu sendiri. Energi sangat penting untuk hidup pokok, produksi dan reproduksi. Kekurangan energi akan menghambat pertumbuhan pada hewan muda dan kehilangan bobot badan pada hewan dewasa. Bila energi pakan tidak memenuhi kebutuhan, maka kebutuhan tersebut akan dipenuhi dengan membongkar timbunan lemak tubuh. Jika timbunan lemak tubuh sudah habis maka kebutuhan energi tersebut dipenuhi dengan membongkar protein tubuh.

 

BAHAN PAKAN TERNAK

 

Jenis bahan makanan yang dapat digunakan untuk pakan ternak sangat beragam. Tetapi secara umum, jenis pakan untuk ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan, konsentrat, vitamin dan mineral sebagai suplemen. Hijauan merupakan pakan utama dan terbanyak dibutuhkan ternak.

Hijauan pakan pada usaha peternakan di pedesaan umumnya rumput lapangan dan hasil samping pertanian, serta beberapa rumput introduksi sebagai rumput unggulan. Hasil sampingan pertanian yang sering digunakan adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami sorgum, daun ubi jalar, daun ubi kayu dan pucuk tebu, sedangkan bahan baku konsentrat yang sering digunakan adalah dedak padi, gaplek, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dan lain-lain.

 

Hijauan Pakan

Hijauan pakan atau paka kasar adalah pakan yang bervolume besar tetapi berat dari setiap unit volume-nya rendah. Hijauan sangat diperlukan untuk hewan ternak ruminansia karena memiliki serat kasar tinggi yang dibutuhkan untuk merangsang rumen serta menentukan kadar lemak susu.

Hijauan pakan, antara lain:

  • Rumput, bisa rumput lapangan, rumput tanaman, rumput grinting, rumput benggala, rumput kolonjono, rumput tuton.
  • Daun leguminos.
  • Sisa hasil panen seperti jerami, baik jerami padi, jerami kedelai, jerami jagung, maupun jerami kacang tanah.

Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia, sehingga untuk meningkatkan produksi ternak ruminansia harus diikuti oleh peningkatan penyediaan hijauan yang cukup baik dalam kuantitas maupun kualitas. Pakan ternak yang berasal dari hijauan memiliki kandungan serat kasar sekitar 18% tetapi memiliki kandungan energi yang rendah. Pakan dari sisa hasil panen seperti jerami, hanya memiliki kandungan protein kasar sekitar 3–4% bahan kering. Namun, tidak semua pakan hijauan mengandung nutrisi yang rendah. Hijauan jenis leguminosa/ kacang–kacangan merupakan sumber nutrisi yang baik mengandung protein kasar sebanyak 20 % total bahan kering.

 

JENIS HIJAUAN PAKAN SUMBER PROTEIN

 

Indigofera sp.

Indigofera sp. merupakan tanaman leguminosa yang memiliki 700 spesies tersebar dibeberapa benua. Indigofera sesuai untuk dikembangkan di Indonesia karena adaptabilitasnya yang tinggi (toleran terhadap kekeringan, air dan salinitas). Selain itu, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pertumbuhan indigofera sangat cepat, adaptif terhadap tingkat kesuburan rendah, mudah dan murah pemeliharaannya, serta memiliki kandungan protein yang tinggi. Indigofera mampu tumbuh dengan baik pada musim kemarau meskipun produksi hijauan mengalami penurunan , sedangkan produksi melimpah selama musim hujan.

 

Tanaman Kacang Sentro

Tanaman Kacang Sentro merupakan tumbuhan perennial yang dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak. Nama ilmiah dari tanaman ini yaitu Centrosema pubescens.

Tanaman ini dapat tumbuh membelit pada tanaman lain atau menjalar di pagar dan bisa juga menjalar bersama rumput. Ciri morfologi tanaman ini adalah sebagai berikut:

  • Batangnya panjang
  • Tiap tangkai berdaun tiga lembar
  • Daun berbentuk elips dengan ujung tajam dan bulu halus pada permukaannya
  • Bunga berbentuk tandan dan berwarna ungu

Selain untuk pakan ternak, jenis legum ini dapat berfungsi sebagai soil cover crop atau tanaman penutup tanah yang dapat mencegah erosi.

Budidaya tanaman sentro dapat melalui biji maupun stek ditanah yang sudah diolah.  Daun tanaman sentro mulai dapat di panen pada umur 3 bulan. Sedangkan hasil hijauannya sendiri bervariasi dari 7 sampai 12 ton/ha/tahun bergantung pada kondisi lingkungan. Sentro dapat diberikan kepada ternak dengan sistem cut and carry (ptpng angkut). Kandungan protein kasar yang ada pada sentro yang berumur 6 minggu yaitu  sekitar 24%, sedangkan kandungan serat kasar sekitar 32%.

Kelebihan dari sentro jenis ini dibanding dengan jenis sentro secara umum yaitu dapat tahan di cuaca yang dingin serta dapat tumbuh membentuk stolon. Sedangkan kekurangannya yaitu  produksi benih yang sedikit.

 

Kaliandra

Kaliandra (Calliandra calothyrsus) di Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu kaliandra merah dengan bunga berwarna merah dan kaliandra putih dengan bunga berwarna putih. Kaliandra dapat hidup di daerah dengan ketinggian 150-1500 mdpl dengan curah hujan 2000-2400 mm/tahun walaupun dengan kondisi tanah yang buruk. Ciri morfologi tanaman sebagai berikut:

  • Batang berkayu
  • Tinggi tanaman dapat mencapai 2-12 m
  • Diameter batang maksimum yaitu 20 cm
  • Kulit batang berwarna merah atau abu-abu yang tertutup lentisel kecil
  • Daunnya berbentuk bipinnate
  • Panjang daun utama dapat mencapai 20 cm dan lebarnya mencapai 15 cm

Kaliandra dapat ditanam bersama rumput untuk menaikkan kualitas rumput yang rendah. Budidaya tanaman kaliandra dapat dilakukan dengan biji yang di skarifikasi terlebih dahulu. Kaliandra yang ditanam dengan biji akan berbunga pada umur 2 tahun.

Daun kaliandra dapat dipanen pada umur 8-12 bulan. Untuk produksi daun yang maksimal, pemotongan dapat dilakukan pada tanaman yang tingginya sudah mencapai0,5-1 m setiap 2-3 bulan sekali. Hasil panen berat kering tanaman ini yaitu 3-14 ton/ha/tahun tergantung keadaan lingkungan. Pemberian pada ternak dapat dilakukan dengan sistem cut and carry. Kandungan protein kasar pada kaliandra sekitar 20%.

Kelebihan dari tanaman ini yaitu dapat tumbuh di kondisi tanah yang buruk dan dapat beradaptasi dengan tanah yang asam. Kekurangannya yaitu tidak tahan terhadap genangan, dan mengandung anti-nutrien berupa tannin.

 

Turi

Turi (Sesbania grandiflora) merupakan jenis legume asli daerah Asia Tropik seperti Indonesia, India, Malaysia, Myanmar, dan Filipina. Turi tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian hanya sampai 1000 mdpl dengan curah hujan 2000-4000 mm/tahun untuk pertumbuhan terbaiknya. Namun tanaman ini juga mampu hidup di daerah dengan curah hujan rendah.

Morfologi tanaman ini adalah sebagai berikut.

  • Tinggi dapat mencapai 15 m.
  • Diameter batang mencapai 30 cm
  • Akar memiliki nodul
  • Daun majemuk menyirip
  • Bunga berbentuk seperti tandan, muncul pada ketiak daun
  • Mahkota bunga berbentuk semacam lonceng
  • Bunga dapat berwarna putih ataupun merah

Budidaya pohon turi dapat melalui stek batang ataupun biji pada tanah yang sudah diolah. Biji turi akan muncul pada umur 9 bulan sesudah penanaman. Daun turi dapat dipanen pada ketinggian tanaman lebih dari 1 m, hasil penelitian menunjukkan bahwa daun turi yang dipanen ketika tanaman masih dibawah atau sama dengan 1 m akan menyebabkan kematian pada tanaman ini. Hasil hijauan yang diperoleh secara berat kering yaitu 20 ton/ha/tahun. Pohon turi mampu hidup hingga 20 tahun. Pemberian pada ternak dilakukan dengan sistem cut and carry. Kandungan protein kasar turi yaitu 25-30% dalam bentuk segar. Selain itu tanaman ini mengandung tannin.

Kelebihan turi yaitu dapat tumbuh cepat dengan persebaran biji, toleran terhadap berbagai jenis tanah dan curah hujan, kualitas dan palatabilitas hijauan tinggi. Sedangkan kekurangan tanaman ini yaitu tidak tahan suhu dingin, tidak cocok untuk dilakukan grazing untuk ternak, potensi diberikan pada ternak non-ruminansia rendah bahkan tidak ada.

 

Gamal

Gamal (Gliricidia sepium) merupakan tanaman legume yang berasal dari Amerika Tengah dan Brazil. Di daerah asalnya, tanaman ini digunakan sebagai pelindung tanaman kakao.

Morfologi pohon gamal yaitu sebagai berikut.

  • Batang tumbuh tegak
  • Tinggi tanaman ini mencapai 10-12 m
  • Diameter batang yaitu 5-30 cm
  • Batang dan cabang terdapat bercak putih dan terdapat lentisel kecil
  • Daun menyirip ganjil
  • Helai daun oval dan berhadapan dengan panjang 4-8 cm dan terdiri dari 7-17 helai
  • Bunga berwarna merah muda sampai kemerahan
  • Buah polong berwarna hijau dan ketika tua berwarna kuning cokelat muda

Budidaya gamal dapat dilakukan dengan stek maupun biji. Perbanyakan dengan stek batang lebih mudah dan lebih cepat, namun perakaran kurang kuat dibandingkan dengan penanaman melalui biji. Tanaman yang diperbanyak dengan stek dapat dipanen dibawah 1 tahun, sedangkan pada perbanyakan dengan biji hasil diperoleh pada umur 2 tahun. Interval pemotongan dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Produksi hijauan dapat menghasilkan 2-5 kg/potong/pohon. Pemberiannya pun mudah, daun yang dipotong dari pohon cukup dilayukan sebelum diberikan pada ternak agar ternak tidak kembung. Kandungan protein kasar dalam berat kering pada gamal yaitu sekitar 20-30%, serat kasar 15%. Selain itu, dalam gamal juga terdapat kandungan coumarin yang merupakan senyawa yang dapat menyebabkan rasa pahit dan dapat menghambat pembekuan darah.

Kelebihan dari tanaman gamal yaitu nilai nutrisi tinggi, selain itu pohon ini dapat menjadi pencegah erosi, dan penyubur tanah. Kekurangan tanaman gamal yaitu terdapat beberapa kandungan senyawa anti nutrisi seperti coumarine. Selain itu terdapat senyawa HCN, nitrat,dan tannin meskipun dalam jumlah sedikit.

 

Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani (Penyuluh Madya pada BPTP Lampung)

Sumber bacaan: dari berbagai sumber

PENGUNJUNG

23069

HARI INI

71776

KEMARIN

22545810

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook