Diseminasi Teknologi

MENGATASI KENAPA DAUN CABE KERITING DAN KUNING

Rabu, 19 Agu 2020
Sumber Gambar : Poto di IP2TP masgar

MENGATASI KENAPA DAUN CABE KERITING DAN KUNING

          Dalam budidaya tanaman akan selalu dihadapkan dengan masalah hama dan penyakit yang menyebabkan petani gagal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Pada budidaya tanaman cabe penyakit keriting dan kuning pada daun cabai merupakan masalah besar yang menyebabkan nutrisi tidak bisa diproses secara sempurna, tanaman tidak tumbuh lebat, daun adalah tempat tanaman memasak makanan. Jika daun tanaman bermasalah, maka tanaman tersebut akan sulit memproses makanannya sendiri, selanjutnya produktivitas tanaman menurun keadaan ini dapat merugikan petani bahkan dapat mengakibatkan petani gagal panen,

          Selain disebabkan oleh gangguan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) berupa hama, daun cabai keriting yaitu Thrips, Tungau dan Aphids. Ketiga hama yang sering menyerang tanaman cabai  tergolong jenis hama kutu, hama-hama ini dapat menyerang sepanjang musim, dimanapun tanaman berada dan menyerang semua jenis tanaman cabai. Ada juga yang disebabkan oleh infeksi virus mosaik yang terbawa oleh benih cabe yang berasal dari tanaman cabe yang terinfeksi mosaik

          Serangan dari ketiga jenis kutu—kutuan tersebut sama-sama menyebabkan keriting dan mengerut pada daun cabai. Akan tetapi jika kita cermati secara seksama akibat serangan ketiga  hama sangat berbeda. 

  1.  THRIPS (Thrips Tabacci).

Tanda-tanda;

  • Adalah hama kutu yang mengisap pucuk daun berukuran tubuh sangat kecil ( Panjang 1-1,2 mm),
  • Berwarna hitam dengan bercak merah,
  • Trip dewasa memiliki sayap dan rambut pada tubuhnya,
  • nimfa (hewan muda tidak memiliki sayap dan berwarna kekuningan,
  • Hama thrips berada pada permukaan daun bagian atas,
  • Pada musim hujan hama trips berlindung di bagian bawah daun.
  • Hama Thrip memiliki mobilitas (pergerakan) yang sangat tinggi, mampu meloncat ke tanaman lain,
  • Hama thrips dapat dilihat dengan kasat mata pada bunga-bunga tanaman cabai dan di atas permukaan daun cabai,
  • Thrips menyerang dengan cara menghisap cairan pada daun tanaman cabai.

Gejala Serangan Thrips;

  • Trips menyerang daun cabai yang masih muda atau pucuk daun,
  • Daun cabai menjadi keriting, mengkerut dan melengkung ke atas,
  • Daun cabai yang terserang thrips berwarna keperakan, dan mudah rontok,
  • Juga merontokkan bunga dan akhirnya dapat penurunan produktifitas,
  • mudah diketahui ialah timbul garis atau bercak putih mengkilap pada daun, lama kelamaan berubah menjadi kecoklatan dengan bintik hitam.

Pengendalian hama Thrips;

  1. Sanitasi lahan atau pembersihan gulma pengganggu,
  2. Gunakan mulsa plastik hitam perak,
  3. Atur jarak tanam sehingga tidak terlalu rapat,
  4. Tidak menanam bekas tanaman cabai, tomat, bawang merah, jeruk, dan tanaman lain yang disukai thrips,
  5. Jauh dari lokasi tanaman cabai lainnya, atau buat tanaman pembatas seperti jagung, tanaman refugia atau tanaman lainnya sebagai tanaman perisai berpindahnya hama,
  6. Aplikasi akarisida yang berbahan aktif Abamectin misalnya Demolish, agrimax, bamex, calebtin, atau alfamex,
  7. Pemulihan tanaman yang telah sembuh dari serangan hama thrips yang dapat dilakukan dengan pemupukan dan penyemprotan zat perangsang tumbuh seperti GA3, Atonik, atau pupuk daun.
  1. TUNGAU (Mites)

Tanda-tanda;

  • Tungau berukuran tubuh sangat kecil dan memiliki delapan kaki,
  • Tungau berwarna kuning dan warna merah (sering tungau warna kuning) berada di bawah permukaan daun,
  • Tungau dapat meluas dengan cepat pada musim kemarau (suhu 280C) hama tungau lebih cepat berkembang biak,
  • Seekor tungau betina tunggal berkembang biak hingga satu juta ekor tungau selama satu bulan,
  • Telur tungau dapat menetas dalam waktu 3 hari kemudian menjadi dewasa setelah berumur 5 hari,
  • Dapat bertahan hidup 2-4 minggu,
  • Menghisap jaringan mesofil sehingga menghambat fotosintesis pada cabe.


Gejala Serangan Tungau;

  • Gejala serangan tungau yang spesifik daun muda keriting dan melengkung/menggulung ke bawah, menebal berbentuk seperti sendok terbalik,
  • Serangan selalu dimulai dari pucuk daun/tunas muda,
  • Daun yang terserang mengalami perubahan bentuk dan pertumbuhan tunas terhenti,
  • Ditandai dengan munculnya bintik kuning di permukaan daun,
  • Bintik tersebut lama kelamaan melebar lalu berubah menjadi kecoklatan dan akhirnya menghitam,
  • Bagian bawah daun berwarna seperti tembaga dan terdapat benang-benang putih halus,
  • Daun cabai yang terserang berwarna kecoklatan keriting, mengecil dan pada serangan parah daun cabai berguguran hingga tidak tersisa,
  • Selain menyerang daun kering dan gugur juga menyerang batang muda dan pucuk tanaman dan bisa mengakibatkan bunga cabai menguning dan kerontokan hingga tanaman cabai tidak mampu berbuah sama sekali.

Cara mengendalikan serangan Tungau;

  1. Menjaga kebersihan lahan dan lingkungan,
  2. Gunakan mulsa plastik hitam perak,
  3. Tanaman cabai sebaiknya tidak berdekatan dengan tanaman semangka, kacang panjang dan melon,
  4. Hindari penanaman bekas tanaman cabai,
  5. Pengamatan rutin untuk memantau perkembangan tanaman dan serangan hama tungau,
  6. Penyemprotan insektisida nabati dengan eksrtak tembakau , bawang putih yang dicampur sedikit deterjen dilakukan penyemprotan pagi atau sore hari 2 hari sekali,
  7. Jika insektisida nabati (brotowali, kunyit) maupun insektisida kimia tidak mampu lagi gunakan akarisida yang mengandung bahan Abamectin (demolish 18 EC), diapentiuron, piridaben (samite) semprotkan pada tanaman yang terserang hama dengan waktu penyemprotan yang efektif dilakukan pada sore hari.
  1. APHIDS

Tanda-tanda;

  • Aphid atau petani sebut juga kutu daun berbeda dengan thrips dan tungau,
  • Aphid berukuran lebih besar tidak mudah meloncat atau berpindah,
  • Hama aphid berwarna hijau kehitaman ada yang bersayap dan tidak bersayap,
  • Tidak hanya menyerang daun juga menyerang batang tanaman cabai dengan cara mengisap cairan tanaman,
  • Sifatnya berkoloni (bergerombol), bersembunyi di bawah permukaan daun, tepi daun dan pada batang tanaman cabai.

Gejala Serangan;

  • Serangan kutu ini sangat mudah dikenal yaitu jika terlihat banyak semut bergerombol pada batang tanaman cabai,
  • Daun dan batang tanaman cabai mengerut dan keriting akan terhambat pertumbuhannya,
  • Kutu daun ini mengeluarkan embun madu (honeydew ) yang sangat disukai semut serta menyebabkan pertumbuhan jamur embun jelaga dan menghambat proses fotosisntesis,
  • Daun yang terserang berwarna hitam, pertumbuhan terhambat, keriting dan pertumbuhan tidak normal,
  • Daun seringkali menjadi layu, menguning, dan akhirnya rontok,
  • Selain itu kutu daun juga mengeluarkan senyawa toksin melalui air liurnya sehingga tanaman cabe menjadi kerdil, dan terbentuk puruh pada helaian daun,
  • Kutu daun juga merupakan salah satu vektor (pembawa penyakit) yang menyebabkan tanaman cabe terkena virus mozaik,
  • Kutu daun yang menghisap tanaman yang sudah terkena virus mozaik dari suatu tempat atau tanaman lainnya dapat menularkan ke tanaman cabe yang masih sehat, melalui sedotan atau alat hisap mulut.

Cara pengendalian;

  1. Menjaga kebersihan lahan dari gulma,
  2. Gunakan mulsa plastik hitam perak, hindari penanaman dilahan bekas atau dekat tanaman kacang panjang,
  3. Memasang perangkap perekat berwarna kuning,
  4. Gunakan pestisida nabati,
  5. Aplikasi insektisida seseperti sevin, Dharmabas, regent, jargon atau marshal.

          Cara paling tepat untuk meminimalisir serangan kutu tersebut adalah lakukan pengamatan pada pucuk tanaman setiap 7 (tujuh) hari sekali jika ada tanda-tanda pada pucuk tanaman cabai kelihatan keriting segera dilakukan pengendalian, dan sebaiknya menanam cabe pada lahan yang steril.

Penyusun : Dede Rohayana

Sumber   : Agritani Indonesia

 

 

PENGUNJUNG

1190

HARI INI

26149

KEMARIN

27620701

TOTAL
Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook