Diseminasi Teknologi

TEKNOLOGI PRODUKSI UBI JALAR

Rabu, 16 Sep 2020
Sumber Gambar : Balitkabi dan Ria Maya

Ubi jalar selain mengandung karbohidrat juga mengandung vitamin A, C dan mineral. Untuk ubi jalar yang dagingnya berwarna oranye atau kuning mengandung beta karoten (vitamin A) yang tinggi, sedangkan ubi jalar yang berwarna ungu banyak mengandung antosianin yang merupakan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh sebagai pencegah kanker dan mengikat radikal bebas di alam tubuh. Pemanfaatan ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan pangan atau olahan, bahan baku industri dan pakan ternak.

Produktivitas ubi jalar di tingkat petani saat ini rata-rata sekitar 10 ton/ha, dengan penerapan inovasi teknologi yang tepat, varietas unggul ubi jalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah/ha. Komponen Inovasi teknologi untuk menunjang produktivitas ubi jalar yang bisa diterapkan antara lain.

 

1. Penggunaan varietas dan stek

  • Gunakan varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah yang mepunyai produktivitas tinggi, toleran terhadap hama boleng (Cylas formicarius) dan penyakit kudis (Sphaceloma batatas).
  • Gunakan stek yang berkualitas dan sehat dari stek pucuk tanaman yang telah berumur dua bulan atau lebih.
  • Potong stek sepanjang 20-25 cm, menggunakan pisau tajam pada pagi hari, dan buang sebagaian daunnya untuk mengurangi penguapan.
  • Susun ikatan stek yang tidak habis dalam penanaman sehari, dengan ikatan 100 stek di tempat yang teduh selama 1-3 hari.

 

Varietas Unggul Ubi Jalar

1. Varietas : Sari

Hasil umbi (t/ha) : 30-35

Umur panen (bln) : 3,5-4

Keunggulan : daging umbi kuning, rasa enak manis, kadar bahan kering 28,0 %, agak tahan hama boleng, tahan penyakit kudis.

2. Varietas : Sukuh

Hasil Umbi (t/ha) :  25-30

Umur panen (bln) : 4-4,5

Keunggulan : daging umbi putih, rasa enak, kadar bahan kering 35,0 %, sangat baik untuk tepung dan pati ubi jalar, agak tahan boleng dan kudis

3. Varietas : Papua solosa

Hasil umbi (t/ha) : 25-40

Umur panen (bln) : 4,5 – 6

Keunggulan : daging umbi kuning tua, rasa enak, bahan kering umbi 32,8 %, beta karoten 533,80 µg/100 g, agak tahan boleng, tahan kudis, cocok untuk dataran tinggi

 4. Varietas : Beta 1

Hasil umbi (t/ha) : 25 – 35

Umur panen (bln) : 4 – 4,5

Keunggulan : daging umbi oranye tua, enak dan manis, kadar bahan kering 25,3 %, beta karoten 12.032 µg/100 g, agak tahan hama boleng dan penyakit kudis.

 5. Varietas : Antin 1

Hasil Umbi (t/ha) : 26 – 36

Umur Panen (bln) : 4 – 4,5

Keunggulan : warna umbi sembur ungu menarik, cocok untuk keripik, antosianin 33,89 mg/100 g, agak tahan boleng dan kudis, toleran kekeringan

6. Varietas : Antin 2

Hasil Umbi (t/ha) : 37,5

Umur Panen (bln) : 4 -4,5

Keunggulan : daging umbi ungu, kandungan antosianin 130,19 mg/100 g (bb), agak tahan boleng dan kudis

 

2. Penyiapan Lahan

  • Tanah diolah dan dibuat guludan dengan lebar 40-60 cm dan tinggi 30-40 cm. Jarak antar puncak guludan 80 cm atau 100 cm
  • Pada tanah berat (berlempung) perlu ditambah 10 ton bahan organik/ha

 

3. Penanaman

  • Pada lahan sawah, sebaiknya ditanam setelah panen padi, yaitu pada akhir musim hujan hingga pertengahan musim kemarau.
  • Pada lahan kering/daratan bisa ditanam pada awal musim hujan atau awal musim kemarau.
  • Stek pucuk ditanam tegak atau miring dengan 2-3 ruas terbenam ke dalam tanah dengan jarak dalam baris 20-30 cm, populasi tanaman sekitar 33.000-50.000 tanaman/ha.
  • Penanaman ubi jalar dapat dilakukan dengan cara tumpangsari dengan tanaman lain sampai tingkat naungan tidak lebih dari 30 %.
  • Penyulaman stek yang mati dapat dilakukan pada umur 7-10 hari.

 

4. Pemupukan

  • Kebutuhan pupuk per hektarnya adalah 100-200 kg Urea, 100 kg SP36, 100 kg KCl. Lebih baik bila diberikan pupuk kandang saat pembuatan guludan.
  • Pemberiannya dilakukan pada umur satu minggu stelah tanam dengan takaran adalah 1/3 dosis Urea dan KCl serta seluruh SP36. Pada umur 1,5 bulan diberikan sisa pupuk sebanyak 2/3 Urea dan KCl.
  • Pupuk diberikan secara larikan atau tugal dan ditutup dengan tanah.

 

5. Penyiangan Gulma dan Pembalikan Batang

  • Penyiangan gulma dilakukan sebelum pemupukan kedua, atau selambat-lambatnya bersamaan dengan pemupukan kedua.
  • Perbaikan guludan dan pembalikan batang perlu dilakukan untuk mencegah munculnya akar dari ruas batang.
  • Pada lahan sawah, dapat menggunakan jerami sisa sebagai mulsa, untuk mencegah pertumbuhan gulma dan akar tanaman.
  • Pada lahan sawah penyiangan dilakukan pada umur satu bulan bersamaan dengan turun gulud. Sedangkan naik gulud dilakukan pada umur dua bulan bersamaan dengan penyiangan dan pemberian pupuk susulan.

 

6. Pengairan

  • Pada musim kemarau pengairan dilakukan setiap 2-3 minggu atau minimal tiga kali selama masa pertumbuhan. Pengairan yang cukup dapat menghindarkan tanaman dari hama boleng Cylas formicarius.

 

7. Pengendalian Hama

Hama utama adalah boleng Cylas formicarius, penggerek batang Omphisa anastomasalis serta nematoda Meloidogyne sp.

Usaha pengendalian dilakukan secara terpadu yaitu :

  • Menggunakan varietas yang agak tahan, dan gunakan stek dari tanaman sehat.
  • Perlakukan stek dengan mencelupkan ke dalam larutan insektisida Marshal dengan dosis sesuai anjuran selama 2-3 menit.
  • Pemberian Furadan 3G secara larikan 5-7 cm dari barisan tanaman, pengairan yang cukup dan pembumbunan
  • Penangkapan serangga dewasa jantan dengan seks feromon dan penyemprotan insektisida nabati, yaitu ekstrak daun atau biji mimba (Azadirachta indica0 dengan konsentrasi 4 %.
  • Panen tepat waktu atau tidak terlambat akan mengurangi serangan hama dan lakukan rotasi tanaman.

 

8. Pengendalian Penyakit

  • Penyakit utama yang menyerang ubi jalar adalah Kudis (Scab) ;
  • Disebabkan oleh cendawan Spaceloma batatas atau Elsinoe batatas. Patogen ini merupakan satu patogen penting di daerah tropik dan dapat menurunkan hasil hingga 30 % pada varietas yang rentan terhadap kudis.
  • Sumber inokulm berasal dari stek yang sakit, dan dapat berkembang biak dalam cuaca yang sejuk pada suhu 13-17 ºC.

 

Gejala kerusakan akibat penyakit kudis.

  • Gajala spesifik tanaman yang terserang adalah berupa kudis pada daun dan batang.
  • Awalnya gejala ini berbentuk bercak bundar sampai elips pada batang, pada serangan berat panjang bercak mencapai 1 cm. Pada tingkat selanjutnya daun dan tunas-tunas muda berubah bentuk menjadi keriting atau berkerut dan menjadi kerdil.

 

Pengendalian Penyakit Kudis

  • Menanam varietas ubi jalar yang tahan terhadap penyakit kudis
  • Melakukan perbanyakan bibit dengan umbi dan pergiliran tanaman.
  • Menanam ubi jalar dari klon campuran yang mempunyai hasil tinggi.
  • Menyempurnakan dranase pada musim penghujan dan memberikan mulsa.
  • Membersihkan sisa-sisa tanaman dan memangkas bagian tanaman yang sakit dan membakarnya.

 

9. Panen

  • Pemanenan dilakukan jika umbi sudah besar atau umur 3,5- 6 bulan. Secara fisik ubi jalar siap dipanen apabila daun dan batang mulai menguning.
  • Sebisa mungkin hindarikan umbi dari luka atau memar saat panen. Umbi hasil panen diikat 2-5 kg ataau dalam keranjang 2-10 kg.
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook