Materi Lokalita
LAMPUNG > KOTA BANDAR LAMPUNG > TANJUNG SENANG

GERAKAN TANAM CABAI DAN BAWANG MERAH DI PEKARANGAN

Rabu, 16 Sep 2020
Sumber Gambar : Dok.Mustika Rini

Tanjung Senang, Bandar Lampung – Komoditas Cabai dan Bawang merupakan salah satu produk unggulan pertanian yang menjadi konsumsi masyarakat kota Bandar Lampung. Petugas penyuluh pertanian berupaya untuk membiasakan masyarakat kota untuk bisa melakukan budidaya kedua komoditas tanaman ini di pekarangan rumah masing –masing. Kegiatan budidaya ini mendapat perhatian dari Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung melalui pemberian bibit cabai kepada masyarakat melalui kelompok tani dan kelompok wanita tani yang ada di Kelurahan Pematang Wangi Kecamatan Tanjung Senang. 

 

Pemberdayaan kelompok wanita tani untuk melakukan budidaya cabe, bawang merah dan sumber pangan lain pada pekarangan rumah, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta peningkatan pendapatan, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga mampu mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Potensi wanita tani di Kota Bandar Lampung luar biasa, hampir 49 % penduduk Kota Bandar lampung adalah perempuan, sehingga jika semua bergerak bersama, menggunakan sejengkal tanah di pekarangan rumah, dapat diyakin Kota Bandar Lampung dapat memenuhi kebutuhan cabai dan bawang melalui ibu rumah tangga yang bergerak  bersama melalui Kelompok wanita tani.

 

Budidaya Cabai dan Bawang di pekarangan dengan memanfaatkan bahan bekas sebagai tempat bercocok tanam baik limbah plastik minyak goreng, maupun ember bekas atau pemanfaatan  polibag fasilitasi petugas penyuluh pertanian. Pada mulanya petugas memberikan percontohan pada lahan kebun kolektif bagaimana melakukan budidaya cabai dan bawang, dimulai dari persiapan media tanam , perawatan dan pengendalian hama penyakit pada tanaman.  Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok wanita Tani Macan Mulya Tani dan Kelompok Tani Tunas Mulya Tani kelurahan Pematang Wangi Kecamatan Tanjung Senang Kota Bandar Lampung. Adapun rangkaian kegiatan budidaya cabai dan bawang merah antara lain ;

  1. Persiapan Media Tanam ; Membolongi limbah plastik 2 ltr minyak goreng dan beberapa polibag. Media tanam yang digunakan tanah, pupuk kandang sapi dan sekam padi. Media tanam bawang perlu diperhatikan keporosan media tanam, semakin gembur tanah semakin mudah umbi tumbuh dan berkembang.
  2. Penanaman cabai dan Bawang Merah. Bibit cabai bantuan Dinas Pertanian sudah memiliki 4 dau sejati yang artinya telah siap pindah tanam kedalam polibag yang telah diisi media tanah. Bawang merah perlu dilakukan pemotongan 1/3 pucuk umbi bawang sebelum umbi dibenamkan ke media tanah.
  3. Perawatan Tanaman. Kegiatan perawatan dengan memperhatikan kegiatan penyiraman dan pemupukan tanaman. Karena budidaya di pekarangan rumah, petugas mengupayakan untuk melakukan budidaya secara organik, pemupukan dapat dilakukan dengan pemanfaatan air cucian beras dan cucian ikan diaplikasikan ke tanaman yang sedang dibudidayakan. Penyiraman bawang merah dilakukan rutin hingga tumbuh daun, setelah proses pembentukkan umbi sebaiknya dikurangi intensitas penyiraman agar umbi tidak busuk.
  4. Pengamatan dan pencegahan Hama Penyakit Tanaman. Petugas penyuluh memberikan beberapa resep pestisida nabati yag dapat diaplikasikan sebagai pencegahan hama dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Salah satu pesnab yang dianjurkan adalah merendam kulit bawang salam 500ml air, diberi setetes sabun cair, disimpan selama8-12 jam. Aplikasikan dengan menyemprotkan ke tanaman pada sore hari.
  5. Panen dan Pemasaran. Petugas memberikan penyuluhan untuk memanfaatkan hasil panen bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga, dan jika memungkinkan dijual antar tetangga untuk barter komoditas yang dibudidayakan dipekarangan masing-masing.

 

Pentingnya mewujudkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) secara mandiri merupakan sebuah konsep lingkungan perumahan penduduk kota yang dilakukan secara bersama-sama mengusahakan optmalisasi pekarangannya secara intensif untuk dimanfaatkan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek potensi wilayah dan kebutuhan gizi warga setempat.  Petugas penyuluh pertanian kota Bandar lampung mengupayakan kegiatan urban farming yang berkelanjutan untuk kesejahteraan dan kelestarian lingkungan perkotaan.

 

Penulis ; Mustika Rini

 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook