Diseminasi Teknologi

MENGENAL HAMA TANAMAN JERUK

Selasa, 08 Sep 2020
Sumber Gambar : BPTP Lampung

Jeruk merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan masyarakat petani dibeberapa daerah di Indonesia. Namun kualitas dan produktifitas buah jeruk yang dihasilkan rata-rata masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah teknik budidaya, kualitas bibit yang digunakan, serta penangananan hama maupun penyakit. Serangan hama dan penyakit tanaman jeruk merupakan faktor utama penyebab rendahnya produksi maupun kualitas buah jeruk yang dihasilkan. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengenalan terhadap jenis hama penyakit, penyebab penyakit, gejala serangan dan cara pengendaliannya.

 

12 Jenis Hama Tanaman Jeruk, Gejala dan Cara Pengendaliannya

1.Kutu loncat (Diaphorina citri.)

a.) Bagian yang diserang adalah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
b). Gejala serangan: tunas keriting, tanaman mati.
c). Cara engendalian: dengan penyemprotan menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, selain itu buang bagian tanaman yang terserang.

2.Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)

a). Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga.
b). Gejala serangan: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa.
c). Cara pengendalian: menggunakan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).

3. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)

a). Bagian yang diserang adalah daun muda.
b).Gejala serangan: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung,rontok.
c).Cara pengendalian: semprotkan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP), Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah atau dibakar.

4. Tungau (Tenuipalsus sp., Eriophyes sheldoni Tetranychus sp.)

a). Bagian yang diserang adalah tangkai, daun dan buah.
b). Gejala serangan : bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
c). Cara pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite), Cyhexation (Plictran), Dicofol (Kelthane), Oxythioquimox (Morestan 25 WP, Dicarbam 50 WP).

5. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)

a). Bagian yang diserang adalah buah.
b). Gejala serangan : lubang yang mengeluarkan getah.
c). Cara pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP, Nudrin 24 WSC), Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

6.Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)

a). Bagian yang diserang Helopeltis antonii.
b). Gejala serangan : bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis.
c). Cara pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC), Fenithion (Lebaycid), Metamidofos (Tamaron), Methomil (Lannate 25 WP).

7. Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)

a). Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes.
b). Gejala serangan : bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga mudah rontok, buah muda gugur sebelum tua.
c). Cara pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian buang bagian yang diserang.

8. Thrips (Scirtotfrips citri.)

a). Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda.
b). Gejala serangan : helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.
c). Cara pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas.

9. Kutu dompolon (Planococcus citri.)

a). Bagian yang diserang adalah tangkai buah.
b). Gejala serangan : berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
c). Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP), Triazophos (Fostathion 40 EC), Carbaryl (Sevin 85 S), Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu.

10. Lalat buah (Dacus sp.)

a). Bagian yang diserang adalah buah muda hingga buah yang hampir masak.
b). Gejala serangan: lubang kecil di bagian tengah, buah gugur, belatung kecil di bagian dalam buah.
c). Cara pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC), Dimethoathe (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Prrofenofos dicampur Metomil dan menggunakan perangkap Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.

11. Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)

a). Bagian yang diserang daun, buah dan tangkai.
b). Gejala serangan: daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur.
c). Cara pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G, Basazinon 45/30 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Dichlorophos (Nogos 50 EC), Methidhation (Supracide 40 EC).

12. Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)

a). Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah.
b). Gejala serangan : daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati.
c). Cara pengendalian: perbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Penyemprotan menggunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G).

 

Ditulis ulang oleh: Tri Kusnanto

Sumber:https://mitalom.com/mengenal-23-jenis-hama-penykit-tanaman-jeruk-gejala-serangan-dan-cara-pengendaliannya/

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook