Materi Penyuluhan

PEMANFAATAN SIPUT MURBEI SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK

Jum'at, 04 Sep 2020
Sumber Gambar : google.com

Indonesia merupakan negara dengan lahan daratan yang cukup luas, sehingga berpotensi untuk pengembangan usaha di bidang peternakan. Hal ini haruslah ditunjang dengan tercukupinya kebutuhan akan sumber pakan mengingat bahwa 70% biaya ternak berasal dari pakan. Siput Murbei (keong mas) sangat berpeluang untuk dijadikan pakan alternative dalam usaha budidaya ternak. Pembuatan pakan ternak dari keong mas cukup mudah, dimana daging keong dapat diberikan dalam bentuk segar atau olahan (dicacah, tepung atau silase). Pengolahan bertujuan untuk menghilangkan lendir, bau tidak sedap, membersihkan semua kotoran, dan agar lebih tahan lama.

Pengolahan Keong Mas untuk Makanan Ternak

Pembuatan Tepung Daging dan Cangkang, pembuatan tepung dari daging keong lebih mudah dibandingkan dengan pembuatan silase, karena tidak memakan waktu lama. Tepung daging keong mas ini dapat digunakan sebagai campuran dalam pakan ternak. Pembuatan pakan ternak asal daging keong sebagai berikut; Pertama kumpulkan keong, dan puasakan selama 2 hari, kemudian pisahkan daging dengan cangkangnya. Iris daging keong menjadi bagian tipis-tipis. Dijemur di bawah terik matahari atau dengan oven 60 0C, supaya kadar air pada daging keong berkurang 14%. Setelah daging keong benar-benar kering, giling menjadi tepung (granule).

Cara lain, yaitu setelah dipisahkan antara daging dan jeroan dari cangkangnya, daging direndam selama 30 menit untuk membersihkan lendir dan menetralkan sifat asamnya. Kemudian daging dicincang, dan diolah dengan cara direbus selama 30 menit pada suhu 60 0C. setelah direbus kemudian didinginkan dengan cara diangin-anginkan atau dijemur dibawah terik matahari supaya lebih tahan lama. Setelah itu dilakukan proses penggilingan untuk menjadi tepung.

Pengolahan cangkang menjadi tepung diawali dengan menyiapkan keong mas yang akan diambil cangkangnya, puasakan selama dua hari lalu pisahkan dari dagingnya. Selanjutnya cangkang keong mas dkibersihkan dari kotoran dan dikeringkan, kemudian ditumbuk dalam satu wadah dan digiling dengan mesin penggiling. Tepung daging dan cangkang keong mas siap untuk dicampurkan dalam pakan ternak sebagai penambah nutrisi.

Pembuatan Silase Keong Mas, silase merupakan cara pengolahan pakan ternak dengan cara mengawetkan melalui proses penyimpanan, bahan pakan ternak tersebut akan mengalami fermentasi sehingga mudah untuk dicerna oleh ternak. Dalam proses pembuatan silase secara kimiawi umumnya menggunakan asam organic (asam format) maupun asam mineral. Langkah pembuatan silase daging keong mas sebagai berikut : pertama kumpulkan keong dalam ember. Bersihkan dan keluarkan daging segar keong dari cangkangnya. Cuci daging yang telah dikeluarkan sampai bersih, dengan menggunakan air biasa. Lakukan pencucian ulang dengan air garam dan dicuci kembali dengan air kapur, agar pakan ternak yang dihasilkan terhindar dari racun. Daging selanjutnya digiling dengan mesin penggiling lalu ditiriskan, supaya kadar air berkurang. Campur daging keong giling tersebut dengan bekatul, dengan perbandingan 4 : 1. Masukan campuran keong dan bekatul dalam plastic. Padatkan, supaya tidak ada rongga udara dan tutup secara rapat. Lakukan pengecekan secara berkala dan aduk sekaligus. Proses pembuatan silase keong dibutuhkan waktu selama 12 hari guna fermentasi yang sempurna. Setelah itu silase sudah dapat digunakan untuk pakan ternak.

Kandungan protein dalam silase keong mas berkisar 10,88% - 14,54% yang sangat bermanfaat sebagai tambahan pakan dan dapat membantu mempercepat pertumbuhan ternak. Bahan pakan berupa silase dapat bertahan lebih lama dengan melakukan penjemuran atau dioven. Manfaat pembuatan silase keong untuk pakan ternak selain untuk mengawetkan daging keong, juga untuk mengaktifkan zat selulosa melalui prose fermentasi. Dengan aktifnya kandungan tersebut dapat memudahkan hewan ternak dalam mencerna makanan dan dapat menyingkat penyerapan nutrisi.

Pemanfaatan Untuk Pakan, biasanya keong mas dijadikan pakan pada jenis ternak seperti sapi, kambing, unggas (ayam dan itik). Pada pengembangan ternak itik, keong mas merupakan pakan campuran sebagai protein murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium. Kombinasi 39% sagu kukus dengan 6% tepung keong mas dapat menggantikan kebutuhan jagung kuning sebgai sumber energi dalam pakan tanpa mempengaruhi penampilan. Penambahan tepung keong mas dalam ransum itik mojosari umur 24 minggu sampai 9% dengan pemberian pakan 160 gr/ekor/hari tidak berpengaruh terhadap kualitas telur itik.

Tepung tubuh dan cangkang keong mas memberikan nilai pertumbuhan yang cukup baik pada ayam broiler, dimana dapat meningkatkan rata-rata harian produksi telur hingga 3,7% dari 84,3% menjadi 88%. Selain dalam bentuk tepung, silase daging keong mas juga terbukti menjadi sumber pakan ternak bagi ruminansia dan ayam buras.

Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian);

Bacaan   :   Nia Kurniawati, Potensi dan Pemanfaatan Siput Murbei Sebagai Bahan Pakan Ternak, Balai Besar Penelitian Padi. Jl. Raya 9, Sukamandi – Subang 41256, Jabar

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook