Materi Penyuluhan

PENGENDALIAN URET PEMAKAN AKAR TANAMAN TEBU

Rabu, 09 Sep 2020
Sumber Gambar : www.google.com

Uret merupakan hama utama yang menyebabkan kerugian besar pada tanaman tebu.  Serangan hama ini akan semakin meluas pada tanaman yang dikembangkan dengan sistem ratoon dimana pada saat panen batang tebu dibiarkan tumbuh kembali untuk dapat dipanen dua atau tiga kali pada musim berikutnya. 

Uret menyerang tanaman tebu pada bagian akar atau pangkal batang. Serangan hama ini dapat menurunkan 50% bobot tebu dan 30% rendemen, yang tentu saja sangat merugikan petani apabila tidak segera dilakukan pengendalian.

Gejala pada tanaman yang terserang hampir mirip dengan gejala kekeringan.  Pada tanaman muda ditunjukkan dengan pucuk tanaman layu dan tahap selanjutnya menguning. Serangan pada tanaman muda dapat menyebabkan kematian tanaman, sedangkan pada tanaman tua menyebabkan tanaman mudah roboh karena tanaman yang terserang kehilangan sebagian hingga seluruh akar dan terbentuk rongga-rongga gerekan  

Serangan hama uret yang timbul pada tanaman muda dapat dilakukan penanaman kembali, sedangkan pada tanaman tebu yang berumur lebih tua dapat menyebabkan penurunan produksi atau tidak dapat panen sama sekali (puso).  Untuk mengatasi tanaman puso maka ada beberapa teknik pengendalian yang dapat dilakukan, mulai pengendalian secara kultur teknis, mekanis, biologis maupun secara kimia.

Pengendalian secara kultur teknis dapat dilakukan melalui penerapan pengolahan tanah yang didasarkan pada spesifik lokasi untuk memutus siklus hidup uret.  Pengolahan tanah yang dilakukan antara lain : pengolahan lebih dalam dengan menggunakan alat mekanisasi pertanian pada lahan yang terserang dengan mengumpulkan uret yang ditemukan kemudian dilakukan pemusnahan; pemberian kapur pertanian untuk meningkatkan pH tanah; pemupukan yang proporsional dengan pemberian pupuk kandang/kompos atau dengan pemberian mikoriza pada bibit tebu serta menghindari penggunaan sistem kepresan.   Selain itu pergiliran tanaman dengan menggunakan tanaman padi dan palawija juga dapat dilakukan untuk memutus siklus hidup uret.

Pengendalian secara mekanis dapat dilakukan dengan menggunakan lampu perangkap imago yang dilakukan sejak periode penerbangan imago (awal Oktober);  pembuatan lubang tanah untuk perangkap imago yang diisi dengan bahan organik seperti ampas tebu, kompos, serabut kelapa dan penggunaan mulsa plastik serta penangkapan dan pemusnahan uret pada saat ratoon. Selain itu juga dapat digunakan penanaman tanaman perangkap seperti talas-talasan, rumput gajah dan sorghum di pematang tanaman tebu.

Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan memanfaatkan agen hayati seperti nematoda entomopatogen (NEP) Streinernema sp dan pemanfaatan jamur Metarrhizium sp yang dilakukan secara kontinyu mulai dari awal penanaman sampai dengan tanaman tebu fase generatif.  Selain itu penggunaan biji nimba sebagai pestisida nabati juga dapat dilakukan untuk menekan kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan uret.

Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida diazinon 10 g sebanyak 20 kg/ha.  Aplikasi insektisida tanah ini dilakukan pada saat sebelum/bersamaan tanam tebu dengan cara ditabur pada larikan tanaman.

Dengan adanya teknik pengendalian sebagaimana diatas, maka pengendalian hama uret pemakan akar tanaman dapat dilakukan secara terpadu mulai dari pengendalian secara kultur teknis, mekanis, biologis dan kimia.  Dalam pengendalian secara kimia harus dilakukan secara bijaksana dan jangan digunakan bahan aktif yang sama lebih dari tiga tahun agar hama uret yang ada tidak menjadi kebal. Sedangkan pengendalian secara biologi harus terus dikembangkan karena memiliki prospek yang baik untuk pengendalian hama uret di masa yang akan datang.

Penulis :   Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan)

Sumber :

Heri Prabowo dan Indrayani, 2013.  Lepidiota stigma Fabricius : Uret Pemakan Akar Tanaman Tebu.  Info Teknologi Perkebunan Nomor 7 (5).

Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 53/Permentan/KB.110/10/2015.  Pedoman Budidaya Tebu Giling Yang Baik.

Kabartani, 2019. Cara mengatasi Hama Uret Tebu Secara Terpadu. https://kabartani.com/cara-mengatasi-hama-uret-tebu-secara-terpadu.html

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook