Materi Lokalita
SUMATERA BARAT > KOTA SAWAH LUNTO > LEMBAH SEGAR

Pemanfaatan Arang Sekam Sebagai Media Tanam Pada Hidroponik

Selasa, 30 Jun 2020
Sumber Gambar : Dokumentasi Wulan Sari, SP

Dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan, hidroponik merupakan salah satu teknik bercocok tanam yang dapat diterapkan. Hidroponik merupakan budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Hidroponik cocok diaplikasikan pada daerah dengan pasokan air yang terbatas karena penggunaan air pada hidroponik lebih efisien.

Bercocok tanam dengan hidroponik juga membutuhkan media tanam. Media tanam merupakan bahan yang digunakan untuk tempat tumbuh dan berkembangnya akar tanaman. Umumnya media tanam memiliki kandungan hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Pada bercocok tanam secara hidroponik, media tanam tidak menyediakan unsur hara namun berfungsi sebagai penyangga tanaman.

Media tanam hidroponik hendaknya memiliki sifat sebagai berikut :

  • Bersifat porous (berpori)
  • Tidak ada kandungan garam
  • Mampu menyimpan air yang cukup

Berbagai media tanam dapat digunakan pada hidroponik, salah satunya yaitu arang sekam. Arang sekam merupakan kulit gabah padi (sekam padi) yang telah mengalami proses pembakaran parsial / pembakaran tidak sempurna. Pada daerah penghasil padi, sekam sangat mudah ditemui terutama pada tempat penggilingan padi. Penggunaan arang sekam mampu mengurangi limbah pada penggilingan padi.

Berbagai kelebihan dalam penggunaan arang sekam sebagai media tanam yakni mudah didapat, ringan, steril, porositasnya baik dan mudah diaplikasikan. Apabila tidak tersedia di toko pertanian, arang sekam juga dapat dibuat sendiri. Pembuatan arang sekam dapat dilakukan dengan disangrai atau dibuat arang. Arang sekam yang dihasilkan berkisar 30% - 40% dari bahan mentah.

Selain mengandung kadar karbon yang tinggi, pada arang sekam juga terdapat kandungan Si, Mg dan berbagai unsur lainnya yang dibutuhkan tanaman. Penggunaan arang sekam pada hidroponik dapat dilakukan dengan mencampurnya dengan media tanam lain namun bisa juga digunakan tanpa campuran. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan ataupun tanaman yang akan ditanam.

Arang sekam dapat digunakan sebagai media semai maupun media tanam. Penggunaan arang sekam sebagai media semai dapat dilakukan dengan cara berikut :

  1. Arang sekam ditaburkan pada baki plastik secara merata dengan ketebalan ± 2 cm
  2. Taburkan benih di atas arang sekam tersebut
  3. Taburkan lagi arang sekam dengan ketebalan 0,5 – 1 cm
  4. Semprot arang sekam dengan sprayer yang berisi air hingga arang sekam lembab
  5. Simpan baki plastik di tempat yang teduh
  6. Setelah sprout (3-7 hari sesuai benih yang disemai) maka baki diletakkan pada tempat yang terkena cahaya matahari pagi selama 1-2 jam

Penggunaan arang sekam sebagai media tanam dapat dilakukan  dengan meletakkannya pada netpot hidroponik. Penggunaan arang sekam  umumnya digunakan untuk tanaman  hidroponik seperti tomat, paprika, dan mentimun. Tanaman sayuran yang lain juga dapat menggunakan arang sekam sebagai media tanam.

Disusun Oleh : Wulan Sari, SP (PP Desa Lunto Barat Kecamatan Lembah Segar)

Sumber :

https://atla.co.id/posts/4/media-tanam-hidroponik-arang-sekam-sekam-bakar

https://alamtani.com/arang-sekam-padi/

https://id.wikipedia.org/wiki/Media_tanam

https://slosa.blogspot.com/2016/08/cara-menanam-hidroponik-dengan-media-arang-sekam.html

http://www.urbanhidroponik.com/2017/02/cara-semai-benih-hidroponik-memakai-sekam-.html

Copyright © cybext.pertanian.go.id
rss twitter facebook