Diseminasi Teknologi

Budidaya Manggis

Selasa, 15 Sep 2020
Sumber Gambar : Koleksi Ellina Mansyah Balitbutropika

Pendahuluan

 Tanaman Manggis merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia dan Malaysia dikenal dengan sebutan Queen of fruits. Penyebarannya saat ini sudah sampai ke Sri Langka, India, Madagaskar, Honduras, Brazil dan Australia. Tanaman Manggis berproduksi optimal pada dataran rendah sampai 1000 meter diatas permukaan laut, suhu udara 20 – 35 ºC dengan kelembaban udara sekitar 80%. Curah hujan 700 – 3600 mm/tahun dan pH tanah yang dikehendaki 5,5 – 6,5. Tanaman Manggis merupakan tanaman multiguna karena selain untuk dikonsumsi tanaman manggis juga digunakan dibidang kesehatan dan kosmetik. Dari aspek kesehatan manggis mengandung xanthones yang terdiri dari kumpulan senyawa bioaktif  yang kaya dengan antioksidan. Dan kandungan antioksidan dalam manggis 100 kali lebih baik dari vitamin A, C dan E.

Manggis merupakan tanaman yang memiliki peluang besar untuk dibudidayakan, karena manggis merupakan salah satu tanaman buah yang diekspor ke luar negeri. Namun untuk dapat diekspor tanaman ini harus memiliki standar mutu buah, antara lain warna kulit buah seragam, kelopak masih hijau dan segar, kulit buah tidak rusak dan bersih, bebas hama dan penyakit, tidak bergetah kuning pada kulit dan tangkai buah, dan daging buah berwarna putih bersih. Dan untuk mencapai standar mutu tersebut diperlukan teknologi budidaya yang tepat agar tanaman berproduksi optimal dan memenuhi standar SNI.

 

Perbanyakan Manggis

 Tanaman manggis dapat diperbanyak dengan biji dan sambungan. Perbanyakan dengan biji kelebihannya adalah produksi tinggi dan arsitektur tanaman terlihat bagus, namun kelemahannya adalah masa remaja panjang, pohon relatif tinggi, biaya panen tinggi dan pemeliharaan lebih sulit. Sedangkan perbanyakan dengan sambungan tanaman akan lebih cepat berbuah, pemeliharaan dan pemanenan lebih mudah, namun kelemahannya adalah sambungan tumbuh cenderung miring (bisa diatasi dengan penggunaan entres posisi ditengah) dan produksi rendah (diatasi dengan jarak tanam rapat).

 

Penanaman

 Bibit yang sudah siap dipindahkan ke lapangan yaitu umur 2 – 3 tahun dengan tinggi 30 – 50 cm, sudah memiliki minimal satu pasang cabang, dan untuk mempercepat pertumbuhan dilapangan bisa juga terlebih dahulu dipelihara sampai mencapai ketinggian 1 meter. Jarak tanam yang digunakan untuk bibit asal sambungan adalah 5 x 5 m, 5 x 6 m, atau 6 x 6 m dengan ukuran lubang tanam 60 x 60 x 60 cm untuk tanah yang subur dan 1 x 1 x 1 m untuk tanah miskin hara. Lubang tanam yang telah disiapkan diberikan pupuk kandang dengan komposisi satu bagian tanah dan satu bagian pupuk kandang  (1 : 1), 800 gr phospor dan kapur kurang lebih 1/3 volume lubang tanam. Selama dalam fase awal pertumbuhannya tanaman manggis membutuhkan naungan selama kurang lebih 2 tahun agar dapat tumbuh maksimal, naungan dapat berupa tanaman hidup seperti tanaman pisang ataupun dari paranet.

 

Pemeliharaan

 Pemeliharan pada tanaman manggis meliputi pemupukan, pengairan, dan pemangkasan serta pengendalian hama penyakit. Pemupukan berupa pupuk N : P : K : Mg dengan komposisi pemupukan/pohon/tahun yaitu pada umur 1 tahun 0,5 kg, umur 2 tahun 1 kg, umur 3 tahun 1,5 kg, umur 4 tahun 2 kg, umur 5 tahun 2,5 kg, umur 6 tahun 3 kg, umur 7 tahun 4 kg, umur 8 tahun 5 kg dan lebih dari 8 tahun 6 kg/pohon/tahun. Pupuk diberikan sebanyak tiga kali selama setahun yaitu sebelum berbunga, saat pembentukan buah dan setelah panen. Cara pemberian yaitu dengan menaburkan pupuk disekeliling tajuk tanaman sedalam 30 cm.

Pengairan tanaman manggis dilakukan pada awal pertumbuhan, pembungaan dan pembuahan. Penyiraman dapat dilakukan dengan penyemprotan langsung atau dengan pembuatan irigasi tetes. Irigasi tetes dibuat dengan membuat saluran irigasi diantara barisan tanaman (lahan basah). Penggunaan mulsa juga sangat dianjurkan untuk mengurangi kehilangan air dan menjaga kelembaban.

Kegiatan pemeliharaan selanjutnya adalah pemangkasan, yaitu dengan membuang cabang mati, yang menyentuh tanah, dan cabang-cabang yang tumbuh tegak (tunas air). Pemangkasan dilakukan saat tanaman sedang tidak berbunga atau segera setelah panen berakhir.

Pada fase berbuah tanaman manggis biasanya sering mengalami kerusakan fisiologis yang ditandai dengan buah pecah, berwarna bening, dan getah kuning hal ini disebabkan oleh curah hujan dan tanaman kekurangan unsur Ca atau karena faktor genetik. Untuk pengendalian getah kuning dapat dilakukan dengan cara menjaga kelembaban tanah yang stabil terutama selama periode berbunga sampai panen dengan cara pengairan yang teratur, irigasi tetes dan membuat saluran drainase air untuk daerah tergenang. Selanjutnya juga dengan menambahkan unsur Ca, Mg pada saat pemupukan. Selanjutnya hama yang sering menyerang tanaman manggis adalah hama burik. Hama ini menyerang mulai dari fase kuncup bunga sampai ke buah, pengaruhnya akan menurunkan kualitas buah, pada kelembaban dan suhu yang tinggi, maka tingkat serangan juga akan semakin tinggi. Pengendaliannya yaitu dengan cara sanitasi kebun, mengurangi kerapatan tajuk, pembalikan tanah dibawah tajuk, pengasapan dibawah tajuk, penggunaan mulsa jerami, dan penggunaan perangkap yellow sticky trap.

 

 Panen  

 Panen buah manggis untuk pasar ekspor ditandai dengan panen pada saat buah sudah berwarna kuning dan mulai muncul bercak merah (10 - 25%) sampai warna buah merah muda, sedangkan untuk pasar lokal buah manggis bisa dipanen saat warna buah sudah berubah warna mulai jingga, jingga kecoklatan sampai berwarna ungu tua. Panen bisa dilakukan secara manual atau menggunakan alat panen, namun pada intinya pada saat panen buah tidak boleh jatuh langsung ketanah karena akan mempengaruhi kualitas buah.

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook