Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KOTA SAWAH LUNTO > LEMBAH SEGAR

MENINGKATKAN NILAI TAMBAH DURIAN MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN

Selasa, 30 Jun 2020
Sumber Gambar : Dokumentasi Yessi Arza, S.TP

Komoditas hortikultura merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya selalu fluktuatif. Persoalan harga komoditas pertanian ini merupakan masalah klasik yang terus berulang. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu komoditas seperti tomat harganya anjlok sehingga petani tidak memanen buah tomat dan membiarkan tomat tersebut membusuk di lahan.  Kemudian cabe merah juga mengalami hal serupa, harganya anjlok dan merugikan petani karena tidak sesuainya hasil yang diperoleh dengan input produksi yang sudah digunakan.

Hal seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan terus berlanjut karena akan mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani secara signifikan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar harga komoditas hortikultura ini tetap stabil meski panen raya adalah dengan meningkatkan nilai tambah dari komoditas hortikultura tersebut melalui teknologi pengolahan dan pengawetan. Perubahan komoditi pertanian menjadi suatu produk akan menciptakan nilai tambah dari adanya perubahan bentuk (form utility) yang memungkinkan adanya peningkatan umur simpan (time utility) serta memudahkan dalam pengangkutan dan mampu memperhatikan nutrisi yang terkandung pada komoditas tersebut.

Nilai tambah merupakan selisih nilai komoditi karena perlakuan tahap tertentu yang dikurangi dengan pengeluaran yang dilakukan selama proses tersebut. Nilai tambah dipengaruhi oleh faktor teknis (kapasitas produksi, penerapan teknologi, kualitas produk, kualitas bahan baku dan input penyerta) dan faktor pasar (harga jual output, upah tenaga kerja dan harga bahan baku).

Durian juga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang harganya cukup fluktuatif. Buah durian pada umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar dan hanya sedikit yang diolah menjadi produk olahan. Selain itu teknologi pengolahan buah durian sangat terbatas sehingga petani terpaksa menjual dalam bentuk buah segar dengan harga yang ditentukan oleh pedagang pengumpul. Salah satu usaha yang perlu dilakukan oleh petani adalah menguasai beberapa teknologi pengolahan buah durian sehingga tercipta beberapa alternatif penjualan, selain itu juga dikuasai beberapa teknologi pengawetan buah durian sehingga buah durian dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama.

  Peningkatan nilai tambah ini juga perlu didukung dengan strategi pemasaran karena produksi dan pemasaran adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Upaya-upaya ini tentu membutuhkan sinergi dan komunikasi yang baik dari stakeholder terkait dimulai dari pemerintah baik pusat maupun daerah, pemerintahan desa, bumdes, gapoktan, kelompok tani atau KWT, lembaga penelitian dan dan lembaga perguruan tinggi sehingga upaya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dapat terwujud.

Disusun Oleh : Yessi Arza, S.TP (PP Desa Kubang Tangah Kec. Lembah Segar)

Sumber : Aldy S, Suryadarma P. 2019. Peningkatan Nilai Tambah Durian Afkir melalui Produksi Dodol Durian di Kuala  Selangor Malaysia. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol 1 (1) 2019: 92-98 

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook