Diseminasi Teknologi

Teknologi Perbanyakan Bibit Bawang Merah

Selasa, 15 Sep 2020
Sumber Gambar : http://jateng.bptpnews.id/Portal/detailBerita/700

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan di Jawa Tengah yang mempunyai prospek cukup baik dalam pengembangan agibisnis. Ketersediaan bibit bawang merah yang berkualitas dan bermutu sangat diperlukan dalam rangka usaha peningkatan produktivitas. Sampai dengan saat ini diindikasikan bahwa ketersediaan benih bawang merah bermutu dan berkualitas masih sangat terbatas. Untuk itu perlu dilakukan perbanyakan dapat dilakukan sesuai kaidah-kaidah sertifikasi. Komponen teknologi budidaya yang diterapkan meliputi : komponen agonomis, penggunaan bahan organik, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama penyakit secara terpadu. Dalam prosedur pelaksanaan perbanyakan bibit bawang merah melalui tahapan-tahapan sesuai dengan teknologi pemurnian bibit bawang merah sebagai berikut :

  • Bedengan dibuat berukuran lebar 2 m dan panjang bedengan menyesuaikan dengan panjang lahan. Selanjutnya lahan di atas bedengan tersebut diolah 3 kali sehingga  tanah  menjadi  benar-benar  remah,  kemudian  dibentuk guludan di atas bedengan sebagai media tanaman bawang merah dengan tinggi 20 cm dan lebar 1,40 m. Tepi guludan dipadatkan dengan lumpur agar tidak mudah long Diantara bedengan dibuat saluran drainase/irigasi dengan ukuran lebar 50 cm dan dalam 50 cm. Antar bedengan   dibuat lorong dengan jarak 50 cm, jarak tanam pada pengkajian ini berukuran   15X10 cm dengan jumlah  populasi  tanam berkisar 150 umbi – 165 umbi.
  • Bahan tanaman berupa bibit bawang merah yang digunakan berasal dari bibit penangkar benih yang sudah disimpan sekitar 3 bulan sehingga sudah cukup siap tanam (kawak). Benih yang dalam penyimpanan kurang atau lebih dari batas waktu tersebut mengakibatkan daya tumbuhnya kurang baik. Sebelum tanam  bagian  ujung  benih  dipotong  terlebih  dulu  untuk mempercepat tumbuhnya tunas,  sedangkan  benih  yang  sebelum tanam sudah bertunas tidak ditanam karena akan mempengaruhi pertumbuhan. Untuk mencegah adanya  serangan hama dan  penyakit sebelum tanam, benih diperlakukan dengan
  • Pupuk kompos sebagai pupuk  dasar  diberikan  saat  pengolahan  tanah sebanyak 3 ton/ha, sedang pupuk anorganik diberikan berdasarkan dosis anjuran seperti Urea (100 kg/ha), ZA (250 kg/ha), KCl (100 kg/ha), Pupuk Daun (3 liter/ha), NPK (150 kg/ha) diberikan pada 15 dan 30 hari setelah tanam. Pupuk SP-36 (200 kg/ha) diberikan pada saat tanam.
  • Penyiangan dilakukan setiap minggu sekali, dengan cara mencabut gulma yang ada di sekitar tan Sedangkan penyiraman dilakukan 2x setiap hari (pagi dan sore), hingga tanaman umur 15 hari setelah tanam (hst), selanjutnya penyiraman dilakukan  setiap  hari  sekali    hingga  menjelang panen.
  • Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan konsep Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), sedangkan pengamatannya dilakukan secara berkala mulai umur 10 hari setelah tanam (hst) sampai 1 (satu) minggu menjelang panen, dengan interval 7-10
  • Panen dilakukan sewaktu daun menguning 80-90% dan batangnya telah lemas agar mudah dalam prosesing dan penyimpanan, apabila untuk dijadikan benih pada musim berikutnya umur tanaman harus cukup masak (60 hst). Dalam proses pemanenan, dilakukan tahapan-tahapan prosesing diantaranya pengikatan yaitu,   setiap 1 ikat berbobot sekitar 5 kg umbi basah, kemudian dilakukan penjemuran di lahan selama 7-10 hari pada  pagi hari     hingga  siang   Kemudian  selama  penjemuran  berlangsung, dilakukan seleksi umbi dari kerusakan, kebusukan  daun, pengerutan serta kelainan umbi atau CVL (Campuran Varietas Lain) dengan mencabut seluruh tanamannya. Beberapa rumpun diikat untuk selanjutnya dilakukan penjemuran sampai daun mengering. Dalam proses penjemuran ikatan tali diperbaiki sambil dibolak-balik serta umbi dibersihkan dari tanah. Sortasi benih dilakukan sebelum benih disimpan. Penyimpanan dilakukan dalam bentuk ikatan-ikatan bawang merah yang digantung di para-para dengan tidak terlalu rapat atau terlalu jarang. Kemudian dilakukan pemeliharaan bibit selama penyimpanan dengan membuang bibit yang busuk. Bawang merah yang akan dijadikan bibit disimpan dulu selama 3-4 bulan baru siap tanam.
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook